BPBD DKI: 2.867 Orang Masih Mengungsi di Jakarta Barat Akibat Banjir Dapur umum yang digelar oleh Team SAR Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. ANTARA/HO-Polda Metro Jaya

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan jumlah pengungsi paling banyak berada di Jakarta Barat. Di wilayah tersebut masih ada 2.867 pengungsi.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI M Ridwan mengatakan, di Jakarta Barat banjir terjadi karena luapan dari Sungai Angke, Kali Pesanggrahan, Kanal Banjir Barat, dan banjir rob.

Baca Juga

Warga Disarankan Gugat Pemprov DKI Terkait Banjir

"Di Jakarta Barat masih ada 3 RT di 1 kelurahan yang terdampak banjir, ketinggian air saat ini paling dalam mencapai 150 cm. Masih ada 2.867 pengungsi di 5 lokasi pengungsian," kata Ridwan saat dikonfirmasi, Senin (6/1).

Untuk wilayah Jakarta Timur, kata Ridwan, seluruh wilayah sudah surut. Hanya saja masih ada pengungsi sebanyak 200 orang di 1 lokasi pengungsian.

Petugar Damkar sektor Pesanggrahan, Jakarta Selatan membersihkan jalanan rumah warga yang tertimbun lumpur usai banjir di IKPN Bintaro, Sabtu (4/1/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Petugar Damkar sektor Pesanggrahan, Jakarta Selatan membersihkan jalanan rumah warga yang tertimbun lumpur usai banjir di IKPN Bintaro, Sabtu (4/1/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

"Banjir di Jakarta Timur terjadi karena luapan sungai Ciliwung, Cipinang dan Sunter," jelas dia.

Kemudian, seluruh wilayah di Jakarta Utara sudah surut tapi masih ada 20 pengungsi di 1 lokasi pengungsian. Banjir ini terjadi karena luapan kali Cakung, Sunter, dan banjir rob..

Baca Juga

Praktisi Hukum: Gegara Banjir, Anies Bisa Dimakzulkan

Sedangkan Jakarta Selatan, seluruh wilayah juga sudah surut namun masih ada pengungsi sebanyak 19 orang di 1 lokasi pengungsian. Banjir di sana karena luapan sungai Ciliwung, krukut, Grogol, dan Pesanggrahan.

"Kalau di Jakarta Pusat, seluruh wilayah sudah surut dan sudah tidak ada warga yang mengungsi," papar Ridwan.

Pada wilayah yang belum surut, satuan petugas Dinas Sumber Daya Air DKI melakukan penanganan penyedotan banjir menggunakan pompa air. Selanjutnya PPSU di tiap kelurahan melakukan pembersihan tali air.

Ridwan menuturkan, hal yang paling dibutuhkan pengungsi saat ini adalah karbol atau disinfektan.

"Selain itu, pengungsi juga membutuhkan alat kebersihan, pampers, air minum, selimut, pakaian bersih, pakaian dalam, dan makanan siap saji," jelasnya.

Baca Juga

Diduga Lalai Atasi Banjir, Anies Layak Digugat ke Pengadilan

Ridwan masih belum bisa memastikan kapan seluruh pengungsi telah pulang ke rumah masing-masing. Mengingat, masih ada rumah yang terendam atau belum bisa dibersihkan dari sisa lumpur. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH