Bos Lippo Billy Sindoro Koruptor Kambuhan, KPK Siapkan Hukuman Maksimal Tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro saat menyerahkan diri ke KPK Senin (15/10) malam. MP/Ponco Sulaksono

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan tuntutan maksimal terhadap Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, yang tercatat sebagai sebagai koruptor kambuhan.

"Nanti akan kami pertimbangkan lebih lanjut terkait dengan tuntutan maksimal sesuai dengan perbuatannya, terkait dengan perbuatan kasus yang sedang diproses saat ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/10) malam.

meikarta
Pembangunan kawasan Meikarta. (meikarta.com)

Billy tak hanya sekali ini saja menjadi pasien KPK dalam kasus suap izin proyek Meikarta. Pada 2008, dia pernah terlibat dalam kasus suap terkait penanganan perkara dalam pelanggaran Undang-Undang Hak Siar. Saat itu, Billy menyuap anggota Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M Iqbal.

Petinggi Lippo Group itu dan Iqbal tertangkap tangan saat bertemu di kamar 1712 Hotel Aryaduta. Dalam operasi senyap itu, KPK menyita bukti uang senilai Rp 500 juta. Atas perbuatannya itu, Billy dijatuhi vonis 3 tahun penjara dan membayar denda senilai Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan penjara. Billy pun dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan Cipinang pada 7 April 2009.

Kini Billy harus mempertanggungjawabkan perbuatannya lantaran diduga menyuap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya demi mendapatkan izin proyek pembangunan Meikarta.

Billy
Tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro saat menyerahkan diri ke KPK Senin (15/10) malam. MP/Ponco Sulaksono

Billy Sindoro diduga memberikan suap Rp7 miliar kepada Neneng Hasanah dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses perizinan Meikarta, proyek prestisius milik Lippo Group.

"Ini yang kami sayangkan, dan sebenarnya mengecewakan ya bagi kita semua, karena ada tersangka yang sebelumnya sudah pernah divonis bersalah," tandas Febri.

Dalam kasus dugaan suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta ini, KPK telah menetapkan Neneng Hasanah Yasin dan Billy Sindoro sebagai tersangka. KPK juga menetapkan tujuh orang lainnya yakni, dua konsultan Lippo Group, Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen.

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati, serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH