Bos KAMI Bakal Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Ujaran Provokasi UU Cipta Kerja Rilis penangkapan petinggi KAMI di Mabes Polri. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Bareskrim Polri mengagendakan pemeriksaan terhadap Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani. Petinggi KAMI itu diperiksa pada Jumat (23/10).

"Karena memang itu menjadi salah satu proses penyidikan, yaitu sebagai saksi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (23/10).

Ahmad Yani akan diperiksa sebagai saksi untuk Anton Permana. Anton merupakan salah satu deklarator KAMI yang berstatus tersangka dan telah ditahan.

Baca Juga

Fadli Zon: Gerakan Mahasiswa Ambil Alih Fungsi Parlemen Sebagai Alat Kontrol Pemerintah

Awi juga membantah pihaknya menyasar KAMI untuk menjadikan tersangka dalam kasus ujaran kebencian dan provokasi saat demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Menurut Awi, anggota KAMI ditangkap karena melakukan tindak pidana.

"Semua tentunya dalam proses penyidikan adalah benang merah, benang merahnya kemana. Siapa aja? keterkaitan keterengan tersangka, saksi-saksi, itu akan dikejar oleh penyidik," tutur Awi.

Dari informasi yang dihimpun, Ahmad Yani tak bisa memenuhi undangan karena ia belum menerima surat panggilan dan tengah dalam kondisi sibuk.

Seperti diketahui, Polri menangkap sejumlah anggota hingga petinggi KAMI terkait insiden demo Omnibus Law yang berujung ricuh. Mereka diamankan dengan tuduhan menyampaikan pesan atau berita berisi nada provokasi terhadap.

Mereka yang diamankan polisi di antaranya Khairi Amri (KA), Syahganda Nainggolan (SN), Jumhur Hidayat (JH), Anton Permana (AP), Juliana (JG), Novita Zahara (NZ), Wahyu Rasasi Putri (WRP), Kingkin Anida (KA). Ada pula satu tersangka bernama Deddy Wahyudi (DW) yang merupakan admin Twitter @podoradong yang ikut diciduk pihak kepolisian.

Peran-peran dari para tersangka berbeda-beda, ada yang menyampaikan pesan berbagai ajakan untuk melakukan aksi penjarahan seperti tahun 98 lalu, ada yang menyebar hoaks hingga mengumpulkan dana untuk massa pendemo.

Baca Juga

Boni Hargens Sebut KAMI Adalah Barisan Sakit Hati

Akibat aksi mereka ini, Polri berpandangan dampak aksi mereka membuat kericuhan demo Omnibus Law terjadi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Erick Thohir Duga Ada Mafia yang Manfaatkan Upaya Pemerintah Perangi Corona
Indonesia
Erick Thohir Duga Ada Mafia yang Manfaatkan Upaya Pemerintah Perangi Corona

Mafia yang memanfaatkan situasi dan kondisi saat ini harus ditindak tegas dan dilawan agar tidak menyulitkan negara

Penambahan Masa Jabatan Presiden Dianggap Upaya Merusak Kaderisasi Kepemimpinan
Indonesia
Penambahan Masa Jabatan Presiden Dianggap Upaya Merusak Kaderisasi Kepemimpinan

Ade Irfan Pulungan mengaku tak setuju ada penambahan jabatan Presiden Republik Indonesia.

Masyarakat Diminta Hentikan Kegiatan dan Bersikap Sempurna Saat HUT RI Pukul 10.17 WIB
Indonesia
Negara Maju Belum Sepakat Tarik Pajak Digital
Indonesia
Negara Maju Belum Sepakat Tarik Pajak Digital

Saat ini juga belum ada kesepakatan mengenai prinsip-prinsip pajak digital meskipun Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) telah menemukan dua pilar pendekatan

Salah Satu Ruangan di Kantor Pemkab Sidoarjo Disegel KPK
Indonesia
Salah Satu Ruangan di Kantor Pemkab Sidoarjo Disegel KPK

Proses pengadaan barang dan jasa masih tetap berlangsung

Rizieq Kembali ke Indonesia Pekan Depan, Polisi: Patuhi Protokol Kesehatan
Indonesia
Rizieq Kembali ke Indonesia Pekan Depan, Polisi: Patuhi Protokol Kesehatan

Polda Metro Jaya mengaku tidak akan menyiapkan pengamanan khusus terkait kepulangan Rizieq

Hindari Wartawan, Firli Bahuri Pilih Masuk Lewat Pintu Belakang Gedung KPK
Indonesia
Hindari Wartawan, Firli Bahuri Pilih Masuk Lewat Pintu Belakang Gedung KPK

Firli tiba di Gedung KPK lama tersebut sekitar pukul 13.38 W.I.B menumpangi Toyota Kijang Innova warna hitam. Jenderal bintang tiga itu masuk ke gedung KPK lama melalui pintu belakang.

Ketua DPRD Panggil Wali Kota Jakarta Pusat, Ada Apa?
Indonesia
Ketua DPRD Panggil Wali Kota Jakarta Pusat, Ada Apa?

Padahal, kata Prasetyo, sejauh ini para pemilik usaha sudah lama mengalah dengan memberikan ruang untuk PKL saat malam hari.

Polisi Doakan Hadi Pranoto Cepat Sehat Biar Segera Diperiksa, Daripada Dijemput Paksa
Indonesia
Polisi Doakan Hadi Pranoto Cepat Sehat Biar Segera Diperiksa, Daripada Dijemput Paksa

Sementara yang ketiga adalah perintah membawa, bukan panggilan lagi

Pemkot Solo Pangkas Gaji-13 ASN untuk Penanganan COVID-19
Indonesia
Pemkot Solo Pangkas Gaji-13 ASN untuk Penanganan COVID-19

Gaji ke-13 ASN tersebut merupakan salah satu di antara anggaran terkena pemotongan, Pemkot Solo untuk penyesuaian anggaran pada APBD 2020.