Bos-Bos BUMN Siap-Siap Dicopot, Intip Kriteria Perombakan Erick Thohir Presiden Jokowi didampingi Menteri BUMN Erick Tohir saat memberikan arahan kepada para direktur utama BUMN, Kamis (14/10). Foto: ANTARA/HO-Biro Pers Setpres

MerahPutih.com - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan fokus pada transformasi human capital dengan mengganti jajaran direksi yang berkinerja buruk dengan yang lebih baik, agar sejumlah perusahaan BUMN bisa menghasilkan keuntungan bagi negara.

Fokus ini merujuk kepada arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalankan transformasi BUMN dengan perampingan perusahaan yang dinilai terlalu banyak jumlahnya dan memfokuskan bidang usaha yang sebelumnya tidak efisien.

Baca Juga:

Gedenya Penyertaan Modal Negara dan Perintah Jokowi Tidak Lagi Proteksi BUMN

"Dan mohon maaf, yang tidak ikut transformasi pastinya akan saya bongkar, akan saya ganti," kata Erick, pada Ulang Tahun ke-57 RNI dan peringatan Hari Pangan Sedunia di Jakarta, Selasa (19/10).

erick thohir
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: bumn.go.id)

Erick memastikan tidak segan-segan untuk merombak jajaran direksi dan komisaris di BUMN pangan apabila kinerjanya dinilai tidak memuaskan. Namun, lanjut dia, perombakan bukan karena faktor suka tidak suka secara personal, tetapi melihat kinerja dan komitmen perorangan dalam mengembangkan perusahaan.

"Dan ini sudah terjadi di banyak BUMN, jadi nggak kaleng-kaleng ngomongnya, saya pastikan saya ganti. Tapi bukan karena suka dan tidak suka," imbuh Menteri BUMN.

Sebagai bukti dilansir Antara, Erick menunjukkan dari 20 jajaran direksi BUMN yang diundang untuk bertemu dengan Presiden Jokowi, Senin kemarin (18/10), 40 persennya merupakan direksi yang dipilih oleh menteri sebelumnya dan tidak diganti karena kinerjanya yang baik.

"Dari 20 BUMN, 30 sampai 40 persen leadership yang dipilih oleh menteri sebelumnya. Tidak saya ubah. Karena kita manage sesuatu bukan karena suka dan tidak suka, tapi hasilnya yang saya lihat," tandas orang nomor satu di Kementerian BUMN itu. (*)

Baca Juga:

7 Bank Selamatkan Keuangan BUMN Waskita Karya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: MPR Setujui Jabatan Jokowi 3 Periode
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: MPR Setujui Jabatan Jokowi 3 Periode

Orang yang ada di dalam video tersebut adalah Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPP Partai NasDem Zulfan Lindan.

Wagub DKI Tak Tahu Pembayaran 'Commitment Fee' Formula E Hasil Utang
Indonesia
Wagub DKI Tak Tahu Pembayaran 'Commitment Fee' Formula E Hasil Utang

Untuk semua kepentingan apapun ya kita kan adanya di Bank DKI

Empat WNA dan Sembilan WNI Divonis Hukuman Mati di Sukabumi
Indonesia
Empat WNA dan Sembilan WNI Divonis Hukuman Mati di Sukabumi

Empat warga negara asing (WNA) asal Timur Tengah dan sembilan WNI terbukti bersalah menyelundupkan 403 kg sabu-sabu ke Indonesia melalui Sukabumi.

Rizieq dan Menantunya Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Tes Swab, Dirut RS Ummi Absen
Indonesia
Jokowi Pantau Penanganan Dampak Bencana Siklon Seroja di NTT
Indonesia
Jokowi Pantau Penanganan Dampak Bencana Siklon Seroja di NTT

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan jajarannya untuk mengirimkan bantuan sembako ke daerah terdampak bencana di NTT sejak Senin (5/4).

2 Warga dan 1 Tentara Tewas Ditembak, Kafe RM Ditutup Permanen
Indonesia
2 Warga dan 1 Tentara Tewas Ditembak, Kafe RM Ditutup Permanen

Kafe Raja Murah sudah tiga kali melanggar protokol kesehatan saat pandemi COVID-19.

Harga Tes PCR Rp 300 Ribu dan Berlaku 3x24 Jam Harus Segera Direalisasikan
Indonesia
Harga Tes PCR Rp 300 Ribu dan Berlaku 3x24 Jam Harus Segera Direalisasikan

Melki juga meminta Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait lainnya untuk memberikan seruan yang luas untuk berbagai pihak agar harga tes PCR sesuai dengan perintah presiden.

KPK Tak Segan Jerat Azis Syamsuddin dalam Kasus Suap DAK Lampung Tengah
Indonesia
KPK Tak Segan Jerat Azis Syamsuddin dalam Kasus Suap DAK Lampung Tengah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak segan menjerat mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah.

Komisioner KPI Enggak Tahu Ada Pegawainya Lakukan Tindakan Tak Senonoh
Indonesia
Komisioner KPI Enggak Tahu Ada Pegawainya Lakukan Tindakan Tak Senonoh

MS tidak pernah menyampaikan secara langsung dugaan kasus yang menerpa dirinya

7 DPC Demokrat Soloraya Sepakat Tunduk Pada AHY dan Lawan Upaya Makar
Indonesia
7 DPC Demokrat Soloraya Sepakat Tunduk Pada AHY dan Lawan Upaya Makar

Sebanyak tujuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Soloraya sepakat patuh dan tunduk terhadap Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).