Bos Blackgold Johannes Kotjo Segera Jalani Sidang Kasus PLTU Riau-1 Logo KPK - Antara/Widodo S Jusuf

MerahPutih.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan suap pembangunan PLTU Riau-1 dengan tersangka Johannes B Kotjo.

Penyidik KPK sudah menyerahkan barang bukti dan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum. Dengan begitu, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited itu akan segera menjalani persidangan.

"Jadi ini tahap 2, jadi masuk tahap penuntutan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati di Gedunf KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/9).

Dengan pelimpahan itu, tim Jaksa KPK akan menyiapkan surat dakwaan terhadap Kotjo. Sehingga dalam waktu paling maksimal 14 hari, surat dakwaan akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Johanes Kotjo saat digelandang ke Rutan KPK
Tersangka penyuap Eni Saragih, Johanes B Kotjo (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

"Hingga saat ini ada sekitar 40 saksi yang sudah diperiksa terkait dalam perkara ini," ujar Yuyuk.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Ketiganya yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Johannes B Kotjo, serta mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.

Eni sendiri diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai US$900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo. (Pon)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH