Borong Produk Prancis di Minimarket Lalu Dibakar Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya, melakukan aksi sweeping terhadap produk-produk berasal dari Prancis di minimarket wilayah Menteng, Jakarta Pusat. [dokumentasi GPI]

MerahPutih.com - Ormas Gerakan Pemuda Islam (GPI) melakukan sweeping terhadap produk-produk Prancis di sebuah minimarket di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Para pemuda ormas itu juga terlihat membawa poster bertulisan 'Usir Dubes Prancis dari Indonesia'. Massa membeli produk tersebut, lalu membakarnya.

Aksi sweeping ini sebagai bentuk kecaman atas pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron soal Islam. Para pemuda masuk ke sebuah minimarket, lalu mencari produk-produk asal Prancis.

Baca Juga

Kedubes Prancis Dijaga Ketat Aparat Kepolisian

Beberapa produk yang dibeli antara lain air mineral, susu, hingga pembersih muka. Setelah membayar di kasir, produk itu kemudian dibuang di depan minimarket.

Ada juga yang dibawa ke markas GPI di Menteng, Jakarta Pusat, dan kemudian dibakar bersama poster bergambar Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

"Hari ini mengungkap kekecewaan terhadap penistaan oleh Presiden Prancis Macron, yaitu akan menarik produk-produk buatan dari Prancis untuk kita ambil, lalu kita musnahkan agar rakyat Indonesia tahu bahwa Prancis tak layak untuk kami," ujar Diko, salah satu pemuda saat sweeping di minimarket.

Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya, melakukan aksi sweeping terhadap produk-produk berasal dari Prancis di minimarket wilayah Menteng, Jakarta Pusat. [dokumentasi GPI]
Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya, melakukan aksi sweeping terhadap produk-produk berasal dari Prancis di minimarket wilayah Menteng, Jakarta Pusat. [dokumentasi GPI]

Kanit Reskrim Polsek Menteng, Kompol Gozali Luhulima mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (3/11) kemarin.

“Betul Selasa kemarin,” kata Gozali saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (5/11).

Gozali merincikan beberapa produk Prancis yang dibeli di antaranya air mineral kemasan botol, susu formula, hingga pembersih muka. Menurut dia, sebagian produk tersebut dibawa ke Kantor PGI dan dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Bukan sweeping, tapi membeli produk Prancis di minimarket kemudian dibawa ke Menteng Raya 58 Kantor GPI kemudian dimusnahkan,” ujarnya.

Seruan untuk memboikot hingga mensweeping produk asal Prancis di Indonesia sedang menggaung buntut dari sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Terkait hal itu, Mabes Polri mengingatkan agar tidak ada masyarakat yang main hakim sendiri dan melanggar aturan terkait seruan sweeping produk asal Prancis tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan, Polri saat ini tengah melakukan pendekatan-pendekatan terhadap para tokoh diberbagai daerah.

Baca Juga

Intelijen Diminta Deteksi Dini Ajakan Boikot Produk Prancis di Medsos

Pendekatan itu dilakukan sekaligus mengingatkan agar tidak ada aksi main hakim sendiri.

“Pimpinan polri memerintahkan melakukan penggalangan terhadap tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama untuk meredam aksi-aksi yang tentunya untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan atau main hakim sendiri,” kata Brigjen Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/11). (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jenderal Polisi Ini Pernah Peringatkan Imigrasi Soal Masuknya Djoko Tjandra
Indonesia
Jenderal Polisi Ini Pernah Peringatkan Imigrasi Soal Masuknya Djoko Tjandra

Setyo Wasisto kembali duduk sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

ASN Masuk Kantor Diprioritaskan Sudah Divaksin COVID-19
Indonesia
ASN Masuk Kantor Diprioritaskan Sudah Divaksin COVID-19

Kemanpan RB kembali mengeluarkan pengaturan sistem kerja bagi pegawai aparatur sipil negara di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Wabah COVID-19 Belum Sirna, Puspenerbal Buka Rumah Makan Gratis untuk Warga
Indonesia
Wabah COVID-19 Belum Sirna, Puspenerbal Buka Rumah Makan Gratis untuk Warga

Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) membuka warung makan gratis untuk warga terdampak pandemi COVID-19 di Aloha, Sidoarjo, Jawa Timur.

Polda Metro Minta Tempat Wisata di Jakarta Ditutup
Indonesia
Polda Metro Minta Tempat Wisata di Jakarta Ditutup

Polda Metro Jaya mengusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup tempat wisata saat libur Lebaran 2021.

Komnas HAM Layangkan Surat ke Kabareskrim Terkait Kasus Penembakan 6 Laskar FPI
Indonesia
Komnas HAM Layangkan Surat ke Kabareskrim Terkait Kasus Penembakan 6 Laskar FPI

Surat tersebut dikirim Komnas HAM dalam rangka meminta keterangan kepada jajaran Bareskrim Polri terkait barang bukti senjata tajam, senjata api, dan ponsel yang disita dalam perkara tersebut.

Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Bakal Ditutup
Indonesia
Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Bakal Ditutup

Pemerintah bakal menutup tempat wisata di zona merah dan oranye selama libur Lebaran 2021. Hal ini untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Shelter Penuh, Pemkot Yogyakarta Ubah Balai Diklat Jadi Ruang Isolasi
Indonesia
Shelter Penuh, Pemkot Yogyakarta Ubah Balai Diklat Jadi Ruang Isolasi

"Tujuh rumah sakit rujukan COVID-19 di Yogyakarta juga sudah diminta untuk menambah kapasitas kamar. Harapannya bisa dipenuhi," kata Heroe.

Jokowi: Selalu Waspada, Dunia Akan Menghadapi Varian Lain Yang Lebih Menular
Berita
Jokowi: Selalu Waspada, Dunia Akan Menghadapi Varian Lain Yang Lebih Menular

Kemenkes juga akan memperketat penanganan kontak erat. Seluruh kontak erat dari kasus terkonfirmasi harus di karantina sampai hasil tes menyatakan negatif.

PPKM Diperpanjang, Kapasitas Mal dan Dine In Restoran di Level 4 Ditambah
Indonesia
PPKM Diperpanjang, Kapasitas Mal dan Dine In Restoran di Level 4 Ditambah

Hasil evaluasi menunjukkan penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan sudah dilakukan secara disiplin

Komjen Listyo Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Penyebar Ujaran Kebencian
Indonesia
Komjen Listyo Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Penyebar Ujaran Kebencian

"Tapi yang berisiko memecah belah persatuan bangsa, kami tidak ada toleransi, pasti kami proses," kata Listyo