Boni Hargens Sebut Ada Kelompok yang Ingin Kudeta Jokowi di Pademi Corona Pengamat Politik Boni Hargens (MP/Bartolomeus Papu)

MerahPutih.com - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens, mengaku sudah mengantongi nama-nama para tokoh oposisi yang ingin merancang perlawanan terhadap pemerintahan yang sah di tengah krisis Corona saat ini.

Menurut Boni, kelompok ini ingin memakai sejumlah isu sebagai materi provokasi dan propaganda politik, yang di antaranya isu komunisme dan isu rasisme Papua menyusul gejolak akibat kematian warga kulit hitam George Floyd di Amerika Serikat. Isu lain yang mereka gunakan adalah potensi krisis ekonomi sebagai dampak inevitable dari pandemic COVID-19.

Baca Juga

Masuki Massa Transisi di DKI, Pengguna KRL Melonjak

"Kelompok ini juga membongkar Kembali diskursus soal Pancasila sebagai ideologi negara," kata Boni dalam keteranganya, Kamis (4/6).

Apapun isu yang mereka gunakan, kata Boni, itu hanyalah instrument untuk melancarkan serangan-serangan politik dalam rangka mendelegitimasi pemerintahan yang sah saat ini.

Direktur LPI Boni Hargens
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens (MP/Gomes R)

Boni menilai, kelompok ini tak bisa disebut sebagai “barisan sakit hati” semata karena ini bukan lagi dendam politik semata.

"Mereka adalah “laskar pengacau negara” dan “pemburu rente”," terang Boni.

Boni menduga mereka adalah gabungan kelompok politik yang ingin memenangkan pemilihan presiden 2024, kelompok bisnis hitam yang menderita kerugian karena kebijakan yang benar selama pemerintahan Jokowi, ormas keagamaan terlarang seperti HTI yang jelas-jelas ingin mendirikan negara Syariah.

"Mereka barisan oportunis yang haus kekuasaan dan uang," terang Boni.

Boni menyebut, bandar di balik gerakan mereka, mulai dari bandar menengah sampai bandar papan atas.

"Bandar menengah dan bandar papan atas ya tak perlu saya sebutkan di sini”, ujar Doktor Filsafat yang pernah studi di Jerman dan Amerika Serikat itu.

Baca Juga

Menaker Minta Gubernur Se-Indonesia Dorong Pengusaha Bikin Protokol Kesehatan

Boni menyayangkan ada tokoh ikut di dalam gerakan itu. Mantan inisiator relawan Jokowi tersebut. berharap agar pemerintah mampu menekan kelompok mereka.

“Negara ini butuh negarawan dari segala lapisan, supaya bisa menjadi bangsa besar. Tokoh agama dan intelektual adalah panutan masyarakat. Maka, harus ada keteladanan moral dalam bertindak dan berbicara di ruang publik. Masyarakat tak perlu terpengaruh dengan ucapan mereka," jelas Boni. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rampung Pada HUT RI, Pos Lintas Batas Negara di Boven Digoel Mulai Dibangun
Indonesia
Rampung Pada HUT RI, Pos Lintas Batas Negara di Boven Digoel Mulai Dibangun

Pembangunan kawasan perbatasan oleh Kementerian PUPR tidak hanya pos lintas batas saja, namun juga jalan paralel perbatasan, jalan akses menuju pos lintas batas.

Dituduh Usul Sipil Bebas Punya Senpi, Bamsoet Bereaksi
Indonesia
Dituduh Usul Sipil Bebas Punya Senpi, Bamsoet Bereaksi

Bamsoet berdalih omongannya dipelintir media.

Rudy Usul ke Ganjar Pakai Asrama Haji Donohudan untuk Tempat Isolasi Mandiri
Indonesia
Rudy Usul ke Ganjar Pakai Asrama Haji Donohudan untuk Tempat Isolasi Mandiri

Saya sudah kirim surat sebanyak tiga kali pada Gubernur (Ganjar) agar menjadikan Asrama Haji Donohudan sebagai tempat isolasi mandiri pasien COVID-19," ujar Rudy p

Istana Ungkap Kondisi Terkini Menhub Budi Karya
Indonesia
Istana Ungkap Kondisi Terkini Menhub Budi Karya

Fadjroel mengaku sempat berkunjung ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto untuk melihat kondisi Budi Karya.

 Tanggapi Pernyataan Mega, Ketua DPC PDIP Solo: Kalau Anaknya Tak Mampu, Jangan Dipaksakan, Dong
Indonesia
Tanggapi Pernyataan Mega, Ketua DPC PDIP Solo: Kalau Anaknya Tak Mampu, Jangan Dipaksakan, Dong

"Saya lebih memandang itu sebagai instruksi dari sosok Ketum PDIP. Kalau memang anaknya belum mampu jangan dipaksakan, dong," cetus Rudy.

Hak Warga Jangan Sampai Terabaikan Saat Pembatasan Sosial Berskala Besar
Indonesia
Hak Warga Jangan Sampai Terabaikan Saat Pembatasan Sosial Berskala Besar

Pembatasan tersebit dilakukan hanya semata untuk bertujuan mencegah meluasnya penyebaran penyakit Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

Saat Pencoblosan Jari Dilarang Dicelupkan ke Tinta
Indonesia
Saat Pencoblosan Jari Dilarang Dicelupkan ke Tinta

Pemilih diberi sarung tangan plastik sekali pakai oleh petugas TPS, tujuannya untuk menjaga kebersihan tangan guna menghindari terjadinya perpindahan virus.

 Dibatalkan Jadi Dirut TJ Karena Kasus Penipuan, Donny: Anies Tidak Salah
Indonesia
Dibatalkan Jadi Dirut TJ Karena Kasus Penipuan, Donny: Anies Tidak Salah

"Jadi sebenarnya Pemprov dan pak Gubernur tidak salah. Bukan beliau bukan tidak telaten atau tidak teliti. Memang tidak ada yang dilanggar. Prosesnya kan ada persyaratannya dan itu masuk semua," sambung Donny.

Penyebaran Paham Intoleran Menjamur di Media Sosial
Indonesia
Penyebaran Paham Intoleran Menjamur di Media Sosial

Gencarnya narasi radikalisme yang beredar di tengah masyarakat saat ini terutama di media sosial dinilai dapat memecah belah kesatuan bangsa.

Kapolres Jakbar: Sebentar Lagi Imam Besar Hadir, Jangan Menyalakan Petasan
Indonesia
Kapolres Jakbar: Sebentar Lagi Imam Besar Hadir, Jangan Menyalakan Petasan

Imbauan itu disanggupi massa yang berada di sekitaran Jalan Letjen S Parman