Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Garuda, Menteri BUMN Akui Tengah Bersih-bersih Ilustrasi - Kementerian BUMN. (Foto: MP/Dicke Prasetia)

MerahPutih.com - Kolaborasi Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali mengungkap kasus dugaan korupsi yang terjadi di tubuh BUMN.

Teranyar, kolaborasi Kejaksaan dan Kementerian BUMN kini menyasar pada PT Garuda Indonesia.

Pengadaan pesawat di era manajemen Garuda terdahulu terbukti telah merugikan negara hingga Rp 8,8 triliun.

Baca Juga:

Demokrat Minta BPK-KPK Turun Tangan Terkait Investasi BUMN di Perusahaan Digital

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, kolaborasi antara Kementerian BUMN dan Kejagung merupakan bukti komitmen bersama untuk menghasilkan perbaikan mendasar.

"Ini bukti kalau kita mau berkolaborasi dengan baik antarinstansi pemerintah, mau dikelola dengan profesional dan transparan, maka mampu menghasilkan yang terbaik bagi negara," ujar Erick kepada wartawan, Senin (27/6).

Erick pun mengapresiasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang sejak awal juga aktif membantu Kementerian BUMN dan kejaksaan untuk mengaudit perusahaan negara.

Dengan komitmen bersama untuk memperbaiki BUMN, kata Erick, hasilnya nampak dari perbaikan performa sejumlah BUMN, termasuk Jiwasraya, Asabri, dan Garuda.

"Bagaimana kita me-minimize korupsi itu dengan sistem yang diperbaiki sehingga bisa mencegah korupsi secara jangka panjang," ujar Erick.

Baca Juga:

Kejagung Mulai Telaah Kredit Tanpa Agunan Bank BUMN ke Perusahaan Tambang

Menurutnya, tim Kejaksaan Agung telah bekerja 24 jam bersama BKPK dan Kementerian BUMN untuk memastikan program "bersih-bersih" perusahaan pelat merah berjalan maksimal.

"Program bersih-bersih BUMN ini bukan kita hanya ingin menangkap, tetapi yang terpenting bagaimana program ini kami memperbaiki sistem yang ada di perusahaan-perusahaan BUMN dan Kementerian BUMN," paparnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin mengumumkan dua tersangka baru dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2011-2021.

"Kami juga menetapkan tersangka baru, sejak senin tanggal 27 Juni 2022 hasil ekspos kami menetapkan dua tersangka baru," ujar Burhanuddin dalam konferensi pers di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (27/6).

Kedua orang yang ditetapkan tersangka adalah Emirsyah Satar selaku eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia dan Direktur PT Mugi Rekso Abadi berinisial SS.

"Yaitu ES selaku Direktur Utama PT Garuda yang kedua adalah SS selaku Direktur PT Mugi Rekso Abadi," tambah dia.

Ia menuturkan, kedua tersangka tidak dilakukan upaya penahanan.

Sebab, keduanya kini sedang menjalani masa penahanan terkait kasus korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebagai informasi, Kejaksaan Agung RI telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia (persero) Tbk tahun 2011-2021 pada Kamis (24/2).

Adapun ketiga tersangka itu adalah SA selaku Vice President Strategic Management Office Garuda periode 2011-2012, AW selaku Executive Project Manager Aircraft Delivery Garuda tahun 2009-2014 dan AB selaku Vice President Treasury Management PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk. Tahun 2005-2012. (*)

Baca Juga:

Jokowi Teken PP baru, Menteri Bisa Gugat Direksi dan Komisaris Jika BUMN Rugi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bank Panin Bantah Lobi dan Suap Eks Pejabat Pajak
Indonesia
Bank Panin Bantah Lobi dan Suap Eks Pejabat Pajak

Veronika tidak pernah melakukan negosiasi dengan tim pemeriksa pajak pada Ditjen Pajak

Pemkot Cirebon Siapkan Strategi Hadapi Penyebaran Omicron
Indonesia
Pemkot Cirebon Siapkan Strategi Hadapi Penyebaran Omicron

Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon telah menyiapkan strategi langkah antisipasi penyebaran COVID-19 varian Omicron.

Peringatan 100 Hari Wafatnya KGPAA Mangkunegara IX, Mangkunegaran Gelar Tahlilan
Indonesia
Peringatan 100 Hari Wafatnya KGPAA Mangkunegara IX, Mangkunegaran Gelar Tahlilan

Dalam acara peringatan 100 hari itu dari Mangkunegaran akan menggelar acara tahlil dan yasin serta doa bersama.

Resmi Dilantik, Presiden Korea Yoon Suk Yeol Segera Tuntaskan Permasalahan dengan Korut
Dunia
Resmi Dilantik, Presiden Korea Yoon Suk Yeol Segera Tuntaskan Permasalahan dengan Korut

epat hari ini, Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol resmi dilantik, Selasa waktu setempat.

Simak, Perubahan Rute Baru Perjalanan KRL Jabodetabek
Indonesia
Simak, Perubahan Rute Baru Perjalanan KRL Jabodetabek

Perubahan rute KRL Jabodetabek dimulai Sabtu (28/5) menyesuaikan switch over (SO) kelima di Stasiun Manggarai.

Surya Paloh Bicara Kriteria Calon Presiden
Indonesia
Surya Paloh Bicara Kriteria Calon Presiden

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh membeberkan sejumlah kriteria ideal capres 2024 yakni sosok tersebut konsisten antara apa yang diucapkan dengan perbuatannya.

Sri Sultan Optimistis Kasus COVID-19 di DIY Tetap Landai saat Liburan Nataru
Indonesia
Sri Sultan Optimistis Kasus COVID-19 di DIY Tetap Landai saat Liburan Nataru

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X optimistis tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 di wilayahnya saat liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Penganiayaan Bocah Perempuan hingga Tewas, Polres Sukoharjo Tetapkan 2 Tersangka
Indonesia
Penganiayaan Bocah Perempuan hingga Tewas, Polres Sukoharjo Tetapkan 2 Tersangka

Satreskrim Polres Sukoharjo, Jawa Tengah telah menangkap dan menetapkan dua tersangka dalam kasus penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Petualangan Politik Raja Juli Sampai Akhirnya Jadi Wamen ATR/BPN
Indonesia
Petualangan Politik Raja Juli Sampai Akhirnya Jadi Wamen ATR/BPN

Politikus PSI Raja Juli Antoni, menjadi satu dari tiga Wakil Menteri yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu, (15/6).

Istri Irjen Ferdy Sambo Muncul ke Publik, Mau Nengok di Mako Brimob Ditolak
Indonesia
Istri Irjen Ferdy Sambo Muncul ke Publik, Mau Nengok di Mako Brimob Ditolak

Inspektorat Khusus (Itsus) Polri menempatkan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob untuk 30 hari.