Bolehkah Ibu Hamil  Bekerja Shift Malam? Ibu hamil lebih baik tak bekerja shift malam (Foto: Pixabay/shaila19)

"Bisakah ibu hamil bekerja di malam hari?" Ini adalah keraguan umum yang terjadi pada banyak perempuan. Alasannya sederhana yakni shift malam memengaruhi siklus tidur. Banyak perempuan takut kalau siklus tidur yang berantakan akan mempengaruhi kesehatan janin bahkan meningkatkan risiko keguguran.

Ketakutan ini ternyata memang benar adanya. Dilansir dari Reuters, perempuan yang bekerja setidaknya dua shift malam dalam satu pekan memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi. Hal tersebut mengacu pada sebuah studi.

Baca juga:

Deretan Zodiak yang Paling Setia, Cocok Dijadikan Pendamping Hidup

"Perempuan yang bekerja shift malam, terpapar cahaya pada malam hari mengganggu ritme sirkadian mereka dan mengurangi pelepasan melatonin. Enzim ini telah terbukti penting dalam mempertahankan kehamilan yang sukses," kata Dr. Luise Molenberg Begtrup.

Shif malam bisa membuat ibu hamil keguguran (Foto: Pixabay/StockSnap)
Shif malam bisa membuat ibu hamil keguguran (Foto: Pixabay/StockSnap)

Kesimpulan tersebut diambil setelah meneliti 22.744 pekerja layanan publik, yang sebagian besar di antaranya dipekerjakan di rumah sakit Denmark. Para peneliti mencocokan catatan dari daftar kelahiran medis Denmark yang menyebutkan jumlah orang melahirkan dan keguguran.

Setelah memperhitungkan usia ibu, indeks massa tubuh, merokok, jumlah kelahiran sebelumnya, status sosial ekonomi dan keguguran sebelumnya, Begtrup dan koleganya menyimpulkan bahwa bekerja dua malam atau lebih dalam satu pekan di usia kehamilah lebih dari 8 minggu memiliki risiko 32 persen lebih tinggi mengalami keguguran.

Baca juga:

Bunga Mawar Identik dengan Cinta? Ini Alasannya

Para peneliti juga menemukan kalau perempuan yang bekerja shift malam 26 kali atau lebih saat usia kehamilan 4 minggu hingga 22 minggu memiliki kemungkinan keguguran dua kali lebih besar dibandingkan mereka yang bekerja tanpa shift malam.

Hal ini berdasarkan sebuah studi (Foto: Pixabay/tasha)
Hal ini berdasarkan sebuah studi (Foto: Pixabay/tasha)

Sementara dilansir dari Boldsky, tidur sangat penting bagi perempuan hamil dan janin. Kurang tidur dapat mempengaruhi kehamilan. Beberapa survei mengklaim perempuan yang kurang tidur mungkin menghadapi kesulitan saat persalinan.

Jadi seberapa banyak waktu tidur yang diperlukan bagi seorang perempuan hamil? Setidaknya butuh 7-8 jam per hari untuk seorang perempuan hamil. Selain itu, pekerja shift malam cenderung minum kopi atau merokok agar tetap terjaga. Kebiasaan ini sangat berbahaya bagi perempuan hamil. Jadi, akan lebih bijaksana untuk menghindari shift malam selama kehamilan.

Baca juga:

Mitos Bunga, dari Pengusir Roh Jahat Sampai Pembawa Sial



Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH