Bohemian Rhapsody, Film Terburuk yang Menang Penghargaan Golden Globes Bohemian Rhapsody (Sumber: Worldabcnews)

ADA sebuah catatan menarik tentang prestasi film Bohemian Rhapsody di ajang penghargaan Golden Globes 2019 lalu. Dilansir dari NME, beberapa waktu lalu film ini mendapat predikat sebagai film terburuk yang memenangi penghargaan Golden Globes sejak 1986.

Hal tersebut berdasaran Rotten Tomatoes yang hanya memberi peringkat 62 persen dan membuat film tentang kehidupan grup musik Queen dan vokalisnya Freddie Mercury ini menjadi film paling tidak disukai.

Sebelumnya film Bomenian Rhapsody ini berhasil menyabet gelar "Best Picture: - Drama". Film ini berhasil mengalahkan empat film lainnya yakni Black Panther, BlacKkKlansman, Star Is Born, A (2018) dan If Beale Street Could Talk. Sementara sang aktr utama Rami Malek mendapat penghargaan Aktor Terbaik.

1. Bukan yang pertama

Bohemian Rhapsody (Sumber: Hindustan Times)
Bohemian Rhapsody (Sumber: Hindustan Times)

Sebenarnya film Bohemian Rhapsody bukanlah film pertama yang mendapatkan predikat tersebut. Di tahun 1986, drama romantis berjudul Out Of Africa juga bernasib sama.

Saat itu film yang dibintangi oleh Robert Redford dan Meryl Streep mendapat penghargaan kategori "Best Picture" di Golden Globes. Film ini mengalahkan Kiss of the Spider Woman, Runaway Train, Witness dan Color Purple. Padahal film Out Of Africa hanya mendapat penilaian 60 persen.

2. Predikat terburuk lainnya

Bohemian Rhapsody juga memiliki peringkat rendah (Sumber: ist)
Bohemian Rhapsody juga memiliki peringkat rendah (Sumber: ist)

Bohemian Rhapsody juga memiliki predikat terburuk lainnya. Ternyata film yang dirilis tanggal 24 Oktober 2018 ini juga mendapat peringkat 128 dari 149 film pemenang piala Golden Globes untuk sejumlah kategori sejak tahun 1944.

Film terburuk adalah The Robe yang dirilis tahun 1953. Film tersebut dibintangi oleh Richard Burton dan hanya mendapat rating 33 persen. Film tersebut memenangkan penghargaan kategori "Best Motion Picture - Drama" di tahun 1954.

3. Dibela sang gitaris

Brian May (Sumber: Instagram/brianmayforreal)
Brian May (Sumber: Instagram/brianmayforreal)

Meski predikat tersebut tidak bisa diganggu gugat, gitaris Queen, Brian May terus membela Bohemian Rhapsody dengan melawan para kritikus. Menurutnya, para kritikus hanya menilai berdasarkan trailer saja tanpa melihat filmnya secara keseluruhan.

"Kesalahan kritikus adalah mengulas cuplikan bukan filmnya. Mereka kemudian langsung mengambil kesimpulan. Saat orang lain menyetujui pendapatnya, maka sulit bagi mereka untuk mencabut pernyataan," katanya seperti dilansir Deadline.

4. Bakal punya film lainnya

Di balik predikat tersebut, Bohemian Rhapsody berhasil menghipnotis penonton bioskop dunia. Bahkan film ini telah berhasil meraup US$748 juta di seluruh dunia. Melihat hal itu 20th Century Fox dikabarkan akan membuat versi baru film tersebut.

Film versi sing along Bohemian Rhapsody ini dirilis tanggal 11 Januari. Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak bisa menonton film ini karena hanya drilis di Amerika Utara saja dengan 750 teater.


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani