Bocah SD Tewas, KPAI Tuding Dinas Pendidikan Sukabumi Tolak Dugaan Kekerasan di Sekolah Ilustrasi (Foto Ist)

MerahPutih.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, yang terlalu dini menyimpulkan meninggalnya SR, siswa kelas II SDN Longkewang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dipukul teman sekelasnya, Selasa (8/8) lalu. Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi seolah menolak telah terjadi dugaan kekerasan di sekolah di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan itu.

"Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dan jajarannya, seharusnya justru mendukung penyelidikan dan menolak berkomentar hingga ada hasil penyelidikan. Hal yang penting dilakukan dinas pendidikan adalah mengevaluasi pengelola atau tenaga pengajar dan sistem pengawasan di sekolah," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangannya, Rabu (9/8).

Kesimpulan yang dimaksud adalah pernyataan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang menyebutkan tidak ditemukan bekas pukulan, hanya baju dan celana SR yang kotor. KPAI menilai kesimpulan itu telah mendahului penyelidikan hasil otopsi.

KPAI mendukung penyelidikan pihak aparat penegak hukum, namun KPAI akan memastikan anak sebagai pelaku atau istilah perundangan adalah anak berhadapan dengan hukum harus sesuai dengan UU Nomor 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

"Apalagi para pelaku masih dibawa usia 12 tahun, penanganannya harus memperhatikan hak-hak anak dan kondisi psikologinya sebagai anak sebagaimana diatur dalam UU SPPA itu," kata Retno.

Seperti diketahui, bocah kelas 2, SR, 8 tewas diduga karena berkelahi dengan teman sebayanya DR. Hingga saat ini belum diketahui penyebab perkelahian itu.

Hal ini terungkap saat wali kelas 2 SDN Lengkoweng, Ruhiyat, berpapasan dengan DR yang tengah menangis hendak menuju ke ruang kelasnya. Saat ditanya, DR mengaku baru saja berkelahi dengan SR di halaman sekolah dan mengatakan bahwa rekannya tersebut sempat pingsan.

SR sempat dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) kemudian dilarikan ke Puskesmas Cicantayan untuk mendapatkan pertolongan. Tapi oleh pihak puskesmas pelajar kelas 2 SD ini dinyatakan sudah meninggal dunia. Kakak korban, Abdurrohim membawanya ke RSUD Sekarwangi untuk diotopsi. Keluarga korban pun langsung membawanya pulang untuk dikebumikan. (*)

Sumber: ANTARA



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH