Bobby Menantu Jokowi Canangkan 'New Medan' Bobby Nasution memberikan pernyataannya di hadapan peserta pengumuman 75 calon kepala daerah PDIP, Selasa (11/8). (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Calon Wali Kota Medan dari PDI Perjuangan (PDIP) Bobby Nasution mengatakan dirinya memiliki visi membangun Medan yang baru, atau disebutnya New Medan, berbasis semangat kolaborasi yang berdasar pada ajaran gotong royongnya Bung Karno.

"Saya membawa semangat kolaborasi untuk membangun Kota Medan. Dimana semangat ini lahir dari semangat gotong royong Bung Karno. Semangat kolaborasi ini akan kami jadikan sebagai penguatan kepada seluruh elemen partai untuk menciptakan New Medan. Kota Medan yang penuh keberkahan," kata Bobby dalam pernyataannya di hadapan peserta pengumuman 75 calon kepala daerah PDIP, Selasa (11/8).

Baca Juga

Parpol Dukung Bobby dan Gibran karena Berpeluang Menang di Pilkada

Acara rapat partai itu dipimpin oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto. Hadir juga jajaran DPP PDIP seperti Prananda Prabowo dan Puan Maharani.

puan
Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani saat mengumumkan 75 pasangan calon peserta Pilkada 2020 yang diusung partainya. (Ist/PDIP)

Bobby lalu menyampaikan terima kasihnya kepada Megawati atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan Aulia Rahman, untuk berpasangan di Pilwalkot Medan. Begitupun kepada Puan, Prananda, Hasto, serta Ketua DPC PDIP Medan Djarot Saiful Hidayat.

"Kami akan menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, sekuat hati dan segenap jiwa," ujar Bobby.

Baca Juga

Aktivitas Gibran Meningkat di Pilwakot Solo, Polresta Surakarta Perketat Pengamanan

Dilanjutkannya, pilkada kali ini berbeda dari pilkada sebelumnya, karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Yang artinya semuanya harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada.

"Saudara-saudara sekalian, mari kita jadikan pilkada kali ini sebagai momentum persatuan, momentum mewujudkan harapan, serta momentum memenangkan seluruh kekuatan masyarakat," pungkas Bobby. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kedua Kalinya Polsek Ciracas Diserang Massa
Indonesia
Kedua Kalinya Polsek Ciracas Diserang Massa

Pada 11 Desember 2020 Polsek Ciracas pernah dirusak dan dibakar massa tak dikenal. Kerusuhan itu diduga dipicu pengeroyokan anggota TNI oleh tukang parkir di Ciracas, sehari sebelumnya.

Beri Bantuan Alat Tes COVID-19, Korsel Anggap Indonesia Teman Sejati dan Teman Sehati
Indonesia
Beri Bantuan Alat Tes COVID-19, Korsel Anggap Indonesia Teman Sejati dan Teman Sehati

Korsel membantu alat tes berupa Kit PCR untuk Indonesia

Pansus Banjir Panggil Pemprov DKI Terkait Penanganan Banjir di Jakarta
Indonesia
Pansus Banjir Panggil Pemprov DKI Terkait Penanganan Banjir di Jakarta

Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta bakal memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI terkait, mengenai rapat penanganan banjir di ibu kota.

Waspada Corona, Anies Bentuk Tim Review Perizinan Kegiatan Warga DKI
Indonesia
Waspada Corona, Anies Bentuk Tim Review Perizinan Kegiatan Warga DKI

Tim tersebut akan memperhatikan beberapa faktor yang berpengaruh

Keluar dari RSPAD, Menhub Budi Karya Langsung Diisolasi di Rumah
Indonesia
Keluar dari RSPAD, Menhub Budi Karya Langsung Diisolasi di Rumah

Ia sempat mengenakan alat bantuan pernapasan

Klir, Jokowi Tegaskan Napi Korupsi Tak Dibebaskan
Indonesia
Klir, Jokowi Tegaskan Napi Korupsi Tak Dibebaskan

Saya ingin menyampaikan bahwa mengenai napi koruptor tidak pernah kita bicarakan dalam rapat-rapat kita

Buruh Anggap RUU Cilaka Diskriminasi dan Batasi Hak-Hak Buruh Secara Konstitusi
Indonesia
Ketidakkompakan Instansi Pemerintah Tangani COVID-19 Buat Masyarakat Jadi Korban
Indonesia
Ketidakkompakan Instansi Pemerintah Tangani COVID-19 Buat Masyarakat Jadi Korban

"Seharusnya ada sistem sentralisasi percepatan penanganan pandemi COVID-19, jadi bantuan atau penanganan pandemi tepat sasaran dan sesuai target," imbuh Bintang

Proses Hukum Terhadap Pelaku Intoleransi di Solo Dinilai Tak Tegas
Indonesia
Proses Hukum Terhadap Pelaku Intoleransi di Solo Dinilai Tak Tegas

Menurut Petrus, mereka tidak cukup hanya dijerat dengan pasal 160, 170, 335 jo. pasal 55 KUHP saja.

Pengamat Sebut Jakarta Bisa Chaos jika Lockdown
Indonesia
Pengamat Sebut Jakarta Bisa Chaos jika Lockdown

Berbeda dengan ASN, pegawai kantoran, dan pekerja kreatif yang bisa mengerjakan segala sesuatunya di rumah.