Boba Tak Sebabkan Batu Ginjal Boba (Foto: Instagram/s_lily___)

ADA yang mengatakan kalau bola tapioka atau biasa disebut boba menyebabkan batu ginjal. Padahal anggapan itu salah. Ahli gizi/dietcian Pafitri, S.K.M.,RD mengatakan boba jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar tidak menyebabkan efek samping apa pun.

"Enggak (penyebab batu ginjal), enggak sampai ke situ. Tapi lebih ke masalah pencernaan. Jadi mungkin dia lebih ke mengalami sembelit atau begah, karena dia kan lebih sulit dicerna tapi kalau wajar enggak apa-apa," katanya di Jakarta seperti dilansir Antaranews.com, Kamis (27/2).

Baca juga:

Tren Minuman Boba Makin Menjamur, Apakah Itu Aman untuk Kesehatan?

Ilustrasi boba atau bola tapioka (ANTARA/Shutterstock)
Ilustrasi boba atau bola tapioka (ANTARA/Shutterstock)

Pafitri menjelaskan, boba terbuat dari pati resistan. Sehingga jika dikonsumsi malah berdampak positif, tentu dengan batas wajar. "Ya kan segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik," lanjutnya.

Pafitri tak melarang seseorang mengonsumsi boba, hanya saja tidak boleh terlalu sering. Ia mengajurkan hanya satu atau dua gelas dalam waktu sebulan. Selain itu, sebaiknya anak-anak dan lanjut usia (lansia) menghindari minuman ini.

Baca juga:

Ancaman Gangguan Kesehatan di Balik Bubble Tea

Minuman boba masih jadi tren di 2020 (Foto: MP/Ikhsan Digdo)
Minuman boba masih jadi tren di 2020 (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

"Anak-anak dan lansia harus diwaspadai karena bubble-nya yang kenyal itu kadang-kadang sulit dicerna. Karena kadang-kadang anak sudah besar tapi kemampuan mengunyahnya belum bagus," ujar Pafitri.

Setiap 500ml minuman boba mengandung 500-800 Kal atau setara dengan dua hingga lima piring nasi putih. Hal ini tentu tak sehat. Jika dikonsumsi terus menerus maka dapat memicu penyakit berbahaya seperti hipertensi, diabetes, jantung dan kanker. (Yni)

Baca juga:

5 Kota di Dunia yang Cocok Dikunjungi Para Pencinta Kopi


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH