BNPT Sebut Aksi Terorisme dan Radikalisme di Jawa Tengah Perlu Diredam Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menghadiri Silaturahmi Kebangsaan terkait pencegahan paham radikal di The Sunan Hotel, Solo, Jawa Tengah, Jumat (2/10). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Rentetan aksi teror yang terjadi di Jawa Tengah beberapa tahun lalu menjadi perhatian khusus pemerintah kabupaten dan kota dalam menangani aksi terorisme dan masuknya paham radikal di provinsi yang dijuluki sebagai daerah kebudayaan ini.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) fokus menekam pengaruh penyebaran paham tersebut dengan upaya pencegahan yang dilaksanakan dengan 3 pendekatan Kesiapsiagaan Nasional, Kontraradikalisasi, dan Deradikalisasi.

Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar menerangkan, untuk mewujudkan hal tersebut, perlu adanya kerja sama dari berbagai lini sektor.

Baca Juga

Densus Bekuk Terduga Teroris di Jepara dan Sleman, Kepala BNPT: Mereka Anggota Jaringan JI

"Mulai dari pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang diharapkan dapat mempengaruhi dan membawa pesan-pesan positif di tengah lingkungan masyarakat," kata Boy dalam keterangan persnya saat BNPT mengadakan Silaturahmi Kebangsaan dalam Rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah yang dikutip pada Sabtu (3/10).

Boy menegaskan pentingnya peran pemimpin daerah dan masyarakat untuk memberikan pemikiran-pemikiran moderat agar dapat menyebarkan narasi perdamaian untuk meredam masuknya paham intoleran radikalisme.

Ia berujar, kesiapsiagaan Nasional BNPT menjadi salah satu upaya yang kami lakukan untuk memutuskan rantai potensi paham radikalisme agar tidak berkembang, untuk itu dia enggandeng Forkopimda, tokoh agama, tokoh budaya dan adat, serta masyarakat.

"Ini untuk bersinergi secara langsung guna mendiskusikan program-program yang dapat dilakukan agar sesuai dan tepat sasaran,” ujar Boy yang juga mantan Kapolda Papua dan Banten ini.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menghadiri Silaturahmi Kebangsaan terkait pencegahan paham radikal di The Sunan Hotel, Solo, Jawa Tengah, Jumat (2/10). (MP/Ismail)
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menghadiri Silaturahmi Kebangsaan terkait pencegahan paham radikal di The Sunan Hotel, Solo, Jawa Tengah, Jumat (2/10). (MP/Ismail)

Ia menambahkan, jika melihat fenomena sosial dan doktrinisasi keagamaan di kalangan generasi milenial yang sudah menjamur dan memiliki pergerakan yang kian dinamis, menjadi fokus permasalahan yang pemerintah lakukan melalui Undang-Undang yang telah diamanatkan oleh Negara.

Untuk itu, keberadaan peran para pemimpin daerah dan masyarakat khususnya para tokoh dinilai memiliki posisi yang strategis untuk dapat berinterakasi dengan masyarakat, dengan mempertimbangkan persamaan persepsi dan kedekatan emosional yang sama.

Sehingga pemimpin daerah dan para tokoh dinilai sangat mudah diterima kehadirannya oleh masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan agama dengan mencerminkan keagamaan yang beradab, keadilan, kasih sayang, kedamaian dan keselamatan.

"Termasuk menghargai perbedaan dalam semangat toleransi," jelas Boy.

Boy mengingatkan salah satu karakter propaganda yang disebarkan oleh jaringan teroris adalah dengan menggunakan narasi keagamaan untuk mempengaruhi masyarakat.

Dengan menggunakan narasi-narasi informasi yang tersebar di media sosial, masyarakat di dunia maya seringkali menemukan narasi yang dibuat seolah-olah berjuang atas nama agama dan berjihad atas nama agama.

Oleh karena itu, dibutuhkan strategi kontra narasi kekerasan yang disebarkan oleh kelompok radikal terorisme baik di dunia nyata ataupun di dunia maya agar ide radikalisme terorisme dapat dicegah masuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Dalam fenomena ini, pola propaganda, rekrutmen dan indoktrinasi telah mengalami transformasi dari konvensional ke bentuk digital.

"Hari ini, kita tidak lagi terkejut jika ada pelaku teror yang mengalami radikalisasi hanya melalui dunia maya yang tidak bertemu dan tidak terikat dengan jaringan besar kelompok teroris. Fenomena baru ini cukup mengkhawatirkan dan menjadi tantangan kita bersama,” tutur dia.

Sementara, Bupati Karangayar Juliyatmono, menambahkan, pihaknya hanya menggandeng generasi muda, peran tokoh agama dan juga mantan narapidana terorisme yang telah kembali NKRI juga diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah untuk pertukaran informasi.

Mereka tentunya ikut serta menggaungkan Ideologi Pancasila dan paham NKRI yang dimana sudah menjadi jati diri bangsa.

“Kami sering bertemu dengan mantan napiter kami berdayakan mereka kami carikan solusi agar ekonominya membaik juga terbuka sehingga mereka tidak lagi kembali memiliki paham-paham intoleran radikalisme,” ujar Juliyatmo.

Baca Juga

Moeldoko Diminta Tak Ancam Rakyat, KAMI: Sikap Represif dan Otoriter Ketinggalan Zaman

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menekankan penting sekali menggelar silaturahmi guna menjalin komunikasi antar satu sama lain terutama dalam hal pembangunan dan perdamaian untuk memajukan Bangsa Indonesia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Polri Keluarkan Imbauan Waspada Bakal Ada Aksi Balas Dendam dari Para Pelaku Kejahatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Polri Keluarkan Imbauan Waspada Bakal Ada Aksi Balas Dendam dari Para Pelaku Kejahatan

Pesan berantai yang isinya mengatasnamakan Divisi Humas Mabes Polri itu pun menghimbau warga untuk tidak keluar rumah hingga Rabu.

Jokowi Perintahkan Percepat Pembangunan Infrastruktur Digital
Indonesia
Jokowi Perintahkan Percepat Pembangunan Infrastruktur Digital

"Persiapkan betul road map transportasi digital di sektor-sektor strategis, baik di pemerintahan, di layanan publik," kata Jokowi.

Mendagri: Pemda Bisa Tetapkan Darurat Bencana COVID-19
Indonesia
Mendagri: Pemda Bisa Tetapkan Darurat Bencana COVID-19

"Sebagaimana UU No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan bencana bahwa untuk penetapan status darurat bencana di daerah ditetapkan oleh Kepala Daerah," ujarnya

Masyarakat Bawah Terpukul Akibat PSBB, MUI: Buruk Terhadap Sosial Politik Negeri Ini
Indonesia
Masyarakat Bawah Terpukul Akibat PSBB, MUI: Buruk Terhadap Sosial Politik Negeri Ini

Apalagi bagi orang Islam masalah ini jelas-jelas sangat menjadi perhatian

 Istana Jamin Ekonomi Tak Akan Jeblok Karena Virus Corona
Indonesia
Istana Jamin Ekonomi Tak Akan Jeblok Karena Virus Corona

Menurut Fadjroel, pemerintah juga menggerakkan semua daya untuk menjamin jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak kehidupan sosial-ekonominya.

KPK Periksa Mantu Eks Sekretaris Mahkamah Agung
Indonesia
KPK Periksa Mantu Eks Sekretaris Mahkamah Agung

Rezky Herbiono diduga terlibat dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA.

Puluhan Komunitas di Yogyakarta Sumbang APD Untuk Tim Medis
Indonesia
Puluhan Komunitas di Yogyakarta Sumbang APD Untuk Tim Medis

Para anggota MBC menyumbangkan sejumlah APD pada Pemerintah Kabupaten Sleman.

Jadi Korban Framing Media, PDIP Kirim Utusan ke Dewan Pers
Indonesia
Jadi Korban Framing Media, PDIP Kirim Utusan ke Dewan Pers

PDIP merasa prihatin dengan sejumlah tone pemberitaan terkait kasus dugaan suap kepada komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Transmisi Lokal Makin Tidak Terkendali, Kasus COVID-19 Solo Tembus 408 Orang
Indonesia
Transmisi Lokal Makin Tidak Terkendali, Kasus COVID-19 Solo Tembus 408 Orang

Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Solo mencatat penambahan 14 orang pasien positif COVID-19 pada Rabu (2/9).

 Warga Jabodetabek Bisa Mudik, Tapi Penuhi Dulu Syarat-Syarat Ini
Indonesia
Warga Jabodetabek Bisa Mudik, Tapi Penuhi Dulu Syarat-Syarat Ini

Warga harus menunjukkan surat keterangan meninggal dunia atau sakit dari dokter atau Rumah Sakit pada petugas yang ada di pos penyekatan.