BNPT Masuki Dunia Media Sosial Perangi Radikalisme Kepala BNPT Komjen Boy Rafli saat acara diskusi Bertajuk 'Sinergi BNPT dan Pemuda Pancasila dalam Membangun Kesiapsiagaan Nasional', Jumat (3/7) (Ist)

Merahputih.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menyebut, media sosial saat ini masih menjadi sarana yang paling efektif untuk menghasut generasi muda terpapar paham radikal.

"Karena hari ini kan eranya digital, media," kata Boy Rafli saat acara diskusi Bertajuk 'Sinergi BNPT dan Pemuda Pancasila dalam Membangun Kesiapsiagaan Nasional', Jumat (3/7).

Menurut jenderal polisi bintang tiga ini, angka pengguna internet di Indonesia sudah mencapai di atas 140 juta orang, dan 90 persenya memiliki akun media sosial.

Baca Juga

Pemerintah Diminta Tegas soal RUU HIP, Setuju atau Tidak?

Sehingga kemungkinan besar para penyebar paham radikal juga memiliki media sosial. "Dan tentunya kelompok muda disana kalau kita lihat dapat dikatakan menjadi kelompok mayoritas pengguna media sosial," ujarnya.

Boy Rafli berserta jajarannya selalu melakukan pemantauan terhadap akun media sosial tertentu. Pemantauan itu juga dilakukan bersama lembaga lainnya seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Jadi kita membangun kerja sama kemudian melakukan identifikasi dan melakukan langkah-langkah kontra narasinya," ucap dia.

Ia menjelaskan bahwa kerentanan penyebaran paham radikalisme dan terorisme di kalangan anak muda cukup tinggi hingga menjadi kekhawatiran tersendiri.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli saat acara diskusi Bertajuk 'Sinergi BNPT dan Pemuda Pancasila dalam Membangun Kesiapsiagaan Nasional', Jumat (3/7) (Ist)

Keresahan ini semakin diperburuk dengan mudahnya penyebarluasan informasi tentang propaganda maupun perekrutan anggota kelompok yang mengatasnamakan agama kini cenderung memanfaatkan dunia maya khususnya media sosial.

“Kita harus berupaya agar segala bentuk ideologi yang bertentangan dengan NKRI tidak masuk dan dominan informasinya di ruang publik," ungkap Boy.

Pihaknya kini tengah bergerak di hulu, membangun kekuatan Keindonesiaan berbasis Pancasila kemudian berharap karakter dengan sendirinya akan tumbuh dari level bawah sampai atas dari generasi ke generasi.

"Itulah kewajiban kita untuk mengingatkan terus dan BNPT mensinergikan kekuatan itu,” sebut Boy.

Baca Juga

KPK Tegaskan Tidak Dilibatkan di Desain Awal Program Kartu Prakerja

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengungkapkan bahwa perlu pendekatan khusus jika ingin merangkul generasi milenial. Terlebih kini rasa kebangsaan anak muda mulai tergerus dan pengamalan Pancasila tidak semaksimal dulu yang menjadi pintu masuk paham-paham radikal terorisme.

“Anak muda ini menggandrungi gadget dan selalu masuk ke ruang media sosial, inilah yg harus kita waspadai. Kita dijejali dengan berbagai informasi yang baik tetapi ada yang buruk sehingga sebagai bangsa budi pekerti dan paham kebangsaan perlu ditekankan lagi agar mereka (generasi muda) melihat bahwa di tengah deras arus informasi yang ada,," sebut Bamsoet. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH