BNPT Ingatkan Modus Baru Teroris Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius. ANTARA/Humas BNPT

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mewaspadai sel-sel baru teroris pasca kejadian aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Kepala BNPT Suhardi Alius menyebut, para teroris itu mulai hati-hati dalam bergerak.

"Jadi sekarang dari satu sel itu mereka sekarang tentunya agak hati-hati bergerak. Mereka bergerak kelompok-kelompok dan dia tidak bunyi, dan kalau bunyi pasti akan segera diambil (ditangkap)," kata Suhardi kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11).

Baca Juga:

74 Terduga Teroris Ditangkap Setelah Bom Bunuh Diri Medan

Menurut Suhardi, ada modus-modus baru teroris yang perlu diwaspadai.

"Kan ada juga modus-modus yang berubah karena kewaspadaan mereka juga," ujarnya.

Densus 88 menggeledah rumah terduga teroris di Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (18/11). (MP/Ismail)
Densus 88 menggeledah rumah terduga teroris di Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (18/11). (MP/Ismail)

Suhardi pun meminta masyarakat untuk segera melapor kepada aparat jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. Suhardi juga mengatakan akan mengaktifkan program pencegahan terorisme yang bekerja sama dengan lintas kementerian.

Suhardi Alius bakal bekerja sama dengan Kementerian Agama menerjunkan 260 ribu penceramah. Para penceramah itu diminta terlibat menangkal radikalisme di Indonesia.

Baca Juga:

Densus 88 Polri Ciduk 6 Terduga Teroris Jaringan JAD di Cirebon

"Pak Menteri Agama mengatakan pada saat bertemu wapres (Wakil Presiden Ma'ruf Amin), kita punya 260 ribu penceramah dan akan kita aktifkan itu," kata Suhardi.

Densus 88 Antiteror Polri menangkap dan menggeledah rumah tiga terduga teroris di Solo, Jawa Tengah, Senin (18/11). (MP/Ismail)
Densus 88 Antiteror Polri menangkap dan menggeledah rumah tiga terduga teroris di Solo, Jawa Tengah, Senin (18/11). (MP/Ismail)

Sebanyak 260 ribu penceramah itu akan ditempatkan di wilayah prioritas. BNPT juga akan berkerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam program itu.

"Kita akan membuat pola pendidikan yang pas. Mungkin kita potret lagi bahan-bahan ajarannya dan itu akan kita komunikasikan, sehingga masyarakat siap menghadapi dinamika perkembangan zaman tanpa harus tertutup," ujar dia. (Knu)

Baca Juga:

Puluhan Terduga Teroris Ditangkap dan Tiga Tewas Pasca Bom Bunuh Diri Medan


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH