BNPT Ingatkan Masyarakat Jangan Sampai Salah Bersimpati terhadap Isu Taliban Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar di Balai Kota Solo, Kamis (19/8). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi pemberitaan terkait konflik antara pemerintah Afghanistan dengan kelompok Taliban.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengatakan, dengan adanya masalah tersebut, bukan tidak mungkin ada kelompok yang berusaha menggalang simpatisan di tanah air.

“Tentunya kita harus hati-hati dalam menyikapi perkembangan yang terjadi di Afghanistan, yang dilanda konflik berkepanjangan itu. Jangan sampai masyarakat salah bersimpati, karena berdasarkan pemantauan kami ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menggalang simpatisan atas isu Taliban. Ini sedang kita cermati,” ujar Komjen Pol Boy Rafli Amar, dalam keterangan pers yang diterima Jumat (20/8).

Baca Juga:

BNPT Deteksi Penggalangan Simpatisan Kemenangan Taliban di Indonesia

Ia mengatakan hal itu kepada wartawan usai bersilaturahim ke Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, di Balai Kota Surakarta, Kamis (19/8). Silaturahim Kepala BNPT dan jajarannya tersebut dalam rangka membangun sinergi dengan berbagai instansi dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorisme.

Dia menekankan kepada masyarakat agar bijak dan tetap sadar bahwa apa yang terjadi di Afghanistan merupakan persoalan dalam negeri negara itu sendiri. Masalah pergerakan yang terjadi di negara tersebut adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi di Indonesia.

“Jangan sampai masyarakat terpengaruh masuk ke dalam aksi-aksi yang tidak perlu. Karena kita adalah negara yang memiliki ideologi dan konstitusi yang mewajibkan kita untuk bela negara sendiri, bukan bela negara lain,” tegas mantan Kapolda Papua itu.

Menyinggung kemungkinan pengaruh pergerakan Taliban dengan kelompok jaringan terorisme Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) di Indonesia, Kepala BNPT melihat Taliban tidak ada afiliasi dengan ISIS.

Namun demikian Taliban, dalam pergerakannya terjebak dalam perbuatan kekerasan yang dalam terminologi hukum disebut sebagai perbuatan teror.

“Selama berupaya meraih kekuasaan, Taliban melakukan kekerasan. Itu yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Taliban jangan dijadikan role model bagi anak muda karena bertentangan dengan falsafah dan ideologi kita, Pancasila,” ucap mantan Kepala Divisi Humas Polri itu.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar (depan-kanan) bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (depan-kiri)di Balai Kota, Kamis (19/8). (MP/Ismail)
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar (depan-kanan) bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (depan-kiri)di Balai Kota, Kamis (19/8). (MP/Ismail)

Sementara itu, terkait silaturahim kepada Wali Kota Solo, Kepala BNPT mengatakan bahwa keduanya membahas program yang berkaitan dengan dukungan program vaksinasi mantan warga binaan BNPT dan penyintas terorisme serta program pencegahan berkaitan dengan masalah radikalisme dan intoleransi yang berkembang di masyarakat.

“Kita terus bersinergi khususnya dengan Pemkot Solo dan daerah Solo Raya lainnya, karena cukup banyak warga binaan kita yang perlu disinergikan potensinya dengan program-program yang ada di pemerintah daerah setempat," ujar mantan Kapolda Banten ini.

Karena dengan upaya tersebut, menurutnya, diharapkan mantan warga binaan dapat berperan aktif dalam menangkal isu hoaks di tengah pandemi COVID-19 yang nantinya malah justru menghambat upaya program nasional percepatan vaksinasi COVID-19.

“Kita menggandeng warga binaan bersama dengan masyarakat agar meyakinkan semua pihak untuk tidak termakan isu hoaks dan menyukseskan program nasional,” ujar mantan Waka Lemdiklat Polri ini.

Baca Juga:

KBRI Kabul Belum Ditutup Meski Ibu Kota Afghanistan Diduduki Taliban

Dia menjelaskan rencana BNPT ke depan dalam hal penanggulangan terorisme melalui pelibatan seluruh komponen masyarakat baik secara daring maupun luring terkait wawasan kebangsaan dan moderasi beragama karena keberagaman yang dimiliki bangsa ini justru menjadi kerentanan yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok atau oknum tertentu untuk dengan sengaja menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Solo Gibran Rakbuming Raka menyambut baik sinergi yang akan terjalin antara BNPT dan Pemerintah Kota Surakarta.

“Kami berterima kasih dan atas dukungan penuh BNPT terhadap program percepatan vaksinasi, kami siap merangkul teman-teman eks napiter beserta warga binaan agar bisa menyebar virus optimistis dan kami siap bersinergi untuk pencegahan radikalisme dan terorisme,” kata Gibran. (*)

Baca Juga:

Kembalinya Kekuasaan Taliban di Afghanistan Setelah 20 Tahun

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] Gubernur Anies Menangis di KPK
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Gubernur Anies Menangis di KPK

Tidak ada pemberitaan yang kredibel bahwa Anies Baswedan ditangkap oleh KPK. Anies sendiri sempat meresmikan pembangunan Kampung Susun Cakung, Jakarta Timur

Delapan Fokus Jenderal Andika Perkasa saat Jabat Panglima TNI
Indonesia
Delapan Fokus Jenderal Andika Perkasa saat Jabat Panglima TNI

Diakuinya, tugas-tugas TNI memang sudah diatur dalam UU

Istri Sebut Edhy Prabowo Biayai Kuliah Ratusan Anak Putus Sekolah
Indonesia
Istri Sebut Edhy Prabowo Biayai Kuliah Ratusan Anak Putus Sekolah

Keterangan itu disampaikan langsung oleh anggota DPR RI, Iis Rosita Dewi yang merupakan istri dari terdakwa Edhy Prabowo di ruang persidangan.

Sidang Etik: Kapolsek Perkosa Anak Tersangka Direkomendasikan Dipecat
Indonesia
Sidang Etik: Kapolsek Perkosa Anak Tersangka Direkomendasikan Dipecat

Kepala Polsek berinisial Inspektur Polisi Satu IDGN dinyaakan terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dan pasal 14 ayat (1) huruf b Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1/2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

[Hoaks atau Fakta]: Biden dan Putin Dukung Jokowi 3 Periode
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Biden dan Putin Dukung Jokowi 3 Periode

Presiden Vladimir Putin dan Presiden Joe Biden yang bertemu untuk pertemuan puncak di Jenewa, Swiss.

Alasan Polisi Belum Beberkan Penyebab Utama Tabrakan Transjakarta
Indonesia
Alasan Polisi Belum Beberkan Penyebab Utama Tabrakan Transjakarta

Salah satu saksi yang akan dipanggil dalam waktu dekat yakni HRD dari PT Transjakarta

RUU Otsus Papua 2021 Diklaim Jadi Kebutuhan Mendesak
Indonesia
RUU Otsus Papua 2021 Diklaim Jadi Kebutuhan Mendesak

Sudah ada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Penyidik KPK Dilaporkan ke Dewas Karena Tak Kunjung Periksa Legislator PDIP Ihsan Yunus
Indonesia
Penyidik KPK Dilaporkan ke Dewas Karena Tak Kunjung Periksa Legislator PDIP Ihsan Yunus

Laporan tersebut dilayangkan Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, lantaran tak kunjung memeriksa anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ihsan Yunus.

KPK Pisahkan Rutan Bupati Probolinggo dan Suami Tersangka Suap
Indonesia
KPK Pisahkan Rutan Bupati Probolinggo dan Suami Tersangka Suap

Selain Puput dan Hasan, KPK juga menetapkan 20 orang lainnya sebagai tersangka kasus suap ini. Namun, dari jumlah itu, baru lima tersangka yang dijebloskan ke sel tahanan, termasuk Puput dan Hasan.

Menag Yaqut Sayangkan Pernyataan 'Kemenag Hadiah untuk NU' Digoreng Publik
Indonesia
Menag Yaqut Sayangkan Pernyataan 'Kemenag Hadiah untuk NU' Digoreng Publik

"Saya menyayangkan statement itu dalam konteks acara internal dan bocor digoreng publik," kata Gus Yaqut