BNPT Ajak Santri Tetap Setia ke Pancasila dan UUD 1945 Kepala BNPT Boy Rafli Amar (Ist)

Merahputih.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional dalam rangka upaya penanggulangan terorisme di lingkungan santriwan dan santriwati di Indonesia.

Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dan Tuan Guru Bagu (TGB) K.H. Turmudzi Badaruddin selaku tokoh ulama di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam menangkal radikal terorisme di Indonesia, santri dinilai menjadi pilar penting dalam konteks memahami perbedaan.

Baca Juga:

Isu Radikalisme Kembali Mencuat, BPIP sebut Ajaran Pancasila Mesti Dibumikan

"Sebagai kelompok yang identik dengan pesantren, santri merupakan salah satu kelompok agama yang membawa Islam sebagai agama perdamaian, dengan menggelorakan ciri khas pesantren “Hubbul Wathon Minal Iman” atau cinta tanah air sebagian dari iman," jelas Kepala BNPT Boy Rafli Amar dalam keterangan persnya, Sabtu (14/11).

Boy mengajak 90 orang santriwan-santriwati dari 6 ponpes yang ada di Lombok Tengah untuk ikut serta bersinergi mewujudkan Indonesia damai dengan keikutsertaan dalam deklarasi Kesiapsiagaan Nasional.

"Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional ini merupakan salah satu dari 3 unsur penting tugas pencegahan terorisme yang wajib dilaksanakan oleh BNPT bersama Kementerian/Lembaga, selain kontraradikalisasi dan deradikalisasi," sebut Boy yang juga jenderal Polisi berpangkat Komjen ini.

Boy mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk para santri di tanah air agar dapat bersama-sama menjaga bangsa dari ancaman terorisme.

"Atas nama lembaga saya berpesan kepada seluruh santri dan seluruh peserta yang hadir dalam deklarasi ini untuk tetap setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 menjunjung tinggi Kebhinnekaan, serta senantiasa bersinergi menolak intoleransi dan radikal terorisme,” ujar Boy Rafli.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD

Mahfud MD sempat menjelaskan sejarah santri di Indonesia yang sejak zaman dahulu sudah diajarkan untuk membangun bangsa hingga kemerdekaan Republik Indonesia.

Mahfud menyampaikan pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian dan dorongan lebih kepada pondok pesantren untuk dapat melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia.

Ia menjelaskan, pesantren jangan masuk paham radikalisme di dalam lingkungannya.

Mahfud mengklaim, sekarang pemerintah sudah semakin memajukan atau mengutamakan pondok pesantrean dengan perhatian yang diberikan negara mulai dari pendidikan, pembekalan latihan kerja.

"Ini merupakan bentuk perhatian negara kepada pondok pesantren dan para santri dalam rangka pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang akhlakul karimah, yang memiliki kemampuan tinggi, dan bisa berkompetisi dengan negara lain," jelas Mahfud.

Baca Juga:

Jalani Program Deradikalisasi, Eks Napi Terorisme Kini Sukses Jadi Pengusaha Kuliner hingga Perkebunan

Ia berharap agar masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal yang berpotensi terjadinya penyebarluasan paham radikal yang mengarah pada perbuatan tindak pidana terorisme karena santri-santriwati. Termasuk kelompok masyarakat yang cukup rentan terkena dampak dari pengaruh kelompok jaringan teroris. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
IKAPPI: 1.172 Kasus Positif, 142 Pasar Ditutup
Indonesia
IKAPPI: 1.172 Kasus Positif, 142 Pasar Ditutup

IKAPPI juga mendorong agar pemerintah daerah lebih perhatikan terhadap pasar tradisional.

Ini yang Disampaikan Riza Patria ke Jokowi Usai Dilantik Jadi Wagub DKI
Indonesia
Ini yang Disampaikan Riza Patria ke Jokowi Usai Dilantik Jadi Wagub DKI

Kehadirannya juga diharapkan dapat membatu menanggulangi dan mengatasi COVID-19

Teladan YNWA Melawan Corona
Dunia
Teladan YNWA Melawan Corona

You'll Never Walk Alone jadi pilihan utama karena bisa mewakili pesan penyemangat bagi petugas medis

Blusukan di Jakarta, Cara Risma Naikkan Popularitas
Indonesia
Blusukan di Jakarta, Cara Risma Naikkan Popularitas

Pengamat politik, Ray Rangkuti menilai, apa yang dilakukan Risma bisa saja berhubungan dengan menaikan popularitas terutama di media sosial

Polisi Dalami Pengakuan Reza Artamevia Pakai Sabu
Indonesia
Polisi Dalami Pengakuan Reza Artamevia Pakai Sabu

Hingga kini, polisi mengaku masih mendalami lebih lanjut penyebab Reza memakai barang haram tersebut

KPK Sebut Penunjukan Platform Digital Mitra Kartu Prakerja Sarat Konflik Kepentingan
Indonesia
KPK Sebut Penunjukan Platform Digital Mitra Kartu Prakerja Sarat Konflik Kepentingan

Hal itu diketahui dari kajian yang dilakukan dari Program Kartu Prakerja.

Wagub DKI Akui Ada Peningkatan Kasus Corona Imbas Libur Panjang
Indonesia
Wagub DKI Akui Ada Peningkatan Kasus Corona Imbas Libur Panjang

DKI Jakarta mengaku ada penambahan signifikan kasus positif virus corona imbas dari libur panjang pada akhir Oktober 2020 kemarin.

 Indonesia Kehilangan Jutaan Wisatawan Akibat Pandemi Corona
Indonesia
Indonesia Kehilangan Jutaan Wisatawan Akibat Pandemi Corona

“Kalau dihitung saja sih, mungkin kita kehilangan potensi kedatangan wisatawan asing itu sekitar empat juta lah,” kata Wishnutama, Kamis (28/5).

Pembatasan Armada Picu Antrean Mengular, MRT Minta Pengertian
Indonesia
Pembatasan Armada Picu Antrean Mengular, MRT Minta Pengertian

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi jumlah penumpang transportasi umum yang akan masuk ruang tunggu untuk menurunkan potensi penyebaran COVID-19 di ruang publik mulai Senin

Alasan Polisi tak Kunjung Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pungli Rektorat UNJ
Indonesia
Alasan Polisi tak Kunjung Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pungli Rektorat UNJ

Jika sudah memenuhi unsur pidana, maka status kasus itu akan naik ke penyidikan.