BNPB Ungkap Jumlah Total Kerugian Akibat Gempa Sulteng Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta Timur (Foto: MerahPutih/Novriadi Sitompul)

MerahPutih.Com - Gempa Sulawesi Tengah selain menimbulkan korban jiwa hingga merenggut 2000-an orang meninggal juga menyebabkan kerugian material yang lumayan besar.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB memperkirakan kerugian dan kerusakan akibat bencana di Sulawesi Tengah mencapai lebih dari Rp13,82 triliun.

"Untuk membangun kembali daerah terdampak bencana pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi, BNPB memperkirakan akan memerlukan anggaran lebih dari Rp10 triliun," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Surabaya, Minggu (21/10).

Sutopo mengatakan Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB terus melakukan pendataan dan kajian cepat untuk menghitung dampak bencana. Perkiraan kerugian dan kerusakan mencapai Rp13,82 triliun itu berdasarkan perhitungan sementara berdasarkan data hingga Minggu. Diperkirakan dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana akan bertambah karena data yang digunakan adalah data sementara.

Rumah Sakit roboh akibat gempa
Bangunan Rumah Sakit di Palu hancur akibat gempa yang terjadi Jumat (28/9) petang. Foto: Twitter/@Sutopo_PN

Meskipun bukan tugas yang mudah dan ringan, Sutopo menyatakan pemerintah pusat dan daerah siap membangun kembali Sulawesi Tengah dengan prinsip membangun lebih baik dan lebih aman.

Menurut Sutopo, dampak ekonomi mencapai Rp13,82 triliun meliputi kerugian Rp1,99 triliun dan kerusakan mencapai 11,83 triliun. Kerugian merupakan arus ekonomi yang terganggu akibat bencana, sedangkan kerusakan adalah nilai kerusakan fisik.

"Banyak bangunan dan infrastruktur yang hancur akibat gempa, tsunami dan likuifaksi yang terjadi di empat wilayah di Sulawesi Tengah, yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan kabupaten Parigi Moutong," jelasnya.

Kerugian dan kerusakan akibat bencana meliputi lima sektor pembangunan yaitu permukiman mencapai Rp7,95 triliun, infrastruktur Rp701,8 miliar, ekonomi produktif Rp1,66 triliun, sosial Rp3,13 triliun dan lintas sektor mencapai Rp378 miliar.

Kerusakan akibat Gempa Sulteng
Kerusakan akibat gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) petang. Foto: Twitter/@Sutopo_PN

Sutopo sebagaimana dilansir Antara mengatakan kerusakan yang terdata sementara meliputi 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, 78 unit perkantoran, 362 unit toko, 168 titik jalan retak, tujuh unit jembatan dan sebagainya.

"Dampak kerugian dan kerusakan di sektor permukiman paling besar karena dampak bencana yang luas dan masif. Hampir semua bangunan di sepanjang pantai di Teluk Palu rata dengan tanah dan rusak berat," katanya.

Terjangan tsunami dengan ketinggian antara 2,2 meter hingga 11,3 meter dengan landasan terjauh mencapai hampir 0,5 km telah menghancurkan permukiman.

Begitu juga dengan amblesan dan pengangkatan permukiman di Balaroa, likuifaksi yang menenggelamkan permukiman di Petobo, Jono Oge dan Sibalaya telah menyebabkan ribuan rumah hilang.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Banyak Pelanggaran Kampanye, TePI Soroti Ketegasan PKPU



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH