BNPB Tetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat PMK, Berikut 6 Poin Pentingnya Petugas Distankan Kabupaten Rejang Lebong melakukan vaksinasi ternak guna mengantisipasi penyebaran PMK di wilayah itu. ANTARA/HO-Distankan Rejang Lebong

MerahPutih.com - Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti ternak masih mewabah di sejumlah daerah.

Oleh sebab itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status keadaan tertentu darurat PMK. Keputusan ini dituangkan pada Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 47 Tahun 2022.

Baca Juga

MUI Tegaskan Hewan Bergejala Ringan PMK Sah untuk Kurban

"Menetapkan Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana tentang penetapan status keadaan tertentu darurat penyakit mulut dan kuku,” demikian isi Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 47 Tahun 2022, sebagaimana dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (2/7)

Dalam surat keputusan yang ditanda tangani oleh Kepala BNPB Letjen Suharyanto menetapkan enam poin penting terkait wabah PMK.

Pertama, menetapkan status keadaan tertentu darurat penyakit mulut dan kuku. Kedua, penyelenggaraan penanganan darurat pada masa status keadaan tertentu darurat penyakit mulut dan kuku sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketiga adalah bahwa penyelenggaraan penanganan darurat sebagaimana dimaksud pada diktum kedua dilakukan dengan kemudahan akses sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai penanggulangan bencana.

Keempat, kepala daerah dapat menetapkan status keadaan darurat penyakit mulut dan kuku untuk percepatan penanganan penyakit mulut dan kuku pada daerah masing-masing.

Baca Juga

Pemerintah Tetapkan Status Darurat Wabah PMK Hingga 31 Desember 2022

Kelima, segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada APBN, dana siap pakai yang ada pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sumber pembiayaan lainnya yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keenam, keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Saat penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat PMK pada hewan ternak, angka penularan PMK per Jumat (1/7) pukul 12.00 WIB telah mencapai 233.370 kasus aktif yang tersebar di 246 wilayah kabupaten/kota di 22 provinsi, menurut data dari Isikhnas Kementan.

Adapun lima wilayah provinsi dengan kasus tertinggi adalah mulai dari Jawa Timur 133.460 kasus, Nusa Tenggara Barat 48.246 kasus, Jawa Tengah 33.178 kasus, Aceh 32.330 kasus dan Jawa Barat 32.178 kasus.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan PMK, jumlah total akumulasi kasus meliputi 312.053 ekor hewan ternak yang sakit, 73.119 ekor hewan ternak dinyatakan sembuh, 3.839 ekor hewan ternak dipotong bersyarat dan sebanyak 1.726 ekor hewan ternak mati karena PMK.

Sebagai bentuk upaya penanganan darurat wabah PMK, pemerintah terus meningkatkan percepatan pelaksanaan vaksinasi untuk hewan ternak guna meningkatkan kekebalan dan mencegah terjadinya kematian. Adapun jumlah hewan ternak yang telah divaksin telah mencapai 169.782 ekor. (Knu)

Baca Juga

Tanggulangi PMK pada Hewan Kurban, Anies Turunkan 865 Petugas Kesehatan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Seluruh Kepala Daerah PDIP Teken Surat Pernyataan di Hadapan Megawati
Indonesia
Seluruh Kepala Daerah PDIP Teken Surat Pernyataan di Hadapan Megawati

Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, meminta para kepala/wakil kepala daerah yang diusung PDIP untuk menandatangani surat pernyataan.

Penembakan Terjadi di Mall of America, Polisi Pastikan tidak Ada Korban
Dunia
Penembakan Terjadi di Mall of America, Polisi Pastikan tidak Ada Korban

Polisi menyatakan tidak ada korban dalam insiden itu.

Jelang Idul Adha, Jawa Barat Suntik 70 Ribu Hewan Ternak Sehat Cegah PMK
Indonesia
Jelang Idul Adha, Jawa Barat Suntik 70 Ribu Hewan Ternak Sehat Cegah PMK

Penanganan terhadap infeksi virus PMK di Jawa Barat dilakukan dengan maksimal, salah satunya dengan mempercepat vaksinasi.

Besok, Presiden Jokowi Bertemu Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako
Indonesia
Besok, Presiden Jokowi Bertemu Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako

Presiden Joko Widodo akan mengunjungi Jepang pada Rabu (27/7) dan dijadwalkan bertemu dengan Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, menurut keterangan dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tokyo, Selasa (26/7).

Massa KRMP Minta Anies Cabut Pergub 207/2016
Indonesia
Massa KRMP Minta Anies Cabut Pergub 207/2016

Puluhan warga yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Menolak Penggusuran (KRMP) menggruduk kantor Gubernur Anies Baswedan di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (24/2).

Berikan Anugerah, Dewan Pers Ajak Warga Apresiasi Anak Bangsa Berprestasi
Indonesia
Berikan Anugerah, Dewan Pers Ajak Warga Apresiasi Anak Bangsa Berprestasi

Nuh mengingatkan, pada tahun-tahun mendatang kompleksitas sosial akan semakin cepat dibandingkan kompleksitas pemahaman sehingga dibutuhkan wartawan yang menguasai salah satu spesialis.

Penundaan Pemilu Ada di Negara Nondemokrasi
Indonesia
Penundaan Pemilu Ada di Negara Nondemokrasi

Menurutnya, logika-logika soal penundaan pemilu sebenarnya adalah pemikiran yang terjadi di negara-negara nondemokrasi.

Hari Ini Muhammadiyah Gelar Salat Idul Adha
Indonesia
Hari Ini Muhammadiyah Gelar Salat Idul Adha

Pemerintah, yang di dalamnya termasuk ormas Islam lain seperti NU dan Persis, baru akan melaksanakan Shalat Idul Adha pada Minggu (10/7).

Max Sopacua Sebulan Bertarung Lawan Kanker di 2 RS, Istirahat Terakhir di Ciomas
Indonesia
Max Sopacua Sebulan Bertarung Lawan Kanker di 2 RS, Istirahat Terakhir di Ciomas

Max Sopaccua sempat dirawat di dua rumah sakit berbeda sembelum akhirnya meninggal.

Mabes Polri Rekrut 56 Eks Pegawai KPK, Kekisruhan TWK Diharapkan Berakhir
Indonesia
Mabes Polri Rekrut 56 Eks Pegawai KPK, Kekisruhan TWK Diharapkan Berakhir

Perekrutan untuk memperkuat Bareskrim Polri dan kebijakan Kapolri itu dinilai sangat responsif dan solutif.