berita-singlepost-banner-1
BNPB Minta Masyarakat Manfaatkan 'Telemedik' Cegah COVID-19, Apa Itu? Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo (Foto: antaranews)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi telemedik atau telemedicine untuk upaya pencegahan dan penanganan COVID -19.

"Melalui telemedik, masyarakat dapat lebih siap secara dini dalam pencegahan dan penanganan menghadapi penyakit yang disebabkan SAR-CoV-2 atau COVID-19," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3).

Baca Juga:

Yurianto: DKI Jakarta Penyumbang Terbanyak Pasien Positif Corona

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Aliansi Telemedik Indonesia (Atensi) memanfaatkan telemedik yang berbasis internet untuk memberikan beberapa pelayanan terkait COVID -19.

"Manfaat itu mulai penyediaan informasi sebagai upaya edukasi dan kesiapsiagaan hingga berkonsultasi secara interaktif atau online," ujarnya

Menurut Agus, melalui layanan yang diakses secara online dengan perangkat gawai dan computer, berbagai informasi penting dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, seperti contoh cuci tangan yang benar, etika batuk maupun physical distancing.

Di samping itu, layanan ini membantu pemerintah dalam memberikan informasi COVID-19 yang benar sehingga masyarakat dapat mengantisipasi berita palsu (hoaks) maupun mengurangi kepanikan.

"Manfaat penting lainnya yaitu pemberian informasi mengenai tingkat risiko warga terhadap COVID-19," imbuhnya.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo sebut pandemi corona masuk bencana nasional
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo sebut pandemi corona sebagai bencana nasional (Foto: antaranews)

Melalui layanan ini, kata Agus, masyarakat dapat meminimalkan kunjungan ke fasilitas kesehatan sehingga isolasi mandiri dan social distancing dapat lebih efektif. Ia berharap cara ini dapat membantu fasilitas kesehatan untuk lebih fokus terhadap penanganan pasien positif COVID-19.

"Bagi masyarakat yang berisiko tinggi pengidap COVID- 19, layanan ini terhubung dengan fasilitas kesehatan terdekat maupun rumah sakit rujukan sesuai dengan protokol resmi pemerintah," ujarnya.

Layanan telemedik ini terselenggara atas kerja sama Kementerian Kesehatan dan Atensi pada Kamis lalu (19/3). Sebanyak dua belas perusahaan digital yang tergabung dalam Atensi siap untuk bersinergi dengan pemerintah.

Baca Juga:

Jubir Corona Berharap Warga Tak Panik Saat Lakukan Cek Corona

Perusahan tersebut yakni DokterSehat, Alodokter, Halodoc, SehatQ, KlikDokter, Good Doctor Technology Indonesia, ProSehat, Link Medis Sehat, Klinikgo, Perawatku.id, Aveecena dan Docquity.

"Jangkauan layanan telemedik ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah-wilayah terindikasi rawan penyebaran COVID – 19," kata Agus. (Pon)


berita-singlepost-mobile-banner-3

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6