BNPB Kirim 2 Helikopter Distribusikan Bantuan Logistik Korban Banjir Kondisi banjir besar yang terjadi di Belitung semua akses jalan terputus. (Foto: Humas BNPB)

MerahPutih.com - Penanganan banjir yang melanda Kabupaten Belitung dan Belitung Timur terus dilakukan. Beberapa wilayah masih terendam banjir. Evakuasi dan distribusi bantuan terus dilakukan oleh tim gabungan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan selain beberapa ruas jalan putus. Kondisi tersebut menyebabkan evakuasi dan distribusi logistik terhambat.

"Untuk mengatasi kendala ini BNPB mengirimkan dua helikopter jenis MI-17 dan Bolco untuk distribusi bantuan. Selain itu BNPB juga mengirimkan bantuan logistik senilai Rp567,4 juta rupiah. Bantuan berupa barang meliputi makanan siap saji, lauk pauk, sandang, selimut, karung pasir, kidware, family kit, peralatan dapur, tenda gulung dan lainnya. Bantuan dikirim melalui pesawat cargo," kata Sutopo, Senin (17/7).

Sutopo menjelaskan helikopter MI-17 berkapasitas besar yang mampu mengangkut personil dan logistik.

"Sedangkan helikopter Bolco juga dapat digunakan untuk kaji cepat, angkut personil dan logistik menjangkau lokasi-lokasi yang sulit dijangkau," tuturnya.

Sementara Kepala BNPB, Willem Rampangilei menjelaskan saat ini telah berada di lokasi banjir di Belitung Timur bersama Wakil Gubernur Bangka Belitung, Bupati Belitung dan Bupati Belitung Timur dan lainnya.

"Kami memberikan arahan agar aktivasi posko darurat. Belum adanya BPBD di Belitung Timur menyebabkan kendala dalam koordinasi dan komando penanganan darurat. BPBD Provinsi Bangka Belitung agar terus membantu pemda dan akan dibantu penuh BNPB," tuturnya.

Hingga saat ini ribuan jiwa mengungsi. Data sementara terdapat 3.737 jiwa mengungsi di Belitung Timur. Pendataan masih dilakukan.

Penyebab banjir disebabkan oleh kombinasi antara faktor antropogenik dan alami menyebabkan banjir besar. Hujan yang turun di wilayah Belitung tergolong ekstrem sehingga menimbulkan banjir besar. Berdasarkan data BMKG terukur curah hujan pada 15/7/2017 di stasiun Kelapa Kampit sebesar 306 mm/hari, Air Asam 290 mm/hari, Membalong 302 mm/hari, Perawas 128 mm/hari, dan Sijuk 82 mm/hari. Selain itu kerusakan DAS akibat pertambangan dan konversi lahan menjadi perkebunan makin meningkatkan kerentanan. Perlu adanya pengaturan dan penataan ulang.

Beberapa wilayah di enam kecamatan di Kabupaten Belitung Timur terlanda banjir sejak Minggu (16/7/2017) yang meliputi Kecamatan Simpang Renggiang (Desa Renggiang, Kecamatan Simpang Pesak (Desa Pesak), Kecamatan Gantung (Desa Selingsing, Batu Penyu, Aik Ruah), Kecamatan Manggar, Kecamata Damar (Desa Aik Kelik, Mempayak, Sukamandi, Balok), dan Kecamata Kelapa Kampit (Desa Mayang). Hujan ekstrem dan kerusakan lingkungan menjadi faktor utama penyebab banjir.

Distribusi bantuan terkendala putusnya jalan dan jembatan. 7 jembatan mengalami rusak parah atau putus yaitu:
-Jembatan Air Madu di Sampang Renggiang (rusak berat).
-Jembatan Bentaian di Manggar (rusak berat).
-Jembatan Air Asam di Dendang (rusak berat).
-Jembatan Batu Penyuk di Gantung (putus).
-Jembatan Selumar di Gantung (putus).
-Jembatan Buding di Kelapa Kampit (rusak berat).
-Jembatan Penirokan di Kelapa Kampit (putus).


Tags Artikel Ini

Yohannes Abimanyu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH