BNPB Finalisasi Data 15 Hotel Jadi Tempat Isolasi Mandiri Pasien Corona Ilustrasi - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

MerahPutih.com - Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi mengatakan, pihaknya masih mendata 15 hotel yang akan diubah menjadi tempat isolasi mandiri pasien corona dengan kategori orang tanpa gejala (OTG).

Data hotel yang lagi dituntaskan BNPB ialah dari Pemprov DKI dan provinsi lain yang menjadi ruang inap pasien COVID-19.

"Kami sedang menunggu data final dari DKI dan beberapa provinsi," kata Dody saat dikonfirmasi Merahputih.com, Senin (14/9).

Baca Juga:

Pemerintah Pusat Tanggung Isolasi di Hotel Bintang 2 dan 3

Dody mengaku, pihaknya akan membeberkan lokasi dan status 15 hotel yang akan dijadikan tempat pasien corona.

"Nanti kalau sudah masuk datanya, saya segera kabarin," ungkapnya.

Ilustrasi - Petugas medis memasang alat bantu pernafasan pada pasien dalam Simulasi Penanganan Pasien Corona di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Ilustrasi - Petugas medis memasang alat bantu pernafasan pada pasien dalam Simulasi Penanganan Pasien Corona di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan, setidaknya ada 15 hotel bintang 1 hingga 3 yang disiapkan sebagai tempat karantina.

Kapasitas ruang inap bagi pasien corona dari hotel itu mencapai 3.000 orang.

Baca Juga:

Anies Pastikan Tutup Gedung Kantor dengan Karyawan Positif Corona

"Kita telah bekerja sama dengan hotel bintang 1 dan 2 untuk menjadi fasilitas karantina. Ini tolong disampaikan ada 15 hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta dengan kapasitas 3.000, kita telah bekerja sama dengan grup-grup hotel yang ada," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, tujuan hotel jadi ruang karantina agar pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan tidak melakukan isolasi mandiri di rumah. (Asp)

Baca Juga:

Alat Penilai Risiko Terbaru Ini Mampu Prediksi Tingkat Kematian Kasus Akibat Virus Corona

Penulis : Zulfikar Sy Zulfikar Sy
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mengaku Ditawari Pesawat oleh AS, Morales: Saya Yakin Itu Pasti ke Guantanamo
Dunia
Mengaku Ditawari Pesawat oleh AS, Morales: Saya Yakin Itu Pasti ke Guantanamo

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales mengaku mendapat tawaran pesawat oleh Amerika Serikat untuk angkat kaki dari Bolivia

Jika RUU Omnibus Law Disahkan, Presiden Buruh Klaim 32 Federasi Bakal Mogok Nasional
Indonesia
Jika RUU Omnibus Law Disahkan, Presiden Buruh Klaim 32 Federasi Bakal Mogok Nasional

Sebanyak 32 federasi dan konfederasi di Indonesia memutuskan akan melaksanakan unjuk rasa serempak secara nasional yang diberi nama mogok nasional.

Modus Pelaku Jambret, Rampas HP dan Tuduh Korban Menjadi Pelaku
Indonesia
Modus Pelaku Jambret, Rampas HP dan Tuduh Korban Menjadi Pelaku

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, para pelaku didominasi pelajar dan pengangguran.

Jelang Pembukaan Mall, Pengelola Diminta Tegas Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Jelang Pembukaan Mall, Pengelola Diminta Tegas Terapkan Protokol Kesehatan

Heru menerangkan, pusat perbelanjaan harus mendukung program pemerintah untuk menerapkan protokol new normal di lingkungan.

Pemprov DKI Pasang Stiker di Mobil yang Nunggak Pajak
Indonesia
Pemprov DKI Pasang Stiker di Mobil yang Nunggak Pajak

BPRD DKI Jakarta tengah menjalani skema door to door ke pemilik mobil yang belum bayar pajak.

Di Tengah Pandemi COVID-19, Wapres Ma'ruf Amin Sambangi Sukabumi
Indonesia
Di Tengah Pandemi COVID-19, Wapres Ma'ruf Amin Sambangi Sukabumi

Kunjungan ini beragendakan peninjauan beberapa titik untuk melihat kesiapan the normal di kota tersebut.

PSBB Mau Berakhir, PKS Minta Anies Tak Buka Tempat Hiburan Malam
Indonesia
PSBB Mau Berakhir, PKS Minta Anies Tak Buka Tempat Hiburan Malam

Saat ini kasus COVID-19 di ibu kota melonjak signifikan dengan positivity rate 10,5 persen.

Sertifikat Tanah Diblokir BPN, Pengusaha Bakal Mengadu ke Menteri
Indonesia
Sertifikat Tanah Diblokir BPN, Pengusaha Bakal Mengadu ke Menteri

BPN telah melakukan penafsiran amar putusan hakim yang notabene tidak menyebutkan objek aquo adalah barang sitaan

Polisi Kerahkan Intelijen Kaji Izin Reuni Akbar 212
Indonesia
Polisi Kerahkan Intelijen Kaji Izin Reuni Akbar 212

Data intelijen diperlukan untuk merencanakan langkah yang harus dilakukan

Demo PA 212 Picu Kemacetan Lalu Lintas, Polisi Lakukan Pengalihan Arus
Indonesia
Demo PA 212 Picu Kemacetan Lalu Lintas, Polisi Lakukan Pengalihan Arus

Masa aksi lain tetap melanjutkan orasi dengan dipandu oleh beberapa orator