BNPB: Awan Panas Gunung Agung Berbeda dengan Gunung Sinabung Terjadi guguran dari kuba lava Gunung Sinabung terlihat dari Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung, Karo, Sumatera Utara, Kamis (4/6). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

MerahPutih.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan Gunung Agung di Bali tidak akan mengeluarkan awan panas seperti Gunung Sinabung di Sumatera.

"Awan panas di Gunung Agung tidak akan terbentuk karena lavanya baru sepertiga mengisi kawah. Kalau sudah meluber, baru terbentuk awan panas," kata Sutopo saat dihubungi di Jakarta, Selasa (9/1), dilansir Antara.

Sutopo mengatakan Gunung Agung memiliki mangkok kawah sedangkan Gunung Sinabung tidak memiliki sehingga ketika terjadi aktivitas vulkanik lava langsung meluber dan membentuk awan panas.

"Yang paling berbahaya dari sebuah gunung berapi adalah awan panas karena luncurannya sangat kencang, bisa mencapai 200 kilometer per jam," tuturnya.

Menurut Sutopo, setiap gunung berapi memiliki karakter yang berbeda. Secara vulkanik, Gunung Agung memang lebih ganas daripada Gunung Sinabung seperti terbukti pada letusan besar Gunung Agung yang terjadi pada 1963.

Karena lama tidak terlihat aktivitas vulkaniknya, masyarakat Bali cenderung membandingkan letusan Gunung Agung terakhir dengan letusan pada 1963 sehingga relatif membuat kepanikan.

Hal itu berbeda dengan masyarakat di sekitar Gunung Sinabung yang lebih siap menghadapi letusan gunung karena relatif lebih sering meletus.

"Padahal letusan Gunung Agung saat ini tidak akan seperti 1963. Potensi energi saat ini tidak akan meletus sebesar 1963," katanya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Datangi UEA, BPOM Awasi Langsung Pengembangan Vaksin COVID Sebelum Disuplai ke Indonesia
Indonesia
Datangi UEA, BPOM Awasi Langsung Pengembangan Vaksin COVID Sebelum Disuplai ke Indonesia

Kepala Badan POM Penny K Lukito langsung melakukan kunjungan kerja di Uni Emirat Arab (UEA).

[HOAKS atau FAKTA] Indra Sjafri Jadi Pelatih Juventus
Olahraga
[HOAKS atau FAKTA] Indra Sjafri Jadi Pelatih Juventus

Pelatih berusia 57 tahun tersebut menjelaskan memang pernah mengunjungi Turin dan berfoto di markas Juventus pada akhir 2018 silam.

KPK Pasrah "Dibohongi" Imigrasi Terkait Keberadaan Harun Masiku
Indonesia
KPK Pasrah "Dibohongi" Imigrasi Terkait Keberadaan Harun Masiku

Selain berkoordinasi dengan Pihak imigrasi, kata Ali pihaknya juga menggandeng pihak polri untuk mencari keberadaan caleg PDIP Harun Masiku.

Jokowi 'Pamer' LRT Jabodebek Bisa Layani 31 Rangkaian Kereta di Medsos
Indonesia
Jokowi 'Pamer' LRT Jabodebek Bisa Layani 31 Rangkaian Kereta di Medsos

November ini ,kereta itu menjalani serangkaian uji coba di jalur LRT

Duh! Masih Ada 40-an Masjid di Jakarta Gelar Tarawih Berjemaah Saat PSBB
Indonesia
Duh! Masih Ada 40-an Masjid di Jakarta Gelar Tarawih Berjemaah Saat PSBB

Pemprov DKI masih terus berkoordinasi dengan MUI dan Dewan Masjid Indonesia.

Pekerjakan 18,5 Juta Orang, Manufaktur Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi
Indonesia
Pekerjakan 18,5 Juta Orang, Manufaktur Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi

Secara paralel, pemerintah juga memberikan berbagai kebijakan fiskal dan non-fiskal yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri manufaktur maupun calon investor baru.

Warga Cilincing Sempat Rusak Rumah Pompa Bulak Cabe, Ini Gara-garanya!
Indonesia
Warga Cilincing Sempat Rusak Rumah Pompa Bulak Cabe, Ini Gara-garanya!

“Namun air yang datang extreme jumlahnya, sehingga dibutuhkan waktu untuk mengeringkannya,” ujarnya.

Update COVID-19 Kamis (16/4): 5.516 Kasus Positif, 496 Meninggal Dunia
Indonesia
Update COVID-19 Kamis (16/4): 5.516 Kasus Positif, 496 Meninggal Dunia

Yuri mengungkapkan jumlah penambahan pasien yang sembuh ada 102 sehingga 548 sembuh

 Eks Anak Buah Hasto PDIP Dituntut 2 Tahun dan 6 Bulan Penjara
Indonesia
Eks Anak Buah Hasto PDIP Dituntut 2 Tahun dan 6 Bulan Penjara

"Menyatakan terdakwa Saeful Bahri terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah, melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Jaksa KPK Takdir Suhan

Kerja di Tengah Pagebluk COVID-19, Begini Harapan Pansel KY
Indonesia
Kerja di Tengah Pagebluk COVID-19, Begini Harapan Pansel KY

Pansel KY dibentuk Presiden Jokowi dan sudah mulai bekerja sejak 1 April lalu.