BNPB: 584 Desa di Jawa Rawan Tsunami dan Gempa Ilustrasi gempa Bumi. Foto: Ist

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menyisir ke 584 desa rawan gempa bumi dan tsunami di kawasan Selatan Pulau Jawa.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik Kurniawan mengatakan dalam pelaksanaan ekspedisi ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan menumbuhkan sikap kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.

Dari kiri ke kanan, koordinator tim penulis Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami Trinirmalaningrum, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan, dan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Rahmad Triyono saat jumpa pers Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami yang diadakan di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (10/7/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)
Dari kiri ke kanan, koordinator tim penulis Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami Trinirmalaningrum, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan, dan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Rahmad Triyono saat jumpa pers Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami yang diadakan di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (10/7/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)

"Ekspedisi desa tangguh bencana ini program kesiapsiagaan atau pencegahan, kalau selama ini mungkin dianggap bahwa program pencegahan itu dikatakan tidak ada atau sedikit sekali, ini kita sampaikan salah satu program pencegahan adalah ekspedisi ini," katanya di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (10/7)

BACA JUGA: BNPB Nilai Wilayah Kalimantan Aman Jadi Ibu Kota Baru

Adapun penyelenggaraan ekspedisi ini akan dilaksanakan pada 12 Juni-17 Agustus 2019 dan melibatkan beberapa instansi terkait, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, lembaga masyarakat, para pakar, hingga relawan.

Nantinya, mereka akan datangi masyarakat secara langsung dan memberikan edukasi serta simulasi ketika menghadapi bencana.

"Eksedisi ini akan berlangsung selama 34 hari terbagi menjadi 4 segmen, Jawa Timur 11 hari, kemudian Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat dan Banten. Masing-masing segmen akan diikuti oleh 200 orang peserta yang tadi kami sampaikan dari beberapa unsur ada pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, para pakar," bebernya.

"Kita akan bahu membahu di sana kita akan berpindah titik, untuk mengedukasi masyarakat, untuk menagguhkan mereka, dan tidak kalah penting lagi kita akan menilai 584 desa itu akan kita nilai ketangguhannya. Kita akan sediakan formulir atau buku untuk oenilaian ketangguhan desa," tutur dia

Lilik menambahkan, secara keseluruhan desa yang rawan bencana di seluruh Indonesia tercatat ada 5 744 desa. Sedangkan untuk di wilayah Selatan Jawa ada 584 desa. Hal ini akan menjadi titik awal untuk melakukan ekspedisi.

"Kita akan lewati 584 desa rawan tsunami, di Indonesia ada 5.744 desa rawan tsunami, 584 ada di Selatan Jawa, ini menjadi hal yang penting kenapa kita lakukan di Selatan Jawa, karena dari 584 desa tadi ada kurang lebih 600 ribu masyarakat kita yang tinggal di desa itu rawan tsunami," bebernya.

Ilustrasi Tsunami
Ilustrasi Tsunami

BACA JUGA: Kuatkan Kesiapsiagaan, BNPB Harap Bali Punya Banyak Sirine Tsunami

Dengan adanya ekspedisi ini, BNPB berharap dapat memperkecil korban bencana alam di wilayah Selatan Jawa.

"Menjadi penting bagi kami kalau kemudian kita menyampaikan kalau misalnya hari ini ada tsunami terjadi di Selatan Jawa kami khawatir korban akan sangat banyak, sebelum tsunami terjadi kita harus tangguhkan masyarakat di sana," ungkapnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH