BNN Bongkar 33 Jaringan Narkoba Selama 2019 Ilustrasi (Foto: Pixabay/jorono)

Merahputih.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko memaparkan capaiannya dalam memberantas narkoba di Indonesia selama kurun waktu 2019.

Heu membeberkan dalam kurun waktu setahun terakhir BNN berhasil mengungkap 55 kasus dengan total 509 tersangka. Winarko menerangkan, para tersangka tergabung dalam 33 jaringan berbeda.

"19 jaringan melibatkan warga binaan atau napi di Lapas," kata Heru, Jumat (26/5).

Baca Juga:

Sangat Memungkinkan Pendadakan Strategi di Tengah Pagebluk COVID-19

Selain itu, BNN juga berhasil memetakan 98 jaringan sindikat narkotika. 27 di antaranya berskala internasional. Tak cuma itu, Winarko menjelaskan selama Pandemi COVID19 melanda Indonesia, BNN juga berhasil membongkar 14 jaringan internasional.

"Kebanyakan melalui online, jasa pengiriman, tetapi masih ada jalur laut," ucap Heru yang berpangkat jenderal bintang tiga ini.

Heru menerangkan, langkah strategis yang dilakukan BNN dalam upaya perang melawan narkotika yaitu strategi pengurangan terhadap permintaan (demand reduction) dan strategi pengurangan terhadap pasokan (supply reduction).

"Demand reduction merupakan aktivitas pencegahan, agar masyarakat memiliki ketahanan diri dan imun terhadap penyalahgunaan narkotika. Selain itu melalui strategi supply reduction yakni aspek penegakan hukum yang tegas dan terukur dalam mennagani sindikat narkotika," ujar dia.

BNN juga melakukan upaya rehabilitasi bagi pecandu dan penyalahgunaan narkotika sebagai bentuk kongkret yang telah dilaksanakan dalam menunjang kepercayaan masyarakat.

Pecandu seringkali kembali terjerumus (Foto: Pixabay/lechenie-narkomanii)
Ilustrasi Narkoba (Foto: Pixabay/lechenie-narkomanii)

Di antaranya membuat program Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba), relawan anti narkotika, program ketahanan keluarga untuk mengimplemetasikan modul family united, membuat rumah edukasi anti narkotika sebagai media yang mampu membangun hubungan, dan memfaslitasi generasi muda mengeskrpesikan diri melalui platform digital yang berfungsi sebagai media edukasi dan media informasi.

BNN juga menjalin kerjasama dengan Lapas dan Rutan terkait pelaksaan rehabilitas narkotika dan dalam pengungkapan jaringan. Selain itu, BNN turut mendorong perkenomian Indonesia dengan membenahu kawasan rawan.

"BNN memberikan pelatihan kepada warga binaan, dan memasarkan produk melalui aplikasi toko stopnarkoba.bnn.go.id, yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat," ucap jenderal bintang tiga ini.

Baca juga:

Ditemukan Ganja dan Alat Hisap Sabu, Tio Pakusadewo Pakai Narkoba karena Stroke Ringan

BNN juga meningkatkan kerjasama internasional dengan melakukan latihan terintegrasi bersama Filipina, Laos, Fizi, Srilanka dan Timor Leste. Lalu, mengelar pelatihan internasional berkaitan dengan teknik dan penyelidikan narkotika yang diajari oleh Timor Leste, Arab Saudi, Brunei, Thailand, Kamboja, Papua Nugini, dan Kolombia,

Heru mengklaim kerjasama yang dibangun mampu mengurangi penyeludupan narkotika ke Indonesia. Menurut dia, angka prevalensi terhadap narkotika pada 2019 sekitar 1,80 persen atau setara dengan 3.419.188. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH