BNI Salurkan KUR Rp12 Miliar di Bantul Pengunjung melihat kain tenun sutera Sengkang mitra usaha Bank BNI pada Pameran Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Expo 2017. (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)

MerahPutih - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Kantor Cabang Yogyakarta hingga pertengahan 2017 menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada warga dan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Bantul sebesar Rp12 miliar.

"Untuk KUR di Bantul, posisi saat ini sudah tersalurkan sekitar Rp12 miliar dari target 2017 sebesar Rp40 miliar," kata Pemimpin Bidang Pemasaran Bisnis BNI Yogyakarta Daes Luriatmoko di sela sosialisasi Layanan Bantul Kreatif Mart di Bantul, Sabtu (15/7).

Oleh sebab itu, kata dia, melalui fasilitas layanan penjualan produk UMKM dan kerajinan Bantul melalui internet yang disediakan lembaga perbankan dengan Dinas Perdagangan Bantul itu dapat mempercepat penyaluran KUR jika memenuhi syarat.

"Jadi masih banyak yang belum diserap, mudah-mudahan dengan program Bantul Kreatif Mart yang memfasilitasi mulai dari cara pemasaran hingga penjualan produk dengan mudah ini memberi dorongan untuk mengajukan KUR," katanya.

Ia mengatakan KUR yang dapat dinikmati warga yang bergerak di bidang perdagangan dan pelaku UMKM besarannya bervariasi mulai dari Rp25 juta sampai maksimal Rp75 juta, jika memenuhi syarat seperti adanya jaminan.

Daes juga menjelaskan BNI sebagai bank milik negara mempunyai orientasi pada ekonomi kerakyatan baik kepada masyarakat Bantul maupun DIY baik melalui edukasi maupun penambahan layanan penjualan melalui online, dari yang selama ini dijual lewat toko.

"Jadi para UMKM Bantul bisa segera mendaftarkan produknya ke Bantul Kreatif Mart dengan membuka rekening di BNI melalui pengelola Rumah Kreatif Bantul agar bisa berjualan produk melalui jaringan Bantul Kreatif Mart itu," katanya.

Ia juga menjelaskan program layanan penjualan lewat online bagi produk UMKM Bantul sudah berjalan tahun 2017, dan hingga saat ini sudah ada ratusan produk UMKM Bantul yang dijual melalui Bantul Kreatif Mart, salah satunya produk batik Bantul.

"Diharapkan setiap hari ada, memang perlu waktu untuk proses, karena ada standar khusus, baik dari sisi barang, penyajian gambarnya. Mudah-mudahan tahun ini bisa bertambah beberapa kali lipat, dan ini artinya kita sediakan sarana dan skema," katanya. (*)

Sumber: ANTARA






Yohannes Abimanyu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH