BMX Jadul yang Tak Lekang oleh Waktu Sepeda BMX old skool (Foto: MerahPutih/Dicke Prastya)

SEPEDA BMX berawal dari satu jenis sepeda yaitu "Schwinn Stingray" yang didesain dan diproduksi pada tahun 1963 silam. Sepeda stingray sendiri awalnya dijadikan oleh anak-anak untuk meniru gaya pengendara motocross pada masa itu.

Seiring berjalannya waktu sepeda BMX pun semakin digemari di tahun 1970-an, para anak-anak di seluruh negeri terlihat mengendari sepeda mereka di luar rumah maupun di jalan raya. Dalam sejarahnya, BMX memberikan para pengendaranya kesempatan untuk menjajal kemampuan mereka dengan pengendara BMX yang lainnya. Selanjutnya BMX menjadi lebih spefisik sebagai salah satu jenis dari sepeda.

Berbicara soal BMX, ternyata di Indonesia ada seorang kolektor bernama Daru Indryo. Ia yang mengoleksi sepeda BMX old skool alias jadul. Daru beralasan mengoleksi sepeda BMX old skool lantaran kecintaanya pada BMX sendiri sudah dimulai sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Saya mengalami masa BMX ini dari SD sampai SMP, jadi semuanya sudah termemori, ternyata jiwa saya di BMX old skool," ujar Daru, saat ditemui merahputih.com di kawasan Tangerang Selatan.

(Foto: MerahPutih/Dicke Prasetya)

Melihat semua yang dikoleksi merupakan barang-barang BMX old skool, tentunya bukan hal yang mudah, karena sparepart yang dijual pastinya sangat sulit untuk didapat. Hal itu juga diakui oleh Daru, karena dirinya harus berjibaku demi mendapatkan barang yang ia inginkan.

"Semua sepeda BMX saya bercerita, mulai dari ngejar tukang gorengan, tukang jait, ada yang saya tuker satu vespa, ada yang dibengkel, ada yang keujanan kepanasan kita beli, bahkan dari rongsokan, lalu kita bangun sesuai tahun dan jamannya," tutur Daru.

Sebagai seorang kolektor, Daru Indryo pun tak tanggung-tanggung, telah hampir satu dekade dirinya mengumpulkan dan merestorasi sepeda BMX old skool sedikit demi sedikit.

Berkat usaha kerasnya selama ini, Daru pun telah memiliki beberapa koleksi sepeda BMX old skool yang terbilang sangat langka yaitu Kuwahara ET buatan tahun 1982, dan Harro Fresstyler buatan tahun 1984 yang hanya ada 1 di Indonesia. Hargannya pun tak tanggung-tanggung, diantara beberapa koleksi langkanya, dijual sekitar Rp35 juta.

Melihat apa yang dilakukan Daru tersebut, hal itu tak terlepas demi kepuasan pribadi yang tak terbayar. Apalagi saat mengumpulkan sebuah besi tak berharga lalu direstorasi atau dikembalikan sebagaimana mestinya. Selain itu di akhir sesi wawancara dengan merahputih.com, Daru mengatakan, "BMX old skool bukan sekedar hobi, ini adalah nostalgia, saya hidup di jaman ini dan saya menikmatinya". (*)

Penasaran seperti apa BMX OLD SKOOL? Simak videonya dibawah ini

Baca juga yuk berita menarik yang lainnya Tiga Minggu Berturut-Turut, Running Man Ada Di Puncak

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH