BMKG Ungkap Penyebab Hujan Ekstrem di Palembang Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Merahputih.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebut hujan ekstrem yang melanda Kota Palembang, Kamis (26/12) sore hingga malam ikut dipengaruhi Badai Tropis Phanfone di Laut Cina Selatan.

Secara regional adanya Badai Tropis Phanfone di Laut Cina Selatan menyebabkan pertemuan massa udara (konvergensi) di wilayah Sumsel.

"Sehingga terjadi peningkatan pertumbuhan awan hujan (cumulonimbus) yang berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang pada siang-sore hari, serta potensi hujan ringan pada malam hari yang berdurasi lama," ujar Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji, Jumat (27/12).

Baca Juga

Momen Natal, Anies Ingatkan Keberagaman dan Persatuan

Sedangkan secara lokal, adanya awan konvektif hitam pekat berbentuk kembang kol dalam bentuk single cumulonimbus mengakibatkan perbedaan tekanan dan suhu yang cukup signifikan antara daerah terpapar hujan dan belum terpapar hujan, sehingga menyebabkan angin kencang.

Berdasarkan observasi cuaca BMKG, hujan lebat pada Kamis sore terkategori ekstrem karena intensitas mencapai 102,6 mm, sedangkan kecepatan angin mencapai 89 km/jam.

"Angin kencang paling berpotensi terjadi di wilayah dengan permukaan datar yang luas namun minim pepohonan atau tidak di dekat hutan, jadi kami mengimbau masyarakat di wilayah tersebut memperkokoh struktur bangunan rumah terutama atap serta memperbaiki drainase untuk mencegah banjir," jelas Beny.

Gedung BMKG Pusat. Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Gedung BMKG Pusat. Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Sementara Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, menyebut terdapat 16 titik lebih pohon dan tower tumbang akibat hujan ekstrem pada Kamis sore di Kota Palembang.

"Kejadian pohon tumbang tercatat di Jalan Makrayu, Baliton, Talang Kerangga, Panca Usaha, Veteran, Anwar Sastro, Jaksa Agung R Suprapto, Basuki Rahmad, Tanjung Api-Api, Ahmad Yani, Pasar Palimo, Soak Sukawinatan, komplek PDAM, Kartini, PSCC, Kamboja, Museum SMB II, dan Letnan Simanjutak," jelas Ansori.

Hampir seluruh pohon tumbang menyebabkan kabel jaringan listrik terputus dan menghadang jalan, serta sebagian besar menimpa rumah dan mobil warga yang tengah melintas maupun yang terpakir di pusat perbelanjaan.

Baca Juga

10 Gereja di Jakarta Timur Jadi Prioritas Pengamanan Selama Natal

Hingga Jumat siang unsur tanggap bencana di Kota Palembang masih berjibaku memotong dahan pohon yang tumbang.

BMKG mengimbau warga berhati-hati saat berkendara pada siang dan sore, jika ingin gunakan transportasi air dan udara kami sarankan tidak mengambil waktu siang dan sore juga, sebab Desember merupakan bulan dengan curah hujan paling tinggi selama 30 tahun terakhir di Sumsel. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kata Pengamat Terkait Setneg dan Pemprov DKI Rebutan Sertifikat Tanah Monas
Indonesia
Kata Pengamat Terkait Setneg dan Pemprov DKI Rebutan Sertifikat Tanah Monas

Kemensetneg dan Pemprov DKI Jakarta saling merebutkan kepemilikan sertifikasi lahan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

PT AP II Perketat Protokol Kesehatan di Bandara Soetta dan Halim
Indonesia
PT AP II Perketat Protokol Kesehatan di Bandara Soetta dan Halim

Bagi penumpang pesawat yang berangkat atau tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma diharap memperhatikan lima hal

MA Benarkan Hakim Agung Meninggal,  RSPAD Larang Jenazah Dilayat
Indonesia
MA Benarkan Hakim Agung Meninggal, RSPAD Larang Jenazah Dilayat

MD Pasaribu diberangkatkan dari RSPAD pagi tadi pukul 08.00 WIB

Jam Kerja ASN Resmi Dibagi 2 Jadwal, Perempuan Masuk Pagi
Indonesia
Jam Kerja ASN Resmi Dibagi 2 Jadwal, Perempuan Masuk Pagi

Jadwal baru kerja PNS mulai berlaku Senin 15 Juni 2020

Joko Tjandra Disebut Berada di Indonesia, Menkumham: Di sistem Kami tidak ada!
Indonesia
Joko Tjandra Disebut Berada di Indonesia, Menkumham: Di sistem Kami tidak ada!

Direktorat Jenderal (Ditjen) diminta Imigrasi menyampaikan data-data kronologi status DPO Joko Tjandra

TNI-Polri Diturunkan Patuhkan Warga, Pengamat: Level Kedisiplinan Publik Masih Memerlukannya
Indonesia
DPR Harap Uji Klinis Alat Deteksi COVID-19 Karya Peneliti UGM Segera Rampung
Indonesia
DPR Harap Uji Klinis Alat Deteksi COVID-19 Karya Peneliti UGM Segera Rampung

Anggota Komisi IX DPR, Muchamad Nabil Haroen berharap, alat pendeteksi virus corona hasil inovasi peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama GeNose segera rampung proses uji klinisnya.

KAI Daop 6 Alihkan Perjalanan Kereta Api Imbas Jembatan Putus di Brebes
Indonesia
KAI Daop 6 Alihkan Perjalanan Kereta Api Imbas Jembatan Putus di Brebes

Perjalanan kereta api di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta dialihkan imbas robohnya pilar jembatan antara Stasiun Linggapura-Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

ICW Minta Budi Gunawan Dicopot, Pengamat: Salah Alamat
Indonesia
ICW Minta Budi Gunawan Dicopot, Pengamat: Salah Alamat

BIN bukan Lembaga penegak hukum sehingga tidak tepat ICW menuntut pertanggungjawaban BIN dalam kasus buronan korupsi tersebut.

LPDS: Jakob Oetama Panutan Insan Pers Indonesia
Indonesia
LPDS: Jakob Oetama Panutan Insan Pers Indonesia

"Saya mewakili LPDS turut berduka cita atas wafatnya bapak Jakob Oetama. Beliau sebagai tokoh pers dan juga bapak yang menjadi inspirasi bagi seluruh insan pers Indonesia," ujar Hendrayana.