BMKG: Sebagian Wilayah Indonesia Masuk Puncak Kemarau pada Agustus Ilustrasi musim kemarau. Foto: Net

MerahPutih.com - Penguatan angin Monsun Australia yang mengalirkan massa udara dingin dan kering dari Benua Australia menuju Asia melewati Samudera Indonesia dan wilayah Benua Maritim Indonesia, menyebakan musim kemarau di tanah air.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, wilayah-wilayah yang sebagian besarnya tengah mengalami musim kemarau di antaranya, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, sebagian besar Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Barat, pesisir utara Banten, DKI, Sumatera Selatan bagian timur, Jambi bagian timur, sebagian besar Riau, sebagian besar Sumatera Utara, pesisir timur Aceh.

Baca Juga

Pulau Pahawang, Snorkeling, Diving dan Bercanda Bersama Nemo

Lalu, kemarau juga terjadi di Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Timur bagian timur, Kalimantan Selatan bagian utara, Sulawesi Barat bagian selatan, Pesisir selatan Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara bagian utara, Maluku bagian barat, Papua Barat bagian timur, dan Papua bagian utara dan selatan.

BMKG mengatakan, menguatnya aliran angin Monsun Australia biasanya berkaitan dengan perkembangan sistim tekanan tinggi atmosfer di atas Benua Australia yang mendorong masa udara memiliki aliran yang lebih kuat dari biasanya.

Saat ini kecepatan angin terutama di bagian selatan Jawa dan Bali dilaporkan menunjukkan kecepatan angin yang lebih kuat di Lombok, Denpasar, Solo, Jogja, Bandung: 10 - 20 knot; Jakarta, Semarang, Surabaya: 5 - 10 knot, dengan 1 knot ~ 0.5 m/s).

Kota-kota di bagian selatan Jawa dan Bali juga menunjukkan suhu udara yang relatif lebih dingin sedikit dibanding bagian utara, misalnya pada siang hari Lombok, Denpasar suhu 26- 28°C, saat yang sama di Semarang, Jakarta, Surabaya 30-31°C.

"Sedangkankan pada malam hingga pagi hari, suhu minimum tercatat pada 29 Juli terendah 10,4°C di Ruteng, NTT, di Malang dan Bandung 17°C, di Padang Panjang 18°C," kata BMKG dalam keteranganya, Jumat (31/7).

Musim kemarau telah berdampak menimbulkan potensi kekeringan secara meteorologis pada 31% ZOM berdasarkan indikator Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) atau deret hari kering yang bervariasi dalam hitungan hari hingga bulan.

Deret hari kering terpanjang lebih dari dari 2 bulan dialami beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, yaitu Belu, Kota Kupang, dan Timor Tengah Selatan dan di Dompu, Nusa Tenggara Barat.

"Daerah daerah ini sudah mendapatkan edaran Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis yang dikeluarkan oleh Deputi Klimatologi BMKG tertanggal 24 Juli 2020* dengan Status AWAS (kode merah) Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis," kata BMKG.

Bulan Agustus merupakan bulan yang diprediksikan oleh BMKG sebagai Puncak Musim Kemarau bagi sebagian besar wilayah yang telah mengalami kemarau. Sebanyak 65% ZOM akan mengalami puncak musim kemarau ini yaitu sebagian besar wilayah NTT, NTB, Bali, sebagian besar Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, dan sebagian Kalimantan bagian selatan dan Sulawesi Selatan serta Papua bagian selatan.

"Sementara 19% ZOM diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada bulan September, yaitu meliputi sebagian besar Sumatera bagian tengah, Kalimantan bagian selatan, tengah dan timur, Sulawesi bagian barat dan Maluku," jelas BMKG.

Baca Juga

Di Era Kenormalan Baru 73 Persen Traveler Memilih Wisata Dalam Negeri

Puncak Musim Kemarau didefinisikan sebagai bulan atau periode waktu terkering dimana curah hujan yang turun di wilayah yang sedang mengalami kemarau berada pada tingkat paling rendah / minimum.

BMKG menghimbau Pemerintah Daerah, pengambil keputusan dan masyarakat luas untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak puncak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan ketersediaan air bersih. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pilkada Solo Digelar 9 Desember, Rival Gibran Pilih Mundur dari Bakal Calon
Indonesia
Pilkada Solo Digelar 9 Desember, Rival Gibran Pilih Mundur dari Bakal Calon

Dia merasa harus lebih mengedepankan rasa kemanusiaan dibandingkan kepentingan politik semata.

Solo Diterjang Abu Vulkanik Gunung Merapi, Bandara Adi Soemarmo Ditutup Sementara
Indonesia
Solo Diterjang Abu Vulkanik Gunung Merapi, Bandara Adi Soemarmo Ditutup Sementara

Penutupan ini dilakukan karena dampak dari erupsi Gunung Merapi.

Trump Dihujani Ejekan saat Menonton Pertandingan UFC
Indonesia
Trump Dihujani Ejekan saat Menonton Pertandingan UFC

Presiden Amerika Serikat Donald Trump diteriaki ejeken oleh penggemar olahraga saat menyaksikan pertandingan tarung bebas di New York.

 Ketua Umum IDI Desak Pemerintah Buka Data Pergerakan Pasien Corona
Indonesia
Ketua Umum IDI Desak Pemerintah Buka Data Pergerakan Pasien Corona

Dengan begitu, masyarakat akan lebih mudah mendiagnosa diri sendiri apakah pernah melakukan kontak langsung dengan pasien tersebut.

Penutupan McD Sarinah Picu Kerumunan Massa, Bos Satpol PP Tegur Keras Manajemen
Indonesia
Penutupan McD Sarinah Picu Kerumunan Massa, Bos Satpol PP Tegur Keras Manajemen

"Karena kegiatan penutupan McD itu di jalan sehingga orang ikut berkerumun. Nah karena banyak orang, muncul lah di beberapa viral di beberapa medsos," kata Arifin

Tingkatkan Keamanan Pengendara, Jasa Marga Perkuat Jembatan Jagorawi
Indonesia
Tingkatkan Keamanan Pengendara, Jasa Marga Perkuat Jembatan Jagorawi

Pelaksanaan perbaikan jembatan dilakukan pada dua lokasi yaitu di Kilometer ( Km) 15+408 Lajur 4 arah Jakarta, dimulai hari Senin 19 Oktober pukul 09.00 WIB sampai dengan Sabtu (24/10) pukul 12.00 WIB.

Akademisi: KPK Wajib Jawab Tudingan Mandeknya Kasus yang Dilaporkan Jokowi
Indonesia
Akademisi: KPK Wajib Jawab Tudingan Mandeknya Kasus yang Dilaporkan Jokowi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara soal laporan kasus yang disampaikan Presiden Joko Widodo kepada mereka.

Jabatan Presiden Selama 8 Tahun Diklaim Dapat Dukungan Publik
Indonesia
Jabatan Presiden Selama 8 Tahun Diklaim Dapat Dukungan Publik

Opsi ini perlu dipertimbangkan oleh para pihak untuk dikaji lebih mendalam," kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono.

Kondisi Siswa Secapa TNI AD Sudah Tak Lagi Demam dan Batuk
Indonesia
Kondisi Siswa Secapa TNI AD Sudah Tak Lagi Demam dan Batuk

Yurianto meminta masyarakat tidak panik

Pekan Depan Polisi Pasang Kamera e-TLE di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang
Indonesia
Pekan Depan Polisi Pasang Kamera e-TLE di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang

Polisi akan segera memasang kamera ETLE permanen di kedua arah JLNT tersebut