BMKG Prediksi Yogyakarta Masuk Musim Hujan Akhir Oktober Ilustrasi hujan. Foto: Pixabay

MerahPutih.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Daerah Istimewa Yogyakarta masuk musim hujan di akhir bulan Oktober 2020. Musim hujan akan mulai terjadi pada sekitar dasarian ketiga bulan Oktober.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas menjelaskan awal musim penghujan diawali dengan curah hujan yang cenderung rendah hingga menengah.

Baca Juga

DKPP: Masyarakat Pentingkan Kesehatan daripada Pilkada Serentak

"Yogyakarta mulai turun hujan pertengahan Oktober sampai awal November 2020. "jelas Reni di Yogyakarta, Senin (21/09).

Sementara itu BMKG memprediksi Yogyakarta sudah melewati puncak musim kemarau. Sejumlah anomali cuaca akan terjadi pada akhir September hingga awal Oktober.

Salah satu anomali adalah turunnya hujan intensitas tinggi selama beberapa hari. Hal ini terjadi akibat fenomena La Nina yakni anomali suhu muka laut pada zona ekuator di Samudra pasifik.

"Hal itu berpotensi menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk DIY. Sehingga curah hujan akan tinggi,"kata dia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai bersiap menghadapi musim penghujan.

Baca Juga

Tujuh PPSU Positif Corona, Kantor Kelurahan Petojo Selatan Ditutup

BPBD DIY mulai melakukan pemetaan kawasan rawan bencana (KRB) tanah longsor dan banjir bandang di kawasan bantaran sungai. eberapa titik rawan kebencanaan pun turut dipantau dan dalam persiapan mitigasi untuk ke depan. (Teresa Ika/Yogyakarta)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Berencana Rombak Kabinet, Jokowi Tersandera Intervensi Parpol
Indonesia
Berencana Rombak Kabinet, Jokowi Tersandera Intervensi Parpol

Pangi menyebut, apabila intervensi parpol dalam penyusunan kabinet dan reshuffle cukup tinggi, akan mereduksi kekuasaan presiden (hak prerogatif).

Kejagung Sita Aset Tanah 194 Hektare Milik Benny Tjokro, Diduga Terkait ASABRI
Indonesia
Kejagung Sita Aset Tanah 194 Hektare Milik Benny Tjokro, Diduga Terkait ASABRI

Penyidik Jam Pidsus Kejagung telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka

Tentara Perbatasan Dikerahkan Buka Dapur Umum di Malaka NTT
Indonesia
Tentara Perbatasan Dikerahkan Buka Dapur Umum di Malaka NTT

data terbaru jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut sebanyak 174 orang dan 48 orang masih hilang.

Anggota DPRD Eks Cawagub DKI Dany Anwar Meninggal Dunia
Indonesia
Anggota DPRD Eks Cawagub DKI Dany Anwar Meninggal Dunia

Sekretaris Komisi A ini dikabarkan meninggal akibat penyakit diabetes atau gula.

Tantangan Dokter RSHS Pisahkan Bayi Dempet Dada dan Perut
Indonesia
Tantangan Dokter RSHS Pisahkan Bayi Dempet Dada dan Perut

Semula tim dokter memperkirakan jalannya operasi akan memakan waktu 8-9 jam. Tapi nyatanya operasi selesai lebih cepat, yakni 6,5 jam. Sedangkan operasi pemisahannya memakan waktu 2,5 jam, yang dimulai pukul 10.30 WIB dan selesai pukul 12.30 WIB, Rabu (7/4).

Eksis di Medsos Gegara Tawuran Manggarai, Bos Gengster Zwembath Diciduk Polisi
Indonesia
Eksis di Medsos Gegara Tawuran Manggarai, Bos Gengster Zwembath Diciduk Polisi

Luthfi juga menjadi pelaku penyerangan di puskesmas kecamatan Menteng

Penumpang di Bandara Kualanamu Capai 13 ribu Orang Per Hari
Indonesia
Penumpang di Bandara Kualanamu Capai 13 ribu Orang Per Hari

Walaupun terdapat pengurangan jumlah hari libur akhir tahun 2020 sesuai dengan keputusan pemerintah, namun terdapat potensi peningkatan trafik penumpang.

19 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus di Sumedang
Indonesia
19 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus di Sumedang

Sebanyak 19 orang tewas dalam kecelakaan di kawasan Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

IPW: Teroris yang Sudah Selesai Jalani Hukuman Kini Bebas Melakukan Aktivitas
Indonesia
IPW: Teroris yang Sudah Selesai Jalani Hukuman Kini Bebas Melakukan Aktivitas

Tingkat kerawanan ini makin tinggi tatkala konflik polri dengan ormas keagamaan yang dipimpin Rizieq tak kunjung selesai

Ini Kata Gulkarmat atas Temuan BPK Soal Kelebihan Bayar Rp6,5 M
Indonesia
Ini Kata Gulkarmat atas Temuan BPK Soal Kelebihan Bayar Rp6,5 M

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI mengklaim telah memulangkan uang lebih dari pembelian alat pemadam kebakaran (damkar).