BMKG Nyatakan Jalur Evakuasi di Pesisir Selatan Jawa Belum Memadai Layar monitor gempa bumi 6,2 SR guncang Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang diunggah BPBD Bantul, DIY. (Foto BPBD Bantul)

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan jalur evakuasi tsunami di pesisir Jawa masih belum memadai. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan oleh BMKG.

"Meski BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini, tetapi belum memadai untuk evakuasi," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dikutip Antara, Sabtu (22/5).

Baca Juga

Warga Sumbar dan Sumut Rasakan Gempa 6,7 Magnitudo di Nias Barat

Dwikorita menjelaskan jalur evakuasi tsunami di pesisir Jawa masih terpotong aliran sungai dan belum ada jembatan. Aliran air sungai pada saat tsunami terjadi dapat memperburuk dampaknya.

Selain itu, masih ada jalur evakuasi yang terlalu jauh. Sehingga bila terjadi tsunami pendek akan tidak memungkinkan bagi upaya penyelamatan diri.

Pusat Studi Gempa Nasional membuat patokan skenario terburuknya bahwa gempa pesisir Jawa dapat mencapai magnitudo 8,7 berdasarkan kejadian di masa lalu. Oleh karena itu, Dwikorita menekankan perlu mengantisipasi dengan tepat dengan menyiapkan sarana prasarana untuk evakuasi mandiri gempa dan tsunami, dan Pemda harus memfasilitasi jalur evakuasinya.

"Kalau ada sungai, disiapkan jembatan penyeberangan, lokasi tinggi untuk menghindari tsunami, kemudian menahan gelombang tinggi dengan vegetasi," ujar dia.

Keterangan gempa di Blitar bermagnitudo 6.2 terkadi pukul 19.09. ist

Dalam kesempatan yang sama Deputi bidang Geofisika BMKG M Sadly mengimbau pemerintah daerah untuk siaga dan waspada, serta membenahi masyarakat agar paham yang dapat dilakukannya saat mengevakuasi diri.

"Mulai dari jalur evakuasi yang tertib. BMKG melakukan monitoring, serta upaya mitigasi karena kalau gempa ini tidak bisa kita tahan, harus berproses dan perlu kesiapsiagaan kita untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan," ujar Sadly.

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menjelaskan bahwa gempa yang berpusat di sebelah tenggara Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Jumat (21/5) pukul 19.09 WIB terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menujam Lempeng Eurasia," kata Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis, Jumat (21/5).

Baca Juga

Gempa Nias Bikin Masyarakat Panik dan Keluar Rumah

BMKG semula menyatakan gempa yang pusatnya berada di laut sekitar 57 kilometer arah tenggara Kabupaten Blitar pada kedalaman 110 kilometer itu magnitudonya 6,2 namun kemudian memutakhirkannya menjadi 5,9. Menurut hasil monitor BMKG, hingga pukul 20.00 WIB terjadi dua kali gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,1 dan 2,9 setelah gempa dengan magnitudo 5,9 di Blitar.

Berdasarkan data yang sudah masuk ke BMKG, gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan fasilitas umum dan rumah warga. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] KPK Segel Rumah Gubernur DKI Jakarta
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] KPK Segel Rumah Gubernur DKI Jakarta

Channel Youtube bernama teropong istana membagikan sebuah video dengan narasi yang menerangkan tentang rumah Gubernur DKI Jakarta yang disita oleh KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi atas tindak korupsi yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta.

Divonis 5 Tahun Bui, Edhy Prabowo Ajukan Banding
Indonesia
Divonis 5 Tahun Bui, Edhy Prabowo Ajukan Banding

Edhy Prabowo mengajukan banding atas vonis 5 tahun pidana penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Pemerintah Diminta Sikapi Konflik Demokrat dengan Bijak Agar Tidak Melebar
Indonesia
Pemerintah Diminta Sikapi Konflik Demokrat dengan Bijak Agar Tidak Melebar

Langkah antisipasi harus dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik

Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja Bagi Warga yang Kena PHK
Indonesia
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja Bagi Warga yang Kena PHK

Jumlah pengangguran di ibu kota per Agustus 2020 sebanyak 572.780 orang atau 10,95 persen dari jumlah pekerja

Saat Dokter RSHS Berjuang Pisahkan Bayi Kembar Siam Asal Soreang
Indonesia
Saat Dokter RSHS Berjuang Pisahkan Bayi Kembar Siam Asal Soreang

“Secara ilmiah bayi kembar siam direkomendasikan menjalani operasi pemisahan setelah 6 bulan, diharapkan dia siap menerima operasi yang kompleks dan sulit sehingga tubuhnya cukup mentolelir pendarahan banyak,

Strategi Besar Ekonomi dan Bisnis Ala Jokowi
Indonesia
Strategi Besar Ekonomi dan Bisnis Ala Jokowi

"Kita memiliki kekuatan besar ke depan, yakni produk hijau yang dihasilkan dari ekonomi hijau yang akan kita bangun tahun ini,” ujar Jokowi.

KPK Berkomitmen Tangkap Empat Buronan, Termasuk Harun Masiku
Indonesia
KPK Berkomitmen Tangkap Empat Buronan, Termasuk Harun Masiku

Ia buron sejak awal 2020 hingga saat ini

Kapolda Jatim Minta Warga Korban Pinjol Lapor di Hotline Ini
Indonesia
Kapolda Jatim Minta Warga Korban Pinjol Lapor di Hotline Ini

Polisi memerlukan aduan masyarakat agar praktik pinjol ilegal yang selama ini sangat meresahkan bisa ditindak tegas.

Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari
Indonesia
Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari

Pada malam hari hujan lebat diperkirakan terjadi di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan