BMKG Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem di 23 Wilayah ini ilustrasi hujan (Foto Antara/Jessica Helena Wuysang)

Merahputih.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem dengan curah hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi. Terutama di 23 wilayah di Tanah Air pada Senin (6/9).

Masyarakat diminta waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau badai petir, guntur, dan angin kencang.

Baca Juga

Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di 22 Wilayah Ini

"Waspada juga dengan tingginya suhu udara yang berpotensi kebakaran hutan dan lahan," demikian pernyataan Kedeputian Bidang Meteorologi BMKG, Senin (6/9).

Adapun wilayah yang patut diwaspadai yakni Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.

Cuaca serupa juga berpotensi di Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Suhu udara pada hari ini berkisar mulai 18 derajat hingga 35 derajat celsius dengan kelembaban udara 45 - 100 persen.

Pola angin di Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 5-20 knot.

Di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Kupang hingga Pulau Rotte, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar dan Laut Arafuru.

Waspadai juga tinggi gelombang 2,5-4 meter yang berpeluang terjadi di berbagai perairan, selat, laut dan samudra yang tersebar di Indonesia.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada," demikian peringatan BMKG untuk wilayah pesisir di Indonesia.

Sementara itu, BMKG memperingatkan potensi hujan petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Jakarta pada hari ini. Hujan disertai petir itu diperkirakan akan mengguyur Ibu Kota pada siang hingga sore hari nanti.

"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di Jaksel, dan Jaktim, pada siang dan sore hari," demikian bunyi peringatan dini cuaca di situs resmi BMKG.

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Menurut perkiraan BMKG, pada Senin pagi seluruh wilayah Jakarta cerah berawan, kecuali Kepulauan Seribu yang diperkirakan berawan.

Pada siang hari, cuaca Jakarta di sebagian wilayah berpotensi diguyur hujan dengan intensitas beragam, kecuali Jakarta Utara yang berawan dan Kepulauan Seribu cerah.

Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan hujan petir sedangkan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat hujan ringan.

Setelah dilanda hujan petir pada siang hingga sore, cuaca Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan berawan pada malam hari nanti. Sedangkan wilayah Jakarta yang lain diprediksi hujan ringan.

Pada Selasa dinihari, cuaca Jakarta diperkirakan cerah berawan hingga berawan tebal. Suhu udara Jakarta berkisar 24 hingga 33 derajat Celsius pada hari ini.

Baca Juga

Cuaca Jakarta Diperkirakan Cerah Berawan Hari Ini

Daerah penyangga Ibu Kota di Kabupaten Bogor, Depok dan Kota Bekasi diperkirakan hujan ringan pada siang nanti. Sedangkan Kota Bogor berpeluang hujan petir.

BMKG memperkirakan Kabupaten dan Kota Bogor akan dilanda hujan petir pada malam nanti. Hujan intensitas ringan juga akan mengguyur Kabupaten dan Kota Bekasi hingga Kota Depok. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menag Gus Yaqut Punya Tugas Berat Meredam Intoleransi
Indonesia
Menag Gus Yaqut Punya Tugas Berat Meredam Intoleransi

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mewanti-wanti jangan sampai perlakuan diskriminatif atas nama agama justru muncul dari Kemenag.

Demokrat Sindir Moeldoko: Kalau Mau Jadi Presiden Bikin Partai Sendiri
Indonesia
Demokrat Sindir Moeldoko: Kalau Mau Jadi Presiden Bikin Partai Sendiri

Herzaky menyarankan, jika Moeldoko memiliki ambisi menjadi presiden lebih baik mendirikan partai politik sendiri seperti sejumlah jenderal TNI lainnya.

Sylviana Murni Kembali Terpilih Sebagai Ketua Komite III DPD
Indonesia
Sylviana Murni Kembali Terpilih Sebagai Ketua Komite III DPD

Wakil Ketua I adalah Dedi Iskandar Batubara

Anggota DPRD Geram Aksi Tawuran Kerap Terjadi di Jakarta
Indonesia
Anggota DPRD Geram Aksi Tawuran Kerap Terjadi di Jakarta

Aksi tawuran yang sering terjadi di ibu kota khususnya Manggarai, Jakarta Selatan membuat geram anggota DPRD DKI.

Dicopot dari Kapolda Metro, Irjen Nana Sudjana Samakan dengan TNI
Indonesia
Dicopot dari Kapolda Metro, Irjen Nana Sudjana Samakan dengan TNI

"Mutasi itu suatu hal yang biasa dalam institusi Polri, sebagaimana di TNI," kata dia.

Jika Wisatawan Membludak, Jalur Puncak Bogor Bakal Ditutup
Indonesia
Jika Wisatawan Membludak, Jalur Puncak Bogor Bakal Ditutup

Susatyo berharap, kejadian 2 minggu terakhir, yakni padatnya volume kendaraan di kawasan Puncak Bogor dan berimbas pelarian kendaraan ke wilayah Kota bisa dikurangi, dan masyarakat bisa makin mengerti.

BKN Harap Pelantikan Pegawai KPK Jadi ASN Tetap Digelar Besok
Indonesia
BKN Harap Pelantikan Pegawai KPK Jadi ASN Tetap Digelar Besok

Bima mengaku sudah mendapat undangan pelantikan pegawai KPK

Polisi Tindak Ratusan Motor Berknalpot Bising di Kawasan Monas
Indonesia
Polisi Tindak Ratusan Motor Berknalpot Bising di Kawasan Monas

Polisi menindak ratusan kendaraan dalam razia motor dengan knalpot bising di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Rumus Kebebasan Berpendapat di Tengah Jeratan UU ITE
Indonesia
Rumus Kebebasan Berpendapat di Tengah Jeratan UU ITE

Padahal hak berpendapat warga negara secara resmi telah diatur dalam konstitusi UUD 1945, bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Asia Alami Lonjakan Kasus COVID-19, Warga Diminta Tahan Mobilitas
Indonesia
Asia Alami Lonjakan Kasus COVID-19, Warga Diminta Tahan Mobilitas

“Hindari bepergian, paling tidak sampai pandemi benar-benar terkontrol. Kalau nanti terjadi lonjakan kasus, kasihan tenaga kesehatan akan kelelahan,” kata Menkes.