BMKG Jelaskan Penyebab Terjadinya Cuaca Ekstrem di Indonesia Warga saat melintas di genangan air yang merendam ribuan rumah. (ANTARA/Khaerul Izan)

MerahPutih.com - Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Dampaknya, banjir di Kalimantan Selatan, longsor di Sumedang, serta banjir dan longsor di Manado, Sulawesi Utara.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan, bencana akibat cuaca ekstrem sudah diprediksi oleh lembaganya sejak akhir September 2020.

Baca Juga

Banjir Bandang di Gunung Mas Bogor, 474 Warga Dievakuasi

BMKG juga telah menyebarluaskan prediksi tersebut ke berbagai pihak, bahwa ketika Indonesia memasuki musim penghujan, puncaknya akan terjadi pada Januari dan Februari 2021.

Rita memaparkan, ada beberapa fenomena alam yang terjadi bersamaan dan memicu terjadinya cuaca ekstrem ini.

Fenomena yang dimaksud adalah badai la nina, angin muson Asia, madden julian oscillation atau pergerakan udara basah dari Samudra Hindia di sebelah barat Indonesia.

Ilustrasi cuaca ekstrem

Selain itu, juga bersamaan dengan fenomena seruak udara dingin dari dataran tinggi Tibet. Ini ditambah fenomena lokal di wilayah-wilayah yang topografinya pegunungan yang berinteraksi dengan atmosfer setempat.

"Semua fenomena dapat terjadi bersamaan, yang kami prediksi dari Januari sampai Maret 2021 terjadi peningkatan curah hujan hingga mencapai 300 mm sampai 500 mm dalam setiap bulannya," jelas Rita, dilansir dari akun Instagram resmi @infoBMKG, Selasa (19/1).

BMKG juga mengingatkan adanya potensi multi risiko, yakni bencana yang terjadi secara bersamaan.

Misalnya gempa bumi yang terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat, bersamaan dengan longsor dan cuaca ekstrem, serta ada potensi banjir.

"Sehingga kami ketika memitigasi gempa bumi, tetap harus memerhatikan mitigasi longsor, banjir, dan tsunami," imbuhnya. (Knu)

Baca Juga

Tangani Korban Gempa, RS Terapung TNI AL Bersandar di Mamuju Sulbar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dirlantas Polda Metro Minta Anak Buahnya Tak Kawal Mobil Mewah dan Motor Gede
Indonesia
Dirlantas Polda Metro Minta Anak Buahnya Tak Kawal Mobil Mewah dan Motor Gede

Pengecualian ini diberikan khusus untuk event olah raga resmi

Potensi Lonjakan Kasus, Satgas COVID-19 Langsung Kerja Keras Usai Idul Fitri
Indonesia
Potensi Lonjakan Kasus, Satgas COVID-19 Langsung Kerja Keras Usai Idul Fitri

Tim satgas COVID-19 di berbagai daerah langsung bergerak cepat usai pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 Hijriah.

Moeldoko Tegaskan Vaksinasi Berbayar Tak Gantikan Vaksin Rakyat
Indonesia
Moeldoko Tegaskan Vaksinasi Berbayar Tak Gantikan Vaksin Rakyat

Moeldoko memastikan pemerintah tetap dengan komitmennya memberikan vaksin COVID-19 gratis

28 Warga Pejaten Timur Dievakuasi Akibat Banjir
Indonesia
28 Warga Pejaten Timur Dievakuasi Akibat Banjir

"Pagi ini sudah 28 jiwa dievakuasi oleh personel Damkar DKI dari Sektor IX Pasar Minggu. Dengan rincian 20 orang dewasa, 7 anak-anak dan satu balita," kata Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta di akun Instagram resminya, @humasjakfire

[HOAKS atau FAKTA]: Ketua MUI Memperbolehkan Merapatkan Saf Salat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua MUI Memperbolehkan Merapatkan Saf Salat

Ketika melakukan dzikir selepas salat, diharapkan agar kembali merenggangkan saf

Tak Kantongi Izin Polisi, Reuni 212 Soloraya Dipindahkan ke Gedung Umat Islam
Indonesia
Tak Kantongi Izin Polisi, Reuni 212 Soloraya Dipindahkan ke Gedung Umat Islam

Meskipun tidak mengantongi izin, aksi reuni 212 Soloraya tetap digelar dengan memindahkan lokasi acara di Gedung Umat Islam di Kecamatan Serengan, Solo.

Penambahan COVID-19 Hari Ini Capai 9.905 Kasus
Indonesia
Penambahan COVID-19 Hari Ini Capai 9.905 Kasus

Per Jumat (28/1), ada 9.905 kasus baru positif corona yang dilaporkan pemerintah.

[Hoaks atau Fakta]: Kadaluarsa 25 Maret, Vaksin Sinovac Dibuat Sebelum Pandemi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Kadaluarsa 25 Maret, Vaksin Sinovac Dibuat Sebelum Pandemi

Vaksin CoronaVac yang memiliki masa kadaluwarsa 2 tahun dan akan berakhir 25 Maret 2021 nanti, artinya bukan vaksin dibuat 2 tahun lalu pada 25 Maret 2019.

PKS Pastikan Abdul Aziz Mundur dari Komisi B DPRD DKI karena Ingin Lanjutkan Studi
Indonesia
PKS Pastikan Abdul Aziz Mundur dari Komisi B DPRD DKI karena Ingin Lanjutkan Studi

"Betul ya, dia lebih memilih studinya jangan sampe gagal gitu studi nomor satu. Komisi B banyak kader yang bisa menggantikan," ucapnya.