BMKG Catat 75 Kali Gempa Susulan NTT, Guncangan Terbesar Magnitudo 6,8

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 15 Desember 2021
BMKG Catat 75 Kali Gempa Susulan NTT, Guncangan Terbesar Magnitudo 6,8
Kerusakan bangunan akibat gempa Laut Flores berkekuatan magnitudo (M) 7,4, Selasa (14/12/2021). (Antara/HO-BNPB)

MerahPutih.com - Gempa bumi dengan magnitudo 7,4 mengguncang Laut Flores pada Selasa (14/12), pukul 10.20 WIB. Episenter gempa itu berada 112 kilometer barat laut dari Kota Larantuka, NTT di kedalaman 10 kilometer.

Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengemukakan, sudah terjadi 75 kali gempa susulan dengan kekuatan maksimal magnitudo 6,8 sejak gempa pertama terjadi pada Selasa (14/12) pagi di Laut Flores.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan sempat terdeteksi tsunami setinggi 0,07 meter atau 7 sentimeter di dua titik, yaitu Marapokot, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada pukul 10.36 WIB serta Reo di Kabupaten Manggarai pada pukul 10.39 WIB.

Baca Juga:

Mabes Polri Siapkan Aparat Polda Bali-NTB Tangani Dampak Gempa NTT

Saat berita ini diturunkan, BMKG telah mengakhiri masa peringatan dini tsunami tersebut.

Dalam konferensi pers pada Selasa (14/12), Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari bangunan yang rusak akibat gempa dengan magnitudo 7,4 di Laut Flores karena masih adanya potensi gempa susulan.

“Kami mohon karena gempa-gempa susulan masih terjadi, maka mohon agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," kata Dwikorita dalam konferensi pers yang diikuti secara virtual dari Jakarta, Selasa (14/12), dikutip Antara.

Baca Juga:

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami, BNPB Pantau Kondisi Usai Gempa

Dia juga meminta masyarakat, khususnya di Flores Timur bagian utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata untuk tidak melakukan aktivitas di pesisir pantai dan tepian sungai.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah melaporkan sebanyak 230 rumah di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, rusak berat setelah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,4 di Laut Flores.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, terdapat pula satu unit gedung sekolah, dua bangunan tempat ibadah dan satu rumah jabatan kepala desa yang terdampak gempa bumi itu. (*)

Baca Juga:

Warga Pesisir Mulai Mengungsi, BMKG Catat 15 Kali Gempa Setelah Magnitudo 7,5

#Gempa Bumi #BMKG #NTT
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir
Bagikan