BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Akibat Gempa Mentawai
Peringatan dini tsunami.
MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami untuk wilayah Sumatera Utara pascagempa magnitudo 7,3 Mentawai-Siberut yang mengguncang Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat.
Beberapa saat kemudian BMKG lantas memperbaharui kekuatan gempa bumi menjadi 6,9 magnitudo.
Baca Juga:
BPBD Cek Dampak Gempa dan Tsunami Kecil di Siberut Mentawai
"Pada pukul 05.17 WIB tadi kami akhiri peringatan tsunami," kata Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Daryono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Daryono menjelaskan, peringatan dini tsunami di Sumatera Utara yang lokasinya jauh dari titik gempa itu diperoleh melalui pemodelan gelombang terkait dampak terjadinya tsunami.
Menurutnya, episentrum gempa yang berada di segmen Mentawai-Siberut ujung utara itu dekat dengan wilayah Sumatera Utara, sehingga wajar bila daerah yang terancam ada di wilayah utara hingga selatan.
"Ini tidak berada di Kepulauan Nias secara keseluruhan tetapi memang ada di ujung utara deretan Kepulauan Mentawai yang mana pusat gempanya berada di ujung utara segmen Mentawai-Siberut," jelas Daryono.
Lebih lanjut dia menyampaikan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh BMKG itu akurat walau beberapa wilayah mendapatkan status ancaman waspada kurang dari setengah meter.
"Artinya gempa yang kita sampaikan berkaitan dengan tsunami benar-benar terbukti terjadi tsunami meski tsunami minor tertinggi 11 sentimeter," terang Daryono.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengerahkan personel untuk mendata kerusakan bangunan dampak dari gempa bumi.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan camat, wali nagari atau kepala desa adat dan lainnya belum ada dampak dari gempa bumi yang berpotensi tsunami itu.
Ini merupakan kondisi sementara yang didapat, karena masih gelap dan kesulitan untuk mendata.
Namun Satgas dan Pusdalops terus melakukan koordinasi dengan 16 camat untuk mendata kerusakan bangunan.
"Saat ini kita masih mendata kerusakan dampak dari gempa bumi tersebut," katanya. (*)
Baca Juga:
Tsunami Kecil Landa Kepulauan Kermadec
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah
Gempa Pacitan, BMKG Sebut Aktivitas Subduksi sebagai Penyebab
Gempa Pacitan Pagi Tadi Ternyata Masuk Kategori Megathrust, Untung tidak di Atas M 7,0
BMKG Ingatkan Kota-Kota di Jawa hingga Papua Siaga Hujan Lebat pada Jumat 6 Februari 2026
Prakiraan Cuaca Jumat 6 Februari: Jakarta Bakal Diguyur Hujan Ringan Siang Hingga Sore Hari
Pemerintah Resmikan 1.300 Hunian Sementara Bagi Korban Banjir Sumatera, Diperuntukan Bagi Korban Rumah Hilang
Prakiraan Cuaca Jakarta 5 Februari 2026: Pagi Cerah Berawan, Siang Hari Bakal Diguyur Hujan
Hujan Intensitas Tinggi di Jakarta, BMKG Keluarkan Peringatan Waspada
68 Korban Longsor Cisarua Bandung Terindetifikasi, Tinggal 17 Jenazah Masih Diperiksa Tim DVI
Jakarta Cerah pada Selasa (3/2) Pagi, BMKG Peringatkan Hujan Ringan Guyur Tiga Wilayah Saat Sore