Blockchain Menjaga Sistem Keamanan Blockchain tak dapat diretas. (Foto: Pixabay/Tumisu)

BLOCKCHAIN adalah buku besar bersama yang transaksinya tercatat permanen oleh block. Blockchain berperan sebagai rekaman historis dari semua transaksi yang pernah terjadi, dari block awal hingga block terbaru. Karenanya dinamakan blockchain (rantaian block).

Blockchain dapat diterapkan dalam sistem keamanan cyber untuk melindungi berbagai data dan informasi. Seperti kasus yang terjadi di Equifax, lembaga kredit terbesar di dunia, pada 7 September 2017, mengungkapkan bahwa mereka mengalami pelanggaran keamanan cyber. Mereka mengalami kebocoran data mulai dari pertengahan bulan Mei hingga Juli 2017. Kasus ini baru diketahui pada 29 Juli. Akses tidak sah itu mencuri sekitar 145,5 juta informasi termasuk: nama, nomor KTP, tanggal lahir, alamat, nomor SIM.

Ini bukan pertama kalinya pelanggaran keamanan cyber terjadi pada perusahaan ternama. Pada 2016, mesin pencari Yahoo menghadapi serangan cyber dan sekitar satu miliar akun Yahoo diretas. Data tersebut termasuk nama, password dan nomor telepon. Yahoo termasuk yang paling sering diretas.

blockchain
Blockchain menyimpan berbagai informasi dan data dalam sistem rantai. (Foto: Pexels/Pixabay)

Perusahaan keamanan seperti Verizon melakukan riset yang menemukan bahwa 65% dari pelanggaran data disebabkan karena password yang lemah, default atau tercuri. Menurut riset mereka, alasan utama penyerangan terjadi adalah betapa mudahnya orang-orang tertipu.

Kembali lagi orang tertipu pada serangan phishing, dan mereka tetap memberikan data sensitif seperti username, password, dan detil kartu kredit. Laporan Verizon menyatakan bahwa 23% orang tetap membuka email phishing dan setengah dari mereka bahkan membuka lampiran yang terkirim bersama email.

Cyber crime merugikan ekonomi global sebesar 400 milyar dolar Amerika setiap tahunnya. Bagaimana blockchain dapat mencegah serangan ini? Menurut laman Coinvestasi terdapat 3 fitur blockchain yang bisa membantu mencegah serangan keamanan cyber.

blockchain
Blockchain terbuat dari banyak node. (Foto: Pixabay/rebcenter-moscow)

Fitur #1: Sistem yang Tidak Terpercaya
Sistem blockchain berjalan tanpa konsep ‘kepercayaan manusia’. Seperti pernah dituliskan Derin Cag dalam artikelnya yang berjudul Richtopia, “Ini mengasumsikan bahwa insider atau outsider dapat berkompromi dengan sistem kapanpun, karenanya ini bersifat bebas dari ‘etika manusia’.”

Fitur #2: Kekekalan
Blockchain membolehkan untuk menyimpan data dan mengamankannya menggunakan aturan kriptografi seperti digital signature dan hashing. Satu dari fitur terbaik adalah ketika data memasuki block dalam blockchain, data tidak bisa dirusak. Ini disebut ‘kekekalan’.

Fitur #3: Desentralisasi dan Konsensus
Blockchain adalah sistem terdistribusi yang bersifat desentralisasi. Blockchain terbuat dari banyak node. Untuk mengambil keputusan, mayoritas node harus mencapai konsensus dan mengambil keputusan. Sehingga, kita memiliki sistem demokrasi dan bukan figur otoritatif yang terpusat. (*)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH