BJ Habibie Wafat, Pemerintah Korea Selatan dan Selandia Baru Sampaikan Duka Cita BJ Habibie saat peluncuran gerakan Berkarya! Indonesia yang diprakarsai Ilham Habibie di Museum Nasional, Jakarta Selatan, Kamis (11/8). (Foto: MerahPutih/Yohanes Abimanyu)

MerahPutih.Com - Wafatnya Presiden Ketiga RI BJ Habibie mendapat perhatian khusus dari pemerintahan negara sahabat. Ucapan duka cita dan bela sungkawa mengalir sebagai tanda simpati serta penghormatan kepada BJ Habibie.

Pemerintah Korea Selatan dan Selandia Baru melalui duta besar mereka menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie pada 18.05 WIB, Rabu, di Jakarta.

Baca Juga:

Ketua MPR: Indonesia Kehilangan Sosok Negarawan

Ucapan dari masing-masing pihak disampaikan lewat media sosial Twitter melalui akun resmi @changbkim @jaustinNZ beberapa saat setelah kabar wafatnya BJ Habibie.

Presiden BJ Habibie tokoh demokrasi dan teknologi Indonesia
Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie menghadiri peringatan 19 Tahun Tragedi Mei 98 di Jakarta, Senin (8/5). (MP/Ponco Sulaksono)

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom mengatakan bahwa prestasi dan warisan mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie akan selalu diingat selamanya oleh rakyat Indonesia.

"Atas nama rakyat Republik Korea, saya menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam atas meninggalnya mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Prestasi dan warisannya untuk Indonesia akan diingat selamanya," ujar Kim Chang-beom melalui akun Twitternya.

Ucapan duka cita juga disampaikan oleh Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Jonathan Austin melalui akun Twitternya.

Dubes Jonathan Austin mengungkapkan bahwa mantan presiden BJ Habibie merupakan sosok pemberani.

"Turut berduka cita atas meninggalnya mantan presiden BJ Habibie yang menentukan langkah pertama mengembalikan Indonesia ke demokrasi," kata dia.

Dubes Jonathan Austian juga menyebut bahwa dengan keberaniannya, BJ Habibie mengizinkan rakyat Timor Timur menentukan masa depan mereka.

Sementara itu, dari dalam negeri Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Albertus Patty menyebut mendiang Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai sosok yang membuka keran demokrasi di Indonesia.

"Dia membuka proses demokrasi pertama kali di Indonesia. Dia yang memulainya," ujar Pendeta Albertus ketika dihubungi oleh Antara di Jakarta pada Rabu malam.

Selain memuji Habibie sebagai negarawan, Albertus juga menyebut dia membuka mata masyarakat Indonesia untuk menjadi bangsa yang pintar dan melek teknologi.

Baca Juga:

Muhammadiyah Sebut Habibie Sebagai Peletak Dasar Demokrasi Indonesia Baru

Albertus sebagaimana dilansir Antara mengucapkan turut berduka cita atas kepergian Habibie dan menyebutnya sebagai tidak saja kehilangan besar bangsa Indonesia tapi juga gereja secara khususnya.

Spirit demokrasi yang dimulai Habibie, ujar Albertus, juga berperan besar dalam kehidupan beragama di Indonesia. Dia menyebut Habibie, yang pernah belajar di negara yang sarat etos Kekristenan, Jerman, sebagai sosok yang terbuka.

"Pak Habibie orang yang sangat open, terbuka dalam kehidupan beragama," pungasnya.(*)

Baca Juga:

BJ Habibie di Mata Ali Mochtar Ngabalin



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH