Bisnis Katering Gibran Dihantam COVID-19, Ratusan Konsumen Minta Reschedule Gibran Rakabuming Raka (kanan). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 menghantam bisnis banyak orang tanpa kecuali usaha katering Chilli Pari dan penyewaan gedung Graha Sabha Buana milik putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

Akibat pandemi COVID-19 yang berlangsung selama enam bulan ini, banyak konsumen yang sudah memesan katering dan gedung pertemuan untuk acara pernikahan meminta jadwal ulang (reschedule) pada tahun 2021.

"Dampak pandemi juga saya rasakan. Sudah ada ratusan pesanan untuk acara pernikahan dan syukuran dibatalkan semua," ujar Gibran pada Merahputih.com, Minggu (13/9).

Baca Juga:

Gibran Isolasi Mandiri di Rumah Jokowi

Gibran mengatakan, dampak pandemi COVID-19 terhadap bisnis sudah dirasakan selama enam bulan ini. Para klien lebih memilih untuk membatalkan serta menjadwalkan ulang acara syukuran pernikahan pada tahun depan.

"Kami tidak bisa berbuat banyak. Situasi serba sulit akibat diterpa pandemi COVID-19. Sudah banyak sekali yang minta cancel pesanan, ya hampir ratusan jumlahnya," kata dia.

 Bakal cawali, Gibran Rakabuming Raka jalani tes kesehatan di RSUD dr Moewardi Solo. (MP/Ismail)
Gibran Rakabuming Raka (tengah depan) saat jalani tes kesehatan bakal calon Pilkada Solo, di RSUD dr Moewardi Solo. (MP/Ismail)

Meskipun demikian, ia tidak mempersalahkan ada konsumen tiba-tiba cancel pesanan dan minta di-reschedule pada tahun 2021 nanti.

Gibran mengatakan, pihaknya mencoba untuk tidak menaikkan biaya pemesanan katering serta sewa gedung bagi yang minta di-reschedule pada tahun 2021.

"Bagi saya yang paling penting adalah konsumen merasa nyaman dan tidak kecewa. Kalau ada komunikasi baik antara konsumen dan manajemen pasti ada win-win solution-nya," papar dia.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Bakal Bebaskan Palestina dari Israel

Untuk tetap bertahan di tengah pandemi, lanjut Gibran, mencari pesanan makanan katering di perkantoran dan rapat-rapat di sejumlah instansi. Ia menegaskan kondisi ekonomi yang seperti ini tetap berusaha untuk tetap mempekerjakan para karyawan perusahan katering dan penyewaan gedung.

"Alhamdulilah tidak sampai merumahkan karyaan. THR kemarin juga tetap dapat semua tanpa ada potongan. Pokoknya kita banyak-banyak cari celah di tempat lain enggak masalah demi mempertahankan bisnis," tutup Gibran. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Gibran-Bagyo Deklarasi Patuhi Protokol Kesehatan di Pasar Gede Solo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hoaks Vaksinasi COVID-19 Dikemas Dengan Bahasa Emosional
Indonesia
Hoaks Vaksinasi COVID-19 Dikemas Dengan Bahasa Emosional

Hoaks vaksinasi menimbulkan penolakan terhadap vaksin-vaksin lainnya yang sudah lebih lama beredar dan sangat diperlukan untuk kesehatan masyarakat.

Pemprov DKI: 4,5 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Telah Disuntikan ke Warga
Indonesia
Pemprov DKI: 4,5 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Telah Disuntikan ke Warga

"Totalnya sampai dengan jam 21 kemarin itu sudah 4.574.139 dosis itu dosis 1 dan 2," ujar Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria

Ketua DPRD DKI Minta Pembuatan Sanksi Pelanggar PSBB Lebih Tegas
Indonesia
Ketua DPRD DKI Minta Pembuatan Sanksi Pelanggar PSBB Lebih Tegas

"Intinya kayak kemarin, sebagai pimpinan di sini, minta ketegasan perda supaya jangan normatif," kata Prasetyo

KPK: Kartu Prakerja Berpotensi Rugikan Keuangan Negara
Indonesia
KPK: Kartu Prakerja Berpotensi Rugikan Keuangan Negara

"Metode pelaksanaan program pelatihan secara daring berpotensi fiktif, tidak efektif, dan merugikan keuangan negara," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata

Vaksinasi Corona Tahap Kedua, Solo Terima 70.000 Dosis
Indonesia
Vaksinasi Corona Tahap Kedua, Solo Terima 70.000 Dosis

Vaksinasi tahap kedua, lanjut dia, dilakukan secara bertahap di 38 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Dokter Kecantikan Abal-abal Ditangkap, Operasi Wajah Pasien dengan Suntik Botox
Indonesia
Dokter Kecantikan Abal-abal Ditangkap, Operasi Wajah Pasien dengan Suntik Botox

Jumlah pasien mencapai 100 orang per bulan sebelum COVID-19. Setelah masa pandemi, jumlah pasien menjadi sekitar 30 orang per bulan.

Cuma 31 Persen Publik Tahu Soal Omnibus Law UU Cipta Kerja
Indonesia
Cuma 31 Persen Publik Tahu Soal Omnibus Law UU Cipta Kerja

Hasil ini, menjadi catatan kritis bagi pemerintah, di mana rumusan kebijakan yang dinilai sangat strategis kurang dikomunikasikan kepada publik.

Dampak COVID-19, BTN Restrukturisasi 80 Persen Kredit Kepemilikan Rumah
KPR
Dampak COVID-19, BTN Restrukturisasi 80 Persen Kredit Kepemilikan Rumah

Perusahaan mencatat pertumbuhan laba sebesar 671 persen (yoy) atau Rp1,615 triliun pada 2020 sebagai hasil dari langkah down grade yang dilakukan pada 2019.

MUI Beri Pesan Khusus ke Pemerintah dan DPR Soal RUU Minol
Indonesia
MUI Beri Pesan Khusus ke Pemerintah dan DPR Soal RUU Minol

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun memberi perhatian khusus akan hal tersebut.

Anies Buat Jalur Sepeda di Tol, Komunitas: Jangan Bikin Kebijakan Aneh-aneh
Indonesia
Anies Buat Jalur Sepeda di Tol, Komunitas: Jangan Bikin Kebijakan Aneh-aneh

"Jangan bikin kebijakan yang aneh-aneh deh, yang ada aja dioptimalkan," kata Toto