Bisnis Camilan Singkong  Beromset  Rp 90 Juta/Bulan Bisnis Singkong Selondok

Merahputih Bisnis - Tak banyak pengrajin makanan tradisonal yang dapat bertahan dan sukses seperti Tris Wahyuni. Meskipun banyak tantangan yang harus dilalui, berkat ketekunan dan keuletan, usaha camilan keripik singkong selondok mampu memberikan peluang bisnis yang menjanjikan baginya.

Saat Merahputih.com melakukan reportase, diperoleh trik dan strategi kesuksesan Tris Wahyuni dalam mengembangkan usahanya. Diakui perempuan cantik itu selain ulet dan tekun, faktor promosi produk camilannya sangat menentukan keberhasilan. Ia pun sering mengikuti ajang pameran, seperti pameran Inacraft, pameran indocraft, pameran smesco, dan sebagainya.

"Promosi pada saat memberikan bonus produk saya, nah darisitu produk kerupuk singkong selondok ini mulai banyak diminati oleh semua kalangan," tutur perempuan yang akrab disapa Aties.

Aties mengatakan meski baru mempromosikan produknya melalui berbagai pameran, namun diakuinya produk camilan khas Magelang itu sudah cukup dikenal masyarakat luas.

"Promosi online belum, masih melalui pameran, Untuk saat ini penjualan produk saya masih sekitaran pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Tasik, Yogyakarta, dan sebagainya. Saya terbantu oleh promosi pameran, biasa mereka memberikan informasi dari mulut ke mulut akhir menyebar orang jadi pada tahu produk saya," ungkapnya.

Disamping itu, Aties juga membuka kerjasama yaitu sistem reseller dan keagenan. Persyaratan untuk menjadi reseller sangat mudah yakni calon reseller hanya membeli produknya minimal sebanyak 200 pcs, dengan harga Rp 10.500/pcs. Sedangkan untuk menjadi keagenan mereka harus membeli produk sekitar 200 pcs, dengan harga Rp 9.500,- plus diberikan gratis sebuah benner.

"Saat ini saya sudah memiliki sebanyak 50 reseller dan agen yang berada di wilayah Jabotabek dan pulau jawa. Saya ingin produk saya mampu menjangkau ke luar kota bahkan luar negeri," jelasnya.

Dengan usaha yang terbilang cukup maju, Aties mengaku sebulan omset kotor yang diterima sebesar Rp 90 juta. Bila dipotong berbagai pengeluaran, maka keuntungan yang diperoleh bisa mencapai Rp 45 juta.

Agar dapat terus bersaing merebut pangsa pasar, Aties pun terus melakukan berbagai inovasi. "Optimis produknya mampu bersaing dengan produk camilan yang sudah ada," tegasnya menutup perbincangan. (abi)

BACA JUGA:

  1. Sensasi Gurih Keripik Selondok Rasa Daun Jeruk
  2. Jangan Takut, Hatim: Usaha Kuliner Harus Jangka Panjang
  3. Cangkir Cafe, Kuliner Murah Meriah di Pacitan
  4. Ayam Taliwang Warisan Kuliner Khas Lombok
  5. Ratusan Kuliner di Eat Republic Lalui Penyeleksian Ketat

Tags Artikel Ini

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH