Orgasme Belum Tentu Membuat Aktivitas Bercinta Berkualitas Orgasme tidak menjamin seks berkualitas (Foto: Unsplash/MIlan Popovich)

ORGASME tidak menjamin kualitas bercinta dengan pasangan. Memang banyak pasangan berpikir bisa mencapai orgasme merupakan kesuksesan dalam urusan percintaan. Namun, tidak selamanya orgasme membuat kegiatan bercinta berkualitas.

Melansir Health, para peneliti menemukan ada orgasme yang nyatanya buruk bagi pasangan. Hal tersebut dibuktikan melalui sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior, yang melibatkan sebanyak 726 peserta.

Baca juga:

Mau Hidup Sehat? Awali Pagi Hari dengan Seks!

Maksud orgasme buruk ialah orgasme tetap terjadi namun tidak memberikan perasaan puas dan menyenangkan. Bahkan orgasme yang buruk ini bisa memberikan dampak negatif dan mempengaruhi kesehatan psikologis seseorang.

Orgasme yang buruk terjadi karena bercinta dilakukan secara terpaksa (Foto: Unsplash/Alice Donovan Rouse)

Seperti apa orgasme yang buruk itu? Para peneliti mengungkapkan seseorang yang mengalami orgasme buruk ini sebenarnya tidak menikmati seks. Mereka tidak menikmati sesi penetrasi sama sekali. Namun, tetap saja penetrasi tersebut bisa membuat orgasme.

Hal ini terjadi karena seks dilakukan secara terpaksa. Misalnya pasangan suami istri terpaksa berhubungan seks untuk menghindari pertengkaran. Akan tetapi, karena tidak melakukan percintaan dengan tulus, akhirnya pencapaian orgasme jadi sia-sia. Seks sama saja tidak berkualitas walau sudah mencapai orgasme.

Orgasme yang buruk juga bisa terjadi karena adanya perasaan tertekan. Ya, tidak jarang banyak pasangan yang merasa tertekan ketika bercinta karena takut tidak bisa mencapai orgasme.

Baca juga:

Menu Makan Sehat, Kunci untuk Membuat Orgasme Pria Lebih Berkualitas

Masih banyak pasangan yang berpikir bahwa seks harus diakhiri dengan orgasme. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Yang terpenting dalam seks ialah kedua belah pihak sama-sama menikmati permainan. Kuncinya ialah saling berkomunikasi selama bercinta.

Ada pasangan yang merasa orgasme bukanlah suatu pencapaian berharga dalam seks (Foto: Unsplash/Brooke Cagle)

"Penelitian telah menunjukkan bahwa perasaan ditekan untuk orgasme juga dapat menimbulkan stres dan pengaruh negatif lainnya," catat para peneliti.

Selain itu, ada juga dari peserta penelitan yang merasa orgasme bukanlah suatu pencapaian berharga dalam seks. Mereka lebih mengutamakan keintiman ketika sesi permainan. Jadi meskipun bisa mencapai orgasme, mereka tidak merasakan ikatan yang kuat dengan pasangan mereka. Orgasme terasa hambar bagi mereka.

Intinya, mungkin banyak pasangan yang bisa mencapai orgasme ketika bercinta. Namun, tidak ada jaminan apakah orgasme benar-benar mereka nikmati sepenuhnya. Banyak pasangan yang merasa tidak terpuaskan walau sudah mencapai orgasme. (ikh)

Baca juga:

Mencapai Orgasme Bersama Bukanlah Hal Mustahil!

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH