Bisa Menyerang di Segala Usia, Yuk Kenali Dermatitis Atopik Dermatitis atopik bisa menyerang di segala usia. (foto: pexels/jena hamra)

DERMATITIS atopik (DA) sering dikira penyakit yang hanya menyerang balita. Padahal, penyakit ini bisa menyerang berbagai usia, mulai dari balita hingga lansia sekalipun. Enggak peduli apa jenis kelamin penderita. Baik perempuan atau pria bisa terkena DA.

DA membuat kulit meradang, gatal, kering dan pecah-pecah. Bagian kulit yang terkena DA juga memerah. Kulit pun bisa menebal karena sering digaruk ketika merasa gatal. Penyakit ini juga bersifat Kronis. Enggak bisa sembuh total tapi bisa dikontrol kemunculannya.

BACA JUGA: Susu Bisa Untuk Mencerahkan Rambut Loh!

"DA adalah penyakit kulit yang bersifat kronis, jadi hilang timbul, hilang timbul," ujar dr Anthony Handoko,SpKK saat ditemui Merahputih.com di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Berdasarkan fase usia, DA muncul di bagian kulit yang berbeda. Misalnya bagi anak balita, penyakit ini biasa terlihat pada bagian lipat siku, lipat lutut, seputar bibir, mata, dan pipi. Sementara bagi pasien dewasa dan griatri, DA biasa ditemukan pada kulit bagian tungkai, lipatan tangan, punggung, leher, bahkan muka.

Ada banyak faktor penyebab DA. Stres bisa menjadi faktor internal. Ada juga faktor eksternal, seperti terlalu sering terpapar sinar matahari, debu, dan keringat. Hal itu juga meningkatkan risiko kamu terkena penyakit kulit ini.

"Penderita DA kulitnya sensitif dan reaktif terhadap faktor eksternal seperti cuaca, keringat, hingga debu," tambah Anthony.

Dokter Anthony
DA tidak bisa sembuh total, tapi bisa dikontrol. (foto: MP/Ikhsan Digdo)

Meskipun demikian, kamu bisa sedikit bernapas lega karena penyakit ini enggak menular. Jadi kamu enggak perlu minder saat teman-teman kamu akan menjauhimu karena kamu menderita penyakit ini.

Namun, kamu akan sulit terhindar dari penyakit ini jika memiliki keturunan yang mengidap DA. Penyakit DA akan menyerang kamu kapan pun. Apalagi jika kamu sering bertemu faktor eksternal penyebab DA tadi.

"Penyakit DA bukan penyakit kulit infeksi menular. Namun, dapat menurunkan secara gen, baik dari pihak ayah atau ibu," imbuhnya.

BACA JUGA: Keindahan Bentuk Mata Perempuan dari Berbagai Belahan Dunia

DA juga disertai penyakit lain seperti asma paru. Biasanya, di pagi hari, hidung penderita DA meler lalu di siang harinya meler hilang. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter jika kamu menemukan gejala DA yang paling gampang terlihat, yaitu ketika kulit terasa gatal luar biasa.

Dokter biasanya akan memberikan kamu obat minum, salep atau suntikan untuk mengobati DA. Kalau belum bisa teratasi juga, kamu pun akan disarankan melakukan terapi sinar bernama phototherapy. "Penanganan DA lebih dini akan lebih baik," tukas Anthony.(ikh)

BACA JUGA: Lakukan Olahraga Mata Minus Membuat Nyaman Penglihatan



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH