Bisa Haid Sampai Pingsan, Tetapkah Perempuan Ini Ambil Cuti walau Berpotensi Unpaid?  Yuk jadi satgas waras yang siap menerima keadaan. (Foto Unsplash/Khachik Simonian)

PUSING, mual, dan nyeri perut ketika menstruasi menjadi beberapa fenomena yang tidak akan pernah dimengerti oleh laki-laki. "Rasanya mo meninggal," begitulah ungkapan M, gadis berusia 23 tahun ketika disuruh mendeskripsikan rasanya menstruasi terhadap laki-laki yang tidak akan pernah tahu seberapa besar penderitaannya.

Bangun dari kursi, bersin atau batuk saja rasanya seperti membuka keran darah yang terkadang membuat kemaluan rasanya linu dan perih.

Belum lagi membahas panasnya daerah belakang punggung, kepala yang nyut-nyutan, serta suasana hati yang kacau karena pengaruh hormon. "Ngedenger orang ngunyah, rasanya pengen gue robek mulutnya, asli," tukasnya.

Gejala menstruasi memang berbeda-beda bagi setiap perempuan, tetapi rasanya pengalaman M terbilang unik ketika membahas datang bulan. Bahkan, tidak jarang M sampai tidak sadarkan diri alias pingsan ketika datang bulan. "Sejak SMP, gue udah sering pingsan sih karena mens. Jerawat juga langsung timbul gede-gede dari PMS sampai kelar haid," ungkap M.

Menstruasi adalah pengalaman yang tidak akan bisa dipahami laki-laki. (Foto Unsplash/Sasha Freemind)
Menstruasi adalah pengalaman yang tidak akan bisa dipahami laki-laki. (Foto Unsplash/Sasha Freemind)

"Gue aja pasti cuti sehari tiap bulan buat mens, sebagai si feminis, gue emosi si kalau cuti tapi unpaid," jelasnya.

Sedang menempuh S2 sambil bekerja, M merupakan tipe perempuan yang mandiri. Jakarta Selatan - Bekasi selalu ia tempuh dengan nyetir sendiri walau supir nganggur di rumah. Ribet, katanya. Selama bisa sendiri, untuk apa menyusahkan orang lain?

BACA JUGA:

Tetap Sane dan Healthy, Rayakan Halloween Sesuai Panduan CDC

Dilansir dari Detik Finance, dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Pemerintah dan DPR RI sendiri sudah menegaskan jika hak cuti hamil, melahirkan, dan haid masih terus berlaku sesuai dengan (UU) nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Meski begitu, timbul beberapa pertanyaan mengenai ketentuan pembayaran ketika cuti tersebut diambil.

"Yang hilang saat cuti haid dan hamil, upah buruhnya tidak dibayar. No work, no pay. Akibatnya buruh perempuan tidak akan mengambil hak cuti haid dan hamilnya karena takut dipotong upahnya pada saat mengambil cuti tersebut. Dengan kata lain, otomatis peraturan baru di Omnibus Law tersebut tentang cuti haid dan hamil hilang, karena dibuat untuk tidak bisa dilaksanakan." ungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kepada Detikcom.

Said juga mengatakan bahwa aturan ini bertentangan dengan konvensi ILO yang mengatakan bahwa buruh yang mengambil hak cuti tetap mendapatkan upah.

Pekerja keras dan perfeksionis adalah dua hal yang paling tepat dalam menggambarkan sosok M. (Foto Roberto Nickson)
Pekerja keras dan perfeksionis adalah dua hal yang paling tepat dalam menggambarkan sosok M. (Foto Roberto Nickson)

Di sisi lain, Piter Abdullah Redjalam selaku Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) mengatakan bahwa jika ketentuan cuti dan hak upah tersebut tidak tercantum, bukan berarti dihapus atau upahnya tidak dibayarkan. "Kalau tidak ada ketentuannya bukan berarti tidak ada upahnya," tukasnya.

Ia menganggap kerusuhan yang terjadi disebabkan karena kurangnya penjelasan yang konkret dari pemerintah dan DPR.

"Kalau pemerintah pede dengan penjelasannya, kenapa tidak dibangun saluran-saluran komunikasi untuk menyampaikannya kepada publik? Dan seharusnya dilakukan sebelum geger sekarang ini, kegaduhan sekarang ini, seharusnya sudah diantisipasi. Sudah terlambat, tapi ya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," ungkap Piter kepada Detik.

BACA JUGA:

5 Cara Tampil Seksi Tanpa Harus Pamer Kulit

Haahh, jangankan mau ngurusin atau ikut demo mengenai Omnimbus Law, M mengaku tidak punya waktu untuk itu. Baru mendapatkan kerja setelah kesulitan mencari pekerjaan di tengah pandemi, M harus menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dengan baik dan memuaskan atasan agar tidak di-PHK.

Apalagi mengingat situasi M yang terpaksa harus gagal S2 di Amerika Serikat karena pandemi COVID-19. Sudah rugi bandar, pekerjaan yang baru didapatkannya sebulan ini pasti akan digenggamnya erat-erat.

Walau biasanya datang bulan selama tujuh hari (ada perempuan yang cuma 3-4 hari), si M yang berzodiak Leo ini memang tidak usah diragukan lagi etos kerjanya. Pekerja keras, perfeksionis, cantik dan pintar adalah citra yang selalu ingin dipertahankan olehnya.

Yuk jadi perempuan yang hebat, mandiri, dan pantang menyerah dengan keadaan. (Foto Unsplash/Ann Danilina)
Yuk jadi perempuan yang hebat, mandiri, dan pantang menyerah dengan keadaan. (Foto Unsplash/Ann Danilina)

Terlepas dari sakitnya datang bulan selama seminggu, PP nyetir sendiri, kerjaan numpuk, ditambah ikut kelas dan tugas menumpuk untuk menyelesaikan studi S2, M tetap profesional dan siap bekerja selama enam hari seminggu dalam satu pekan sesuai pasal 79 ayat (2) huruf (b) dalam UU Ketenagakerjaan.

Meski sesekali M mengeluh stress dan "bisa gila" karena kemacetan kota Jakarta, kini M tidak perlu khawatir karena Pasal 81 poin 22 UU Ciptaker menambahkan waktu lembur sebanyak satu jam. Artinya, M tidak usah terjebak macet lagi deh karena pulangnya semakin malam. hehe.

M merupakan satgas waras berzodiak Leo yang tahan banting, kuat, perfeksionis, cantik, mandiri, independen, dan pekerja keras. Baik di tengah pandemi, menempuh studi perguruan tinggi, maupun bekerja dari pagi sampai pagi, Omnibus Law maupun Nimbus 2000 tidak akan mematahkan semangat M dalam bertahan hidup dan menjadi perempuan sukses di masa muda. (SHN)

BACA JUGA:

'Turtleneck' Dianggap Melambangkan Jenius dan Kreatif

Kanal
Tag