Biro Haji Solo Sambut Baik Rencana Arab Saudi Buka Penerbangan Internasional Ketua Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Her Suprabu. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Rencana pemerintah Arab Saudi yang akan membuka kembali penerbangan internasionalnya per 1 Januari 2021 mendapatkan sambutan positif biro umrah yang ada di Solo, Jawa Tengah. Dengan dibukannya penerbangan internasional tersebut ribuan jemaah umrah bisa berangkat ke Tanah Suci.

Ketua Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Her Suprabu, mengatakan sejumlah biro perjalanan umrah di Solo, Jawa Tengah mulai mempersiapkan pemberangkatan calon jamaah umrah. Data Perpuhi ada sebanyak 30.000 orang jemaah umrah yang tertunda berangkat akibat COVID-19.

"Kami memcatat adanya penumpukan calon jamaah umrah di eks Karesidenan Surakarta mencapai 30.000 orang," ujar Suprabu pada MerahPutih.com, Jumat (25/9).

Baca Juga

Polresta Surakarta Larang Konvoi Kampanye, Nekat Berkerumum Dibubarkan Paksa

Data penumpukan tersebut, kata dia, perinciannya sebanyak 20.000 yang baru mendaftar tahun ini. Sementara sehanyak 10.000 yang tertunda pemberangkatnnya pada tahun lalu.

"Minat masyarakat untuk mendaftarkan ibadah umrah masih tinggi padahal belum ada kepastian kapan diberangkatkan. Mereka ada uang mendaftar dulu," tutur dia.

Kantor Biro Umrah Solo, Jawa Tengah, Dewangga. (MP/Ismail)
Kantor Biro Umrah Solo, Jawa Tengah, Dewangga. (MP/Ismail)

Teknis pemberangkatan umrah, kata dia, satu bulan sebelum pemberangkatan atau bulan Desember nanti sudah mulai melakukan pendaftaran dan penjadwalan pemberangkatan umrah. Ia mengaku sampai sekarang masih menunggu kuota yang disediakan Pemerintah Arab Saudi.

"Kami prioritaskan yang belum bisa berangkat tahun lalu. Misal di Biro Dewangga ada 700 an orang yang kita prioritaskan di awal pemberangkatan," kata dia.

Baca Juga

Bertemu Kepala BNPT, Ustaz Gunawan Serahkan Rompi Panglima Kelompok Radikal JAS

Ia menambahkan untuk biaya pemberangkatan umrah tahun depan bisa jadi naik karena ada penerapan protokol kesehatan. Pihaknya mencontohkan untuk pergi ke Turki saat ini penambahan biaya swab sebesar Rp2,4 juta pulang pergi. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 Selasa (3/11): Bertambah 2.937, Kasus Positif Capai 418.375
Indonesia
Sepuluh WNI di India Diduga Terinfeksi Virus Corona
Indonesia
Sepuluh WNI di India Diduga Terinfeksi Virus Corona

Sebanyak 10 warga negara Indonesia (WNI) dan tiga warga negara India diduga terinfeksi virus corona atau COVID-19 dan dirawat di Gandhi Hospital.

Ini Janji Komjen Listyo Soal Praktik Tilang di Jalanan
Indonesia
Ini Janji Komjen Listyo Soal Praktik Tilang di Jalanan

Listyo Sigit Prabowo menyebut akan mengurangi interaksi dalam proses penilangan untuk menghindari praktik penyimpangan uang.

3 Alasan Anies Sulit Cegah Orang Masuk Jakarta Pasca-Mudik
Indonesia
3 Alasan Anies Sulit Cegah Orang Masuk Jakarta Pasca-Mudik

Trubus meragukan pengalaman Anies mengatasi urbanisasi pascalebaran

KAI Operasionalkan 10 KA Jarak Jauh Mulai Hari Ini, Cek Jadwalnya
Indonesia
KAI Operasionalkan 10 KA Jarak Jauh Mulai Hari Ini, Cek Jadwalnya

Berikut seluruh jadwal keberangkatan KA Jarak Jauh yang beroperasi di area Daop 1 Jakarta Mulai Jumat (10/7)

Pengganti Idham Azis Diwarisi Dua Utang Besar
Indonesia
Pengganti Idham Azis Diwarisi Dua Utang Besar

Kapolri baru diharapkan bisa segera melakukan konsolidasi di internal Polri

Kerusuhan Meluas hingga Menteng, Polisi Minta Warga Tak Keluar Rumah
Indonesia
Kerusuhan Meluas hingga Menteng, Polisi Minta Warga Tak Keluar Rumah

Demo Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI menolak UU Cipta Kerja di kawasan Istana Negara berujung aksi anarkis.

[HOAKS atau FAKTA] Majalah Italia di Tahun 1962 Sudah Ramalkan Bakal Terjadi Pandemi Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Majalah Italia di Tahun 1962 Sudah Ramalkan Bakal Terjadi Pandemi Corona

Ia menambahkan narasi yang salah yang menimbulkan kesimpulan keliru.

Demi Kereta Cepat, Indonesia Izinkan TKA Tiongkok Masuk Saat Wabah Corona
Indonesia
Demi Kereta Cepat, Indonesia Izinkan TKA Tiongkok Masuk Saat Wabah Corona

KITAS tersebut harus terdapat sertifikasi kesehatan dari pemerintah Tiongkok

Enggak Becus Kurangi Penyebaran COVID-19, Para Kapolda Siap-Siap Dicopot!
Indonesia
Enggak Becus Kurangi Penyebaran COVID-19, Para Kapolda Siap-Siap Dicopot!

Salah satu tujuannya adalah memberikan kepastian hukum terhadap upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19