Biostamp jadi Simbol Revolusi Perangkat Elektronik Sensor Biostamp ditempelkan pada kulit seperti implan. Suplai daya masih menjadi kendala. (Foto: CNN)

MerahPutih Sains - Sebuah lembaran emas seperti sebuah tambalan pada kulit, hanya beberapa sentimeter lebarnya dan ringan seperti bulu. Itu adalah sensor kecil bernama Biostapm yang melekat pada kulit, merupakan simbol dari revolusi elektronik.

"Sejarah elektronik adalah tentang semakin dekat dengan individu. Pada awalnya itu (komputer) adalah lemari sepanjang lorong, diikuti oleh desktop, kemudian laptop, ponsel, dan Watch (jam tangan pintar di pergelangan tangan Anda. Sekarang elektronik bisa dipadukan dengan kulit, bioelectronics, dan sepenuhnya perangkat implan." Ucap John Rogers, pencipta Biostamp.

Kunci kemajuan ini adalah pergeseran paradigma mengenai perangkat elektronik, dari papan sirkuit kaku menjadi perangkat yang fleksibel, salah satu caranya dengan menumpang pada tubuh manusia. Itu lah yang dilakukan Biostamp sebagai sebuah terobosan adaptasi perangkat  elektronik dengan tubuh manusia.

Tim Roger tidak menggunakan papan sirkuit konvensional yeng memungkinkan perangkat sensor Biostamp dapat direkatkan di kuilt dan memungkinkanya memiliki bentuk yang kecil, sekaligus dapat dihunakan dengan nyaman pada kulis pengguna.

Ukutan komponen memang berhasil disusutkan, namun dikatakan dalam engadget bahwa membuat sumber daya alias baterainya menjadi kecil dan fleksibel juga itu merupakan hal sulit. Teknologi baterai memang tidak berkembang secepat teknologi elektroda. Maka tim kecil Rogers mencoba berinovasi dengan mengembangkan teknologi suplai daya wireless. Tim Rogers juga tengah mencari kemungkinan untuk memanfaatkan tubuh sebagai sumber energi sensor kecil besutannya itu.

 

Baca juga:

Harta Karun Kapten Kidd Ditemukan

Saat Pertama Inge Lehmann Menggugah Dunia

Ponsel Kurangi Ketergantungan Terhadap Ahli Medis

Biostamp, Sensor Kecil untuk Ungkap Pikiran Terdalam

Sensor Biostamp Bisa Digunakan pada Organ Tubuh


Tags Artikel Ini

Fadhli