Bioskop Drive-in, The New Normal Nonton Film ala Jerman Bioskop drive-in jadi cara baru menonton film di masa pandemi. (foto: unsplash/tim mossholder)

KETIKA COVID-19 melanda, warga dunia dihadapkan pada keharusan untuk melakukan penjarakan fisik dan pembatasan. Akibatnya, tak ada lagi kebebasan untuk berkumpul di tempat umum. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, bahkan menutup total tempat-tempat hiburan. Itu termasuk bioskop.

Namun, seperti teori Darwin, manusia akan selalu beradaptasi. Menyesuaikan diri, mencari cara baru, dan Meinang. 'The new normal' istilahnya. Begitu juga halnya di masa pandemi kali ini. Banyak cara baru bermunculan. Konser daring, belajar jarak jauh, hingga yang terbaru ialah nonton bioskop drive-in.

BACA JUGA: Cara @Bujanganurban Mengajak Pekerja Seni Terus Berkarya Saat Pandemi!

Metode nonton film dengan cara drive-in ini sih sebenarnya enggak baru-baru amat. Bisa dibilang, kali ini manusia memakai cara lama. Bioskop drive-in telah berkembang sejak sebelum Perang Dunia II. Bioskop mobil ini pertama kali dibuka di daerah New Mexico, Amerika Serikat, pada 1915. Namun, cara nonton ala layar tancap ini mulai dilupakan sejak era digital merebak pada 2000-an.

bioskop drive-in
Bioskop drive-in sebagai cara baru menikmati film dengan tetap menerapkan penjarakan fisik.(foto: Instagram @viktoria_h21)

Kini, warga Jerman mulai merlirik bioskop drive-in sebagai cara baru menikmati film dengan tetap menerapkan penjarakan fisik. Seperti dilansir DW, sejumlah bisokop mobil bermunculan di Jerman. Salah satunya di Kota Cologne.

Sebuah tempat parkir berukuran ekstra luas disulap sebagai tempat nonton. Salah satu dinding berukuran 40 meter berubah menjadi layarnya. Beberapa orang pelayan mengarahkan para penonton ke mana harus memarkir mobil mereka. Sudah pasti mereka mengenakan pakaian tertutup, lengkap dengan masker. Penonton tak bisa memilih tempat semau mereka. Siapa datang duluan, dia yang dapat baris terbaik. "Sebaiknya datang lebih awal. Kami akan menempatkan mobil yang datang sesuai urutan. Dimulai dari tengah. Dari baris ketiga, kedua, lalu baris pertama. Jika baris pertama penuh, kami lanjut mengisi yang belakang," jelas Laura Siebel kepada DW.

Kewaspadaan akan penyebaran virus tetap dijaga di area bioskop mobil itu. Mobil-mobil diparkir dalam jarak aman. "Jendela sebaiknya tetap ditutup selama menonton. Hanya keluar mobil jika ingin ke kamar kecil," kata Thorsten Schiers, pengelola bioskop mobil di Cologne.

Setiap mobil diparkir dengan jarak setidaknya 2 meter. Sebuah ramp ditambahkan di bagian roda depan mobil. Sebuah pengumuman berisikan frekuensi radio untuk menonton film ditayangkan sebelum pertunjukan mulai. Schiers mengatakan pertunjukan film di lokasi itu bisa mengganti kerugian finansial akibat penutupan pasar loak di daerah itu. Dalam semalam, bioskop itu menggelar dua pertunjukan, pukul 21.15 dan 24.15. "Kami buka kembali sejak 3 April. Sejak saat itu, hampir semua pertunjukan terjual habis," katanya.

bioskop drive-in
Mobil diparkir dalam jarak aman. (foto: Instagram @confession_of_the_film_freak)

Meskipun film yang ditayangkan hanya film komedi Jerman, keluarga, pasangan, hingga para lajang dalam mobil masing-masing tetap memenuhi bioskop itu. Ada sekitar 260 mobil terparkir dalam semalam. "Kami tak bisa memuat lebih banyak. Itu disebabkan aturan penjarakan sosial," jelasnya.

Jangan bayangkan seperti menonton bioskop dengan orang-orang berdekatan di satu ruangan besar. Di bioskop itu, setiap orang duduk di mobil masing-masing, menikmati camilan yang dibawa, dan menonton tayang di layar. Tak ada derai tawa atau tepuk tangan.

bioskop drive-in
Konser musik juga digelar di bioskop drive-in. (foto: Instagram @max.jeschek)

Meskipun demikian, cara nonton ala bioskop mobil ini cukup mengobati rasa kangen berinteraksi dengan sekitar. Setidaknya orang-orang bisa berada di satu venue untuk sebuah pengalaman yang sama. Tidak mengherankan jika kemudian bioskop mobil tak hanya jadi ajang nonton film. Misa mingguan pun kini digelar dengan cara serupa.

Belum lama ini, sebuah band lokal Cologne, Brings, menggelar konser di bioskop mobil Porz. Berbeda dengan konser biasa yang riuh dengan tepuk tangan dan histeria, pertunjukan itu malah diwarnai suara klakson dan kilatan lampu depan mobil. Itu sebagai aplaus untuk band yang bermain. "Tak ada yang menyangka itu bisa dilakukan. Namun, itu menjadi momen yang membuat merinding," kata Schiers.(dwi)

BACA JUGA: Taktik Seorang Fotografer Top Bertahan Selama 'Lockdown'

Kredit : dwi

Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH