Bio Farma Siapkan Tahapan Vaksinasi COVID-19 Mandiri Uji Klinis Vaksin COVID-19. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - PT Bio Farma (Persero) menyiapkan langkah untuk proses vaksinasi COVID-19 terutama bagi masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah alias mandiri.

Direktur Digital Healthcare PT Bio Farma (Persero) Soleh Ayubi menjelaskan BUMN farmasi yang mendapat penugasan pelaksanaan vaksinasi mandiri menyiapkan tiga saluran proses vaksinasi.

Beberapa saluran itu yakini pertama melalui aplikasi seluler, kedua, melalui web dan ketiga, melalui proses manual atau walk in.

Baca Juga:

Beda Kelemahan Vaksin Astra Zenica dan Vaksin Sinovac Bandung

Alokasi saluran pelaksanaan vaksinasi akan disesuaikan dengan karakteristik daerah. Misal daerah dengan penggunaan teknologi digital yang masif kemungkinan akan lebih banyak menggunakan aplikasi atau web. Sementara daerah yang penetrasi digitalnya kurang akan difasilitasi dengan lebih banyak walk in.

Soleh menjelaskan, pada tahapan pertama, pasien melakukan registrasi dan pre order. Proses awal itu merupakan tahap penyaringan awal untuk menentukan apakah pasien tersebut memenuhi kriteria yang ada.

"Vaksin yang kita punya untuk 18-59 tahun. Misal dia masukkan umur 5 tahun, tentu tidak akan dilanjutkan," katanya.

Proses pre order juga penting untuk distribusi vaksin agar perusahaan mengetahui permintaan yang sebenarnya di lapangan. Permintaan itu penting karena jumlah vaksin yang terbatas.

"Dengan feature (fitur) seperti ini kita bisa meminimalkan penimbunan. Ada adjustment (penyesuaian) 5-10 persen untuk yang walk in, tapi initial step (tahap awal) ini penting," imbuh Soleh.

Lab Vaksin Bio Farma
Lab Vaksin Bio Farma. (Foto: Antara).

Pada tahapan kedua, pasien akan melakukan reservasi dan pembayaran. Kemudian, pada tahap ketiga, pasien akan menerima notifikasi atau pengingat melalui aplikasi seluler, maupun SMS dan surat elektronik untuk proses vaksinasi.

Kemudian, pada tahap keempat, pasien akan mengisi lembar persetujuan serta pada tahap kelima mengunjungi fasilitas penyuntikan vaksinasi. Pada tahap keenam, informasi vaksinasi akan diperbarui dan pasien bisa menerima sertifikat.

"Di sana (tahap kelima) akan ada validasi QR Code, lalu pasien disuntik, dan ada survei pantauan 30 menit di tempat penyuntikan. Kalau misal semua baik-baik saja tanpa kejadian akan diterbitkan sertifikasi," katanya.

Sertifikat tersebut nantinya bisa digunakan untuk kepentingan tertentu termasuk kementerian/lembaga hingga untuk syarat perjalanan sebagai bukti telah melakukan vaksinasi.

Sementara pada tahap terakhir, informasi vaksinasi akan diteruskan ke pihak terkait, termasuk basis data nasional.

Soleh menegaskan, Bio Farma akan memfasilitasi semua kalangan dalam vaksinasi Covid-19, termasuk mereka yang tidak memakai ponsel pintar.

Khusus mereka yang tidak memakai ponsel pintar, lanjut ia, akan diberikan kupon kapan harus kembali, nomor telepon yang bisa dihubungi, hingga sertifikat dalam bentuk kertas.

"Itu kita fasilitasi jadi tidak akan ada orang yang tidak mendapat vaksin karena tidak bisa mengakses." kata Soleh dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Diplomasi Vaksin COVID-19 Ala Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Minta Imam Nahrawi Laporkan Aliran Duit ke Pejabat Kejagung dan BPK
Indonesia
KPK Minta Imam Nahrawi Laporkan Aliran Duit ke Pejabat Kejagung dan BPK

Sadapan justru merupakan petunjuk benar adanya penerimaan uang

Mengapa Vaksin COVID-19 Harus Uji Klinis? Ini Kata Badan POM
Indonesia
Mengapa Vaksin COVID-19 Harus Uji Klinis? Ini Kata Badan POM

Tim peneliti dan pihak yang terlibat uji klinis vaksin untuk memenuhi semua ketentuan yang berlaku demi kelancaran pelaksanaan uji klinis tersebut

Intelektual Muda NU Desak Usut Orator Teriak "Jatuhkan Jokowi" di Demo 212
Indonesia
Intelektual Muda NU Desak Usut Orator Teriak "Jatuhkan Jokowi" di Demo 212

Intelektual muda NU Guntur Romlu mendesak seorang orator yang berteriak "jatuhkan Jokowi" dalam orasinya pada aksi 212, Jumat (21/2), harus diperiksa.

Kepala BNPB Percayakan Perkembangan Gunung Merapi ke BPPTKG
Indonesia
Kepala BNPB Percayakan Perkembangan Gunung Merapi ke BPPTKG

Ia juga mengecek pos pantau merapi di Balerante untuk mengetahui situasi terkini merapi

Bupati Natuna Bantah Warganya Eksodus karena Takut Corona
Indonesia
Bupati Natuna Bantah Warganya Eksodus karena Takut Corona

Abdul juga menyatakan bahwa lokasi karantina dengan permukiman masyarakat berjarak sekitar 2 kilometer

MUI Imbau Pemerintah dan DPR Tak Tunduk pada Produsen Minuman Beralkohol
Indonesia
MUI Imbau Pemerintah dan DPR Tak Tunduk pada Produsen Minuman Beralkohol

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada pemerintah dan DPR agar tak tunduk pada para pedagang dan produsen minuman beralkohol.

DPR Tidak Perlu Bahas RUU Minuman Beralkohol
Indonesia
DPR Tidak Perlu Bahas RUU Minuman Beralkohol

Pendekatan pelarangan minuman beralkohol dapat memberi dampak negatif untuk peradilan pidana di Indonesia.

Saatnya Membangun KPK yang Baru
Indonesia
Saatnya Membangun KPK yang Baru

Pengajar Hukum Administrasi Negara Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar menilai perlu membangun KPK baru yang berbeda dari lembaga saat ini.

KPK Harap Kejagung Obyektif Usut Kasus Pemerasan Kajari Indragiri Hulu
Indonesia
KPK Harap Kejagung Obyektif Usut Kasus Pemerasan Kajari Indragiri Hulu

Pasalnya kasus ini melibatkan tiga pejabat di lingkungan Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu.

Pagelaran Wayang Kulit Virtual 'Wibisana Tundung' Mendunia
Indonesia
Pagelaran Wayang Kulit Virtual 'Wibisana Tundung' Mendunia

Pada acara ini, Kantor Walikota New York Bill de Blasio secara khusus menyampaikan apresiasinya