Bio Farma Selesai Produksi 4 Juta Vaksin COVID-19, Februari Didistribusikan Arsip - Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin saat simulasi vaksinasi COVID-19 di RS Islam, Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). (ANTARA FOTO/Moch Asim/rwa)

MerahPutih.com - PT Bio Farma (Persero) memastikan 4 juta dosis vaksin COVID-19 sudah selesai diproduksi dan siap didistribusikan pada Februari 2021.

Status produk-produk itu sedang dalam tahap proses quality control yang akan dikirimkan ke Badan POM untuk mendapatkan lot release agar dapat didistribusikan.

"Diperkirakan sampai dengan bulan Februari 2021 mendatang akan siap sebanyak 4 juta dosis vaksin," ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (23/1).

Baca Juga:

Jabar Butuh 30 Ribu Tukang Suntik agar Vaksinasi COVID-19 Selesai 6 Bulan

Ia mengemukakan bahwa Bio Farma telah menerima sebanyak 15 juta dosis bulk vaksin COVID-19 dari Sinovac pada 12 Januari 2021 lalu.

Kemudian Bio Farma meneruskan proses produksi dari bahan baku itu untuk menjadi finish product.

Secara total, Bio Farma akan menerima sebanyak 140 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac yang akan diterima secara bertahap.

Ia mengatakan, hasil dari proses produksi bahan baku itu akan melengkapi pasokan vaksin COVID-19 dalam kemasan finish product sebanyak tiga juga dosis yang sudah diterima sebelumnya pada Desember 2020.

Tenaga kesehatan (nakes) Solo, Jawa Tengah mendapatkan vaksinasi Sinovac, Jumat (15/1). (MP/Ismail)
Tenaga kesehatan (nakes) Solo, Jawa Tengah mendapatkan vaksinasi Sinovac, Jumat (15/1). (MP/Ismail)

Kolaborasi antara Bio Farma dengan Sinovac melalui dua mekanisme, yaitu impor dalam bentuk barang jadi atau finished product single dose yang diperuntukan front liner di Indonesia dan impor dalam bentuk bulk atau konsentrat vaksin.

"Dari bulk ini akan diproses lebih lanjut di Bio Farma di fasilitas fill and finish yang ada di Bio Farma," papar Honesti.

Untuk pendistribusian vaksin, lanjut dia, grup Bio Farma bersama PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk sudah memiliki 48 cabang atau warehouse yang dapat dioptimalkan.

Dalam sisi teknologi, Bio Farma sudah menyiapkan digital solution yang bersifat end-to-end mulai dari pabrik produksi, proses distribusi dan sampai di tujuan akhir (fasilitas kesehatan).

"Dan proses pendistribusian ini, dapat dimonitor real time di command center Holding BUMN Farmasi," katanya.

Baca Juga:

Tenaga Kesehatan yang Sudah Divaksinasi COVID-19 Lebih dari 100 Ribu

Ia menyampaikan, Indonesia membutuhkan vaksin COVID-19 sebanyak 181,5 juta atau setara dengan 426 juta dosis.

Untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan vaksin dari produsen, disampaikan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Permenkes Nomor HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Coronavirus Disease 2019.

Dari permenkes itu, suplai vaksin akan didapat dari hasil produksi PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, Sinovac Life Sciences Co Ltd, dan Novavax. (Knu/Iman Ha)

Baca Juga:

Bupati Sleman Positif COVID-19 Setelah Divaksin, Kemenkes Duga Virus Tengah Inkubasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lurah di Depok Yang Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat Akhirnya Dicopot
Indonesia
Lurah di Depok Yang Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat Akhirnya Dicopot

"Siapa pun yang melanggar aturan, bisa dikenakan sanksi berupa administrasi sampai pidana. Kami berharap seluruh perusahaan dan masyarakat patuh dan mengerti adanya PPKM darurat untuk kebaikan bersama," ujar Wali Kota Depok.

PKS Nilai Posisi Wamen PAN-RB Mubazir dan Habisin Anggaran Negara
Indonesia
PKS Nilai Posisi Wamen PAN-RB Mubazir dan Habisin Anggaran Negara

“Saya khawatir Wamennya tidak ada kerja alias hanya menghabisi anggaran negara saja,” kata Nassir kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/6).

 Selama Pandemi COVID-19, Harga Rumah Tetap Melonjak
KPR
Selama Pandemi COVID-19, Harga Rumah Tetap Melonjak

Hasil riset HFC juga mencatat rumah tipe 36 dan 45 ikut konsisten menunjukkan peningkatan. Rumah tipe 36 terpantau naik 5,54 persen (yoy) per Maret 2021 menjadi 194,91 dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhannya pada Desember 2020 sebesar 4,26 persen (yoy).

Polisi Tangkap Nakes dan Agen Perjalanan Palsukan Surat GeNos Loloskan Warga ke Jakarta
Indonesia
Polisi Tangkap Nakes dan Agen Perjalanan Palsukan Surat GeNos Loloskan Warga ke Jakarta

Tersangka HBP yang berprofesi sebagai nakes ini, telah menjual 35 lembar surat GeNose palsu kepada ASK dengan harga Rp 40 ribu per suratnya.

Pemprov DKI Minta Buruh Sabar soal UMP DKI 2022
Indonesia
Pemprov DKI Minta Buruh Sabar soal UMP DKI 2022

"Jadi, terkait UMP, sabar saja dulu," ujar Andri saat dikonfirmasi awak media, Kamis (11/11).

Jika Sudah Vaksinasi, Masih Bisakah Terinfeksi COVID-19? Ini Kata Epidemiolog
Indonesia
Jika Sudah Vaksinasi, Masih Bisakah Terinfeksi COVID-19? Ini Kata Epidemiolog

Namun, dengan adanya vaksin corona ini masyarakat juga masih meragukan dan bertanya, mungkinkah setelah vaksin masih bisa terpapar COVID-19?

Bantuan Subsidi Upah Diharapkan Cegah PHK
Indonesia
Bantuan Subsidi Upah Diharapkan Cegah PHK

Dalam BSU 2021, jumlah calon penerima diperkirakan mencapai sekitar 8 juta orang dengan kebutuhan anggaran Rp 8 triliun dan besaran yang diterima bagi setiap orang adalah Rp 1 juta yang disalurkan melalui transfer bank.

Setengah Tahun Diparkir, Bus Wisata di Solo Kembali Beroperasi
Indonesia
Setengah Tahun Diparkir, Bus Wisata di Solo Kembali Beroperasi

Screening bagi penumpang dengan menunjukkan bukti vaksin dengan PeduliLindungi belum diterapkan. Kebijakan itu dilakukan karena belum semua masyarakat divaksin.

13 Kabupaten di Kalimantan Selatan Berpotensi Dilanda Banjir
Indonesia
13 Kabupaten di Kalimantan Selatan Berpotensi Dilanda Banjir

Kapolres Tanah Laut AKBP Cuncun Kurniadi di Pelaihari menegaskan, dalam dua hari terakhir ini kondisi banjir semakin parah dengan ketinggian air terus bertambah.

Pakar Sebut Varian Mu Tak Seganas Varian Delta
Indonesia
Pakar Sebut Varian Mu Tak Seganas Varian Delta

Virus Mu ditetapkan WHO sebagai VoI pada 30 Agustus 2021. VoI artinya teridentifikasi menyebabkan penularan di komunitas dan terdeteksi di banyak negara. Per 1 September 2021, Mu ditemukan di setidaknya 39 negara.