Photojournalist Mentorship 2020
Binar di Pesara Salah satu foto berjudul Binar di Pusara karya Thody Badai yang menggambarkan kehidupan penggali kubur di tengah pandemi Covid-19

HARI terasa cepat berlalu bagi Nadi Bin Eji alias Amang (47). Sudah hampir 18 jenazah ia makamkan sore itu. Bukan sembarang jenazah, namun jenazah korban Covid-19, virus yang kini tengah menghantui seluruh penjuru dunia.

Amang dan para penggali kubur di Pondok Ranggon, Jakarta Timur pun gelisah. Sebab mereka yakin esok atau lusa masih akan banyak lagi jenazah dengan virus yang sama yang harus mereka kebumikan.

Tak jarang banyaknya jenazah yang datang menyebabkan Amang harus pulang larut malam, pulang ketika saat buah hati sudah terlelap.

Thody Badai
Salah satu foto berjudul Binar di Pusara karya Thody Badai yang menggambarkan kehidupan penggali kubur di tengah pandemi Covid-19

Sebelum memasuki rumah, ia harus memastikan dirinya bersih dengan cairan disinfektan yang disiapkan sang istri, Amang juga wajib untuk mandi di komplek pemakaman dulu sebelum beranjak pulang.

Menjadi tukang gali kubur adalah menjadi sebuah pilihan hidup. Selama 23 tahun ia mengabdikan diri di garda belakang. Ketika pandemi menyebar, rasa khawatir kerap memuncak, ketika takdir mengharuskannya bersentuhan langsung dengan musuh tak kasat mata, dengan segala resiko yang akan dihadapinya bersama keluarga.

“Sempat terpikir untuk berhenti dari pekerjaan ini, tapi keluarga berusaha untuk tetap menguatkan saya” ujar Amang.

Selama pandemi ini, dalam sehari Amang pernah menggali kubur untuk 32 jenazah, sebuah angka yang menjadi rekor tertinggi bagi dirinya pada bulan Mei lalu.

Semua itu tak menyurutkan semangatnya untuk tetap berjuang menjadi garda terakhir, sekaligus garda terdepan untuk keluarganya.

Bukan mustahil jika paparan virus ini menyebar di tempat peristirahatan terakhir.

Thody Badai
Salah satu foto berjudul Binar di Pusara karya Thody Badai yang menggambarkan kehidupan penggali kubur di tengah pandemi Covid-19

Berbagai cara dan siasat dilakukan bapak tiga anak ini. Baju hazmat, sarung tangan, masker, hand sanitizer, serta vitamin kini menjadi senjata baru selain cangkul dan garpu. Semua itu dilakukan agar bisa selalu membawa kabar baik untuk keluarganya.

Layaknya damar di ruang gelap, Amang rela berjibaku di tengah terik hingga gelapnya malam, menyalakan api dan suluh perjuangan untuk menjaga mimpi-mimpi di ujung pesara.

Penulis: Thody Badai, peserta terpilih program XL Axiata Photojournalist Mentorship 2020

-

* Thoudy Badai Rifanbillah, lahir di Bandung 12 September 1996. Pertama kali mengenal fotografi saat berkuliah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan bergabung pada komunitas Photosspeak pada 2014. Kini Thoudy merupakan pewarta foto harian Republika berbasis di Jakarta dengan penugasan isu nasional dan metropolitan.

Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Foto: Kampung yang Terkubur
Foto
Memotret Kampung yang Terkubur
Tradisi
Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Foto: Kampung yang Terkubur
Foto
Memotret Kampung yang Terkubur
Tradisi
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sei Sapi Khas NTT, Bukan Daging Asap Biasa
Kuliner
Sei Sapi Khas NTT, Bukan Daging Asap Biasa

Sajian khas NTT yang tengah naik daun.

Bertualang di Ketinggian Rumah Pohon Urongo
Travel
Bertualang di Ketinggian Rumah Pohon Urongo

Minahasa punya rumah pohon Urongo.

Piknik di 'Picknick On The Roof'
Travel
Piknik di 'Picknick On The Roof'

Pemandangannya begitu indah di 'Picknick On The Roof'.

Tren Wisata Domestik dan Alam akan Jadi Tren di 2021
Travel
Tren Wisata Domestik dan Alam akan Jadi Tren di 2021

masyarakat masih memilih tujuan wisata domestik.

Rest Area Jelma Jadi Tempat Wisata
Travel
Rest Area Jelma Jadi Tempat Wisata

Bagi mereka yang menampuh perjalanan melalui jalur darat, pasti sering menemukan rest area atau tempat untuk jadi tempat wisata

Jajanan Pasar Negeri Aing yang Bikin Semar Mabuk
Kuliner
Jajanan Pasar Negeri Aing yang Bikin Semar Mabuk

Apa hubungannya punakawan dalam pewayangan dengan jajanan pasar khas Solo, semar mendem? Hubungannya amat filosofis ternyata

Siapa Si Buta Dari Gua Hantu?
Indonesiaku
Siapa Si Buta Dari Gua Hantu?

Si Buta Dari Gua Hantu garapan Ganesh TH. "Inilah perbuatan Si Raja Gagak bersarang di air terjun 'Gua Hantu' di atas gunung sana"

Cegah Vandalisme, Jalan Sudirman Direvitalisasi dengan Mural
Travel
Cegah Vandalisme, Jalan Sudirman Direvitalisasi dengan Mural

Untuk mempercantik sebuah kota, tentu saja dibutuhkan peran serta semua pihak.

Kuliner Negeri Aing, Bubur Ase Bercita Rasa 3 Budaya
Kuliner
Kuliner Negeri Aing, Bubur Ase Bercita Rasa 3 Budaya

Banyak unsur makanan asing ini yang diserap penduduk lokal Betawi.