BIN-Polisi Diminta Binasakan Gerakan Dukung Taliban di Indonesia Taliban kuasai Istana Kepresidenan. (Foto: Al-Jazeera)

Merahputih.com - Kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN) secara tegas menumpas benih-benih pendukung Taliban di Indonesia karena merupakan kelompok terorisme yang tidak patut didukung.

"Saya minta pada BIN dan Kepolisian untuk tegas menumpas benih-benih pendukung Taliban di Indonesia. Taliban yang sesungguhnya, bukan Taliban-Taliban hasil gorengan politik Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni dalam keterangannya, Senin (23/8).

BACA JUGA:

Shahrbanoo Sadat akan Buat Film Tentang Afghanistan

Dia mengecam keras munculnya dukungan terhadap Taliban di Indonesia karena Taliban jelas-jelas merupakan kelompok terorisme yang tidak patut didukung.

Taliban kuasai Istana Kepresidenan. (Foto: Al-Jazeera)
Ilustrasi: Taliban (Foto: Antaranews)

Menurut dia, Taliban adalah kelompok teroris yang nyata dan rekam jejaknya dapat terlihat jelas sehingga tidak ada alasan untuk mendukungnya.

"Apalagi atas nama agama Islam. Saya tidak rela agama Islam dijadikan alasan untuk mendukung Taliban," ujarnya.

BACA JUGA:

Kembalinya Kekuasaan Taliban di Afghanistan Setelah 20 Tahun

Sahroni juga meminta masyarakat agar meriset lebih jauh tentang sepak terjang Taliban di Afghanistan agar tidak terjadi misinformasi.

Dia mengimbau, bagi orang-orang yang sempat mengeluarkan pernyataan mendukung Taliban, apalagi sampai ada yang menyamakan Taliban dengan pasukan Rasulullah, untuk segera menarik ucapannya dan mencari informasi yang lebih teliti. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Penyebab Perwira Muda Polri Gugur saat Jaga Demo di Kendari
Indonesia
Ini Penyebab Perwira Muda Polri Gugur saat Jaga Demo di Kendari

Institusi Polri kembali kehilangan salah satu anggotanya. Perwira Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) Ipda Imam Agus Husein gugur karena kecelakaan saat mengamankan demo 11 April 2022 di Kendari.

[HOAKS atau FAKTA]: Konsumsi Air Hangat dan Kumur Air Garam Hilangkan Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Konsumsi Air Hangat dan Kumur Air Garam Hilangkan Corona

Belum ditemukan bukti kuat bahwa campuran garam dan air hangat dapat mengeluarkan virus corona dari tenggorokan

Strategi Pemkot Bandung dan Cimahi Kurangi Banjir di Perbatasan
Indonesia
Strategi Pemkot Bandung dan Cimahi Kurangi Banjir di Perbatasan

Kolam retensi ini menggunakan lahas seluas hampir 1 hektar, Pemkot Cimahi pun telah membebaskan lahannya senilai Rp 33 miliar.

Buntut Polisi Minta Bawang Sekarung, Kapolda Metro Kumpulkan Ratusan Polantas
Indonesia
Tujuh Eks Pegawai KPK Banting Setir Jual Nasgor hingga Camilan
Indonesia
Tujuh Eks Pegawai KPK Banting Setir Jual Nasgor hingga Camilan

Sebanyak tujuh mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi kini banting stir menjual nasi goreng hingga makanan ringan alias cemilan.

Viral Polantas Diduga Minta Nomor Wanita yang Ditilang, Ini Respons Dirlantas Polda Metro
Indonesia
Viral Polantas Diduga Minta Nomor Wanita yang Ditilang, Ini Respons Dirlantas Polda Metro

RNA mendapatkan notifikasi WhatsApp yang masuk setiba di kosan sekitar pukul 03.00 WIB

Anies Tunggu Keputusan Pusat Soal Nasib PPKM Darurat
Indonesia
Anies Tunggu Keputusan Pusat Soal Nasib PPKM Darurat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait penanganan COVID-19.

Langgar PPKM Darurat, Lapangan Golf di Depok Ditutup Paksa
Indonesia
Langgar PPKM Darurat, Lapangan Golf di Depok Ditutup Paksa

Polisi bersama TNI dan satpol PP merazia lapangan golf di kawasan Sawangan, Depok.

Gibran Wajibkan Wisatawan Menginap Bawa Hasil Tes Swab, PHRI Solo: Kita Patuhi
Indonesia
Gibran Wajibkan Wisatawan Menginap Bawa Hasil Tes Swab, PHRI Solo: Kita Patuhi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mewajibkan pendatang atau wisatawan yang menginap diharuskan membawa hasil rapid test antigen negatif.

Kasus 10 Mahasiswa Bentangkan Poster ke Jokowi, Rektor UNS: Kami Tidak Berikan Sanksi
Indonesia
Kasus 10 Mahasiswa Bentangkan Poster ke Jokowi, Rektor UNS: Kami Tidak Berikan Sanksi

Rektor UNS Solo Jamal Wiwoho pun akhirnya buka suara terkait nasib mahasiswa tersebut di kampus.